Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Buronan Rakyat Jelata Digeser Partainya

Buronan Rakyat Jelata Digeser Partainya

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rosadi Jamani

Jasad Affan Kurniawan sudah bersemayam di liang lahat. Namun, api kemarahan rakyat semakin menguat. Salah satu pemantik kemarahan itu justru datang dari orang dalam Senayan. Siapakah sosoknya?

Di negeri yang katanya demokrasi tapi lebih sering terasa seperti panggung sirkus politik, seorang bernama Ahmad Sahroni tiba-tiba naik pangkat dalam daftar paling dicari, bukan oleh Interpol, bukan pula oleh FBI, melainkan oleh kekuatan paling dahsyat di jagat politik Nusantara, rakyat jelata.

Betapa tidak? lidahnya yang tak bertulang meluncur deras di Medan, 22 Agustus 2025, menyebut para pengusul bubarkan DPR sebagai “orang tolol sedunia”. Satu kalimat saja, dan seketika lautan manusia mendidih, amarah berputar seperti pusaran badai Katrina, demo bergemuruh di Senayan, dan warganet menyalakan obor digital di X, Instagram, Tiktok, hingga kolom komentar portal berita.

Lidah Sahrini, eh salah, Sahroni, alih-alih jadi senjata diplomasi, berubah jadi senapan mesin kata-kata. Filosof Yunani mungkin sudah memperingatkan sejak ribuan tahun lalu, lidah bisa lebih tajam dari pedang. Benar saja, lidah yang terlepas kendali itu berhasil menorehkan luka politik. Bahkan, lebih besar dari kasus e-KTP segede bakpau. Bedanya, ini bukan soal korupsi, tapi soal ego dan harga diri rakyat yang dijadikan bulan-bulanan.

Publik menuntut darah politik. “Copot! Pecat! Usir!” begitu teriakan yang bergema di jalanan. Bahkan seorang influencer, Salsa Erwina Hutagalung, dengan gagah berani menantang debat terbuka, seakan ingin menunjukkan bahwa di era digital, rakyat tidak hanya bisa memaki di kolom komentar, tapi juga siap melawan di panggung diskusi.

Akun Instagram Sahroni pun diserbu, dihujani kata-kata yang lebih tajam dari silet. “Kayak bocah SD aja lu bang!” tulis seorang netizen, seolah menegaskan bahwa gelar Wakil Ketua Komisi III DPR tak menjamin kebijaksanaan setingkat wali kelas.

Di tengah badai itu, Partai NasDem panik. Mereka tidak ingin dituding tolol berjamaah hanya karena satu kadernya. Lalu keluarlah surat sakti bernomor F.NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025, ditandatangani Viktor Laiskodat dan ironisnya, juga Sahroni sendiri. Dengan selembar kertas, status Wakil Ketua Komisi III dicabut, dan pria yang pernah disebut “crazy rich Tanjung Priok” itu pun diturunkan derajatnya menjadi anggota biasa Komisi I DPR. NasDem menyebutnya rotasi, rakyat menyebutnya hukuman, sementara filsuf politik menyebutnya pengorbanan ritual, seekor kambing harus disembelih agar pesta tetap bisa berlangsung.

Namun apakah rakyat puas? Ternyata tidak. Mutasi dianggap hanya kosmetik politik. Netizen tetap menuntut pemecatan total, bahkan sumpah serapah “Jangan pilih NasDem!” menggema seperti panggilan lima waktu di timeline medsos.

Jerry Massie dari P3S menambah garam di luka dengan menyebut ucapan Sahroni sebagai “narasi sampah”. Aktivis Ferry Irwandi lebih sadis lagi, menyebut mulut Sahroni sebagai “mulut sampah” yang ikut menyulut ricuh demo 28 Agustus, demo yang berujung korban jiwa. Di sinilah drama berubah menjadi tragedi, sebuah teater rakyat di mana satu kata bisa menelan nyawa.

Ironisnya, saat demo itu berlangsung, Sahroni mengaku “ngumpet”, sembunyi dari tatapan massa. Buronan rakyat memang begitu, tak perlu surat penahanan, cukup tatapan jutaan mata untuk membuat seorang pejabat ketar-ketir. Ia boleh saja klarifikasi bahwa kata “tolol” tidak ditujukan untuk semua orang, tapi rakyat sudah terlanjur murka. Kata-kata itu bagai panah yang sudah melesat, tak bisa ditarik kembali, menancap dalam di dada bangsa yang rapuh kepercayaannya pada parlemen.

Maka, lahirlah sebuah ironi epik, seorang legislator yang seharusnya menjaga marwah rakyat justru menjadi simbol arogansi. Kini, Ahmad Sahroni berdiri di persimpangan sejarah, apakah ia akan tetap menjadi buronan rakyat, atau belajar bahwa lidah tak bertulang bisa menjatuhkan lebih cepat dari suara pemilu lima tahun sekali? (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur NTT: “Tidak Boleh Buang Sampah di Pantai!“

    Gubernur NTT: “Tidak Boleh Buang Sampah di Pantai!“

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Mimpi Besar Kebangkitan NTT dari Gubernur Baru, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan, tidak main-main!. Dalam sesi wawancara bersama para awak media massa, usai jamuan makan siang bersama Forkompinda dan Pimpinan OPD Pemprov NTT di Ruang VIP Bandara El Tari Kupang, Kamis/6 September 2018. “Cita cita kita untuk […]

  • Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    Poli Boimau—Kiper Masa Depan dari TTS dalam ETMC 2019

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Partai per delapan besar Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup ( ETMC) 2019, saat pertandingan Perse Ende vs Perss SoE, pada Jumat 19 Juli 2019 lalu menjadi salah satu momen paling menegangkan sepanjang perhelatan ETMC 2019 yang berlangsung di lapangan utama Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pertandingan yang […]

  • Terima Kunker Komisi I DPR RI, Pangdam IX/Udayana Beber Kebutuhan Kodam

    Terima Kunker Komisi I DPR RI, Pangdam IX/Udayana Beber Kebutuhan Kodam

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung, S.I,P., selaku Ketua Tim beserta 16 anggota DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kodam IX/Udayana dan diterima langsung oleh Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., di Makodam IX/Udayana pada Selasa, 21 Mei 2019. Kehadiran Tim Komisi I […]

  • Polri Siagakan Tim SAR Hingga Januari 2023

    Polri Siagakan Tim SAR Hingga Januari 2023

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Mabes Polri meminta seluruh jajaran Polda menyiagakan tim Search and Rescue (SAR) di wilayahnya guna mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk hingga Januari 2023. Demikian disampaikan langsung Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dalam rapat bersama para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil). Ia mewanti-wanti seluruh jajaran untuk memitigasi potensi bencana alam yang dapat terjadi. “Saat […]

  • BPS Lakukan Pemutakhiran Tahun Dasar Perhitungan IHK & Nilai Tukar Petani

    BPS Lakukan Pemutakhiran Tahun Dasar Perhitungan IHK & Nilai Tukar Petani

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) menjaga kualitas data, secara rutin memutakhirkan tahun dasar, paket komoditas, dan diagram timbang setiap Indeks Harga untuk perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) dari Tahun Dasar 2012 menjadi Tahun Dasar 2018. Sosialisasi pemutakhiran diagram timbang tahun dasar perhitungan IHK dan NTP dilaksanakan pada […]

  • TJSL PLN Budidaya Hortikultura Warga Poco Leok Tuai Apresiasi

    TJSL PLN Budidaya Hortikultura Warga Poco Leok Tuai Apresiasi

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai | Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Yosef Djelamu, mengapresiasi sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Desa Berdaya yang dicanangkan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), satu di antaranya program budidaya hortikultura, yang dinilai berhasil memberdayakan belasan kelompok […]

expand_less