Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bahasa Sastra » ‘68 Bahasa Daerah di NTT’, Ayo Pelihara & Lestarikan!

‘68 Bahasa Daerah di NTT’, Ayo Pelihara & Lestarikan!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 5 Feb 2019
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Nusa Tenggara Timur, Provinsi yang memiliki penduduk sebanyak 5,4 Juta jiwa (=Data BPS NTT 2019) dan terdapat 16 suku yang mendiami beberapa pulau besar dan kecil antara lain, Suku Helong; Dawan; Tetun; Kemak; Marae; Rote; Sabu; Sumba; Riung; Nagda; Ende Lio; Sikka-Kroweng Muhang; Lamaholot; Kedang; Labala; dan Alor Pantar. Provinsi yang biasa disebut dengan Flobamorata ini memiliki 68 Bahasa Daerah (=Data Kantor Bahasa NTT).

Provinsi yang diberi predikat sebagai Nusa Terindah Toleransi dan memperoleh penghargaan sebagai provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia ini kaya akan ragam suku dan budaya termasuk bahasa daerah.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd., kepada media ini, Senin/4/2/2019 mengatakan terdapat 68 (enam puluh delapan) bahasa daerah di Nusa Tenggara Timur dengan perincian sebagai berikut:

  1. Bahasa Abui;
  2. Bahasa Adang;
  3. Bahasa Alor;
  4. Bahasa Anakalang;
  5. Bahasa Bajo;
  6. Bahasa Bajo Delang;
  7. Bahasa Batu;
  8. Bahasa Blagar;
  9. Bahasa Buna (Bunak);
  10. Bahasa Dawan;
  11. Bahasa Deing;
  12. Bahasa Dulolong;
  13. Bahasa Gaura;
  14. Bahasa Hamap;
  15. Bahasa Helong;
  16. Bahasa Hewa;
  17. Bahasa Kabola;
  18. Bahasa Kaera;
  19. Bahasa Kalela (Kawela);
  20. Bahasa Kamang;
  21. Bahasa Kambera;
  22. Bahasa Kambera Pandawai;
  23. Bahasa Kedang;
  24. Bahasa Kemak;
  25. Bahasa Kiraman;
  26. Bahasa Klamu;
  27. Bahasa Klon;
  28. Bahasa Kolama;
  29. Bahasa Komodo;
  30. Bahasa Kui;
  31. Bahasa Kulatera;
  32. Bahasa Lababa;
  33. Bahasa Lamaholot;
  34. Bahasa Lamatuka;
  35. Bahasa Lamboya;
  36. Bahasa Lewuka;
  37. Bahasa Lio;
  38. Bahasa Lura;
  39. Bahasa Mambora;
  40. Bahasa Manggarai;
  41. Bahasa Manulea;
  42. Bahasa Melayu;
  43. Bahasa Nage;
  44. Bahasa Namut;
  45. Bahasa Ndao;
  46. Bahasa Ndora;
  47. Bahasa Nedebeng;
  48. Bahasa Ngada;
  49. Bahasa Omesuri;
  50. Bahasa Palu’e;
  51. Bahasa Pura;
  52. Bahasa Raijua;
  53. Bahasa Retta;
  54. Bahasa Riung;
  55. Bahasa Rongga;
  56. Bahasa Rote;
  57. Bahasa Sabu;
  58. Bahasa Sawila;
  59. Bahasa Sikka;
  60. Bahasa So’a;
  61. Bahasa Sumba Barat;
  62. Bahasa Tabundung;
  63. Bahasa Teiwa;
  64. Bahasa Tetun;
  65. Bahasa Tewa;
  66. Bahasa Wanukaka (Wanokaka);
  67. Bahasa Wersing (Wirasina);
  68. Bahasa Wewewa (Wejewa).

Valentina menambahkan bahwa terkait jumlah bahasa, terdapat perbedaan antara Badan Bahasa Kemdikbud dan SIL (Summer Institute Linguistic)

Bahasa Daerah di NTT harus dilestarikan dengan melakukan komunikasi sehari-hari”, ujar Valentina Tenate

Lanjut Valentina, Bahasa Daerah dapat juga digunakan sebagai penunjang pariwisata. Sebagai contoh unik, terdapat 25 Bahasa Daerah di Pulau Alor.

“Generasi sekarang tidak bisa menggunakan Bahasa Daerah, karena salah satu penyebab hilangnya yakni adanya pernikahan campuran”, ungkap Valentina.

Di samping itu, tercatat setidaknya terdapat 671 bahasa daerah di Indonesia (dilansir dari kissparry.com; data Januari 2019) yang tersebar dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Provinsi Papua, 34 Provinsi, atau sering mendengar dari Sabang sampai Merauke. Khusus Papua ditulis sendiri, mengingat ada 395 (semula 384) bahasa daerah.

Dari 671 Bahasa Daerah (dari sebelumnya 655 Februari 2018) itu jika dihitung dari penuturan di semua provinsi terhitung ada 750 bahasa yang dipakai seluruh provinsi di Indonesia. Akan tetapi karena ada beberapa bahasa yang dipakai di provinsi yang sama, kemudian bahasa itu hanya dihitung satu maka akhirnya hanya ada 671 bahasa daerah, contoh bahasa Jawa di gunakan di 15 provinsi.

Penulis dan editor (+rony banase)

Foto (*/deviantART.com)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tutut Soeharto Gugat PTUN Menkeu Purbaya Soal Larangan ke Luar Negeri

    Tutut Soeharto Gugat PTUN Menkeu Purbaya Soal Larangan ke Luar Negeri

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 308/G/2025/PTUN.JKT pada Jumat, 12 September 2025, hanya empat hari setelah Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani.   Jakarta | Putri Presiden RI ke-2 Soeharto, Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana atau Tutut Soeharto, resmi menggugat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan tersebut terdaftar dengan […]

  • Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    Bareskrim Setop Selidiki Dugaan 1,3 Juta Data Bocor eHAC Kemenkes

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri memutuskan untuk menyetop penyelidikan dugaan Data 1,3 juta data pengguna aplikasi electronic-Health Alert Card (eHAC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sempat diduga bocor. Penyelidikan dihentikan lantaran tidak ditemukan dugaan data kebocoran tersebut. “Penyelidikan tidak diteruskan,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Selasa, 7 September 2021. Argo Yuwono menjelaskan Dittipidsiber Bareskrim […]

  • Kementerian PPPA Pastikan Hak Anak Kelompok Minoritas Terpenuhi

    Kementerian PPPA Pastikan Hak Anak Kelompok Minoritas Terpenuhi

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram-NTB, Garda Indonesia | Kondisi anak di Indonesia beragam sehingga ada anak yang membutuhkan perlindungan khusus. Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar menegaskan pemerintah melalui Kementerian PPPA akan memastikan dan menjamin setiap hak-hak anak dapat terpenuhi. “Ada 79,6 juta anak di Indonesia dan tidak semua dari anak-anak tersebut hidup bersama orang tuanya. 5 % diantaranya […]

  • 80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

    80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap hari ia menempuh perjalanan 6 kilometer untuk mengajar anak- anak di dusun terpencil.   Sikka | Demi mencerdaskan anak bangsa, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela digaji hanya 300 ribu rupiah per bulan. Padahal, ia harus menempuh jarak sejauh 6 (enam) […]

  • Selama Tahun 2020, Ada 57 Kali Aksi Unjuk Rasa di Kalimantan Barat

    Selama Tahun 2020, Ada 57 Kali Aksi Unjuk Rasa di Kalimantan Barat

    • calendar_month Sab, 26 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Loading

    Pontianak, Garda Indonesia | Selama tahun 2020, terjadi 57 kali aksi unjuk rasa (unras) atau aksi damai yang digelar masyarakat. Isu utama yang paling banyak di suarakan ialah penolakan terhadap UU Cipta kerja. Data tersebut disampaikan Polda Kalimantan Barat (Kalbar) saat menghelat press release akhir tahun pada Sabtu, 26 Desember 2020. “Selama 2020, terjadi 57 […]

  • Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    Usai Kunjungan ke NTT, Jokowi Tinjau Tanggul Sungai Citarum di Bekasi

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Bekasi, Garda Indonesia | Usai melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 23 Februari 2021, kemudian keesokan harinya, Presiden Joko Widodo meninjau langsung tanggul Sungai Citarum yang terletak di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul tersebut jebol pada Sabtu malam, 20 Februari 2021 sehingga […]

expand_less