Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

DPR Usul Hapus Kata “Gratis” di Program MBG, BGN Lapor Prabowo

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

Loading

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irma Chaniago mengusulkan agar nomenklatur Makan Bergizi Gratis diubah menjadi hanya Makan Bergizi, tanpa kata “gratis”. Menurutnya, istilah itu berkonotasi negatif.

 

Jakarta | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bakal melapor langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait usulan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, yang meminta kata “gratis” dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihapus.

“Untuk program yang nanti gratisnya dihilangkan, coba nanti kami akan sampaikan,” kata Dadan dalam Rapat Kerja di DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Oktober 2025.

Dadan menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Presiden Prabowo. “Apakah nanti Bapak Presiden setuju atau tidak supaya mungkin ada lebih edukatif,” ungkapnya.

Sebelumnya, Irma Chaniago mengusulkan agar nomenklatur Makan Bergizi Gratis diubah menjadi hanya Makan Bergizi, tanpa kata “gratis”. Menurutnya, istilah itu berkonotasi negatif.

“Makan bergizi gratis ini, sebaiknya yang gratisnya itu dihapus Pak. Makan bergizi saja. Nggak usah pakai gratis karena konotasinya negatif,” ujarnya.

Irma menilai niat Presiden Prabowo dalam mencetuskan program MBG sangat baik, yakni untuk meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) anak-anak Indonesia.

“Karena apa? Karena niat dari presiden, niat dari pemerintah, memberikan ini kepada anak-anak bangsa ini adalah niat yang sangat baik. Yang sangat mulia untuk anak-anak bangsa ini punya IQ yang lebih tinggi dari yang ada sekarang,” imbuh politikus Partai NasDem itu.

Selain soal nomenklatur, Irma juga menyoroti pelaksanaan program MBG yang dinilainya bermasalah, khususnya terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menilai sertifikasi itu rawan diperjualbelikan.

“Saya mau bicara sertifikasi. Ingat ya, sertifikasi ini banyak sekali disalahgunakan, diperjualbelikan,” tegasnya.

Irma mengaku memahami isu tersebut karena sebelum menjadi anggota DPR, ia pernah mengelola tiga usaha katering dengan ribuan porsi. “Makanya saya tahu. Bukan asal ngomong. Saya tidak bicara sampah. Saya bicara berdasarkan fakta dan data,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya tenaga yang kompeten di SPPG. “Untuk tiga orang yang dikontrak oleh BGN di SPPG itu harusnya, satu menangani keuangan dan administrasi. Dua, dia tahu persis soal nilai gizi. Yang ketiga tentang higienis, higienis itu nggak hanya menyangkut tentang makanan tapi menyangkut dengan SPPG di dapur,” jelasnya.(*)

Sumber (*/melihatindonesia+ ragam)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OJK Nilai Bank NTT Terus Bertumbuh

    OJK Nilai Bank NTT Terus Bertumbuh

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Tambaloka, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank NTT sebagai Bank Pembangunan Daerah yang turut berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah melalui berbagai layanan perbankan. Berdasarkan catatan, OJK menemukan sampai dengan posisi Oktober 2022, volume usaha Bank NTT telah menunjukkan pertumbuhan secara year to date sebesar Rp1,20 triliun (7,60%) yang […]

  • 99% Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Adalah Ulah Manusia

    99% Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Adalah Ulah Manusia

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkalis, Garda Indonesia | Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia penyebabnya adalah 99% ulah manusia dan 1% nya adalah alam. “Antara lain, tidak sengaja karena buang putung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar. Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja” kata Kepala BNPB Doni Monardo di acara Rakor Kesiapsiagaan […]

  • Pembangunan di Desa Dubesi Batas RI-RDTL, Diduga Diabaikan Pemda Belu

    Pembangunan di Desa Dubesi Batas RI-RDTL, Diduga Diabaikan Pemda Belu

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tampak menyedihkan ketika sejumlah jurnalis melintasi jalan di wilayah Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Perbatasan RI- RDTL, pada, Senin 22 Juni 2020. Kala itu, Garda Indonesia ditemani dua wartawan perlahan memacu kendaraan roda dua menuju Kantor Desa Dubesi. Miris terasa, adrenalin seakan terpacu saat menanjak […]

  • Laris di KTT ASEAN, Produk UMKM Binaan PLN Diborong Menteri

    Laris di KTT ASEAN, Produk UMKM Binaan PLN Diborong Menteri

    • calendar_month Kam, 11 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan PT PLN (Persero) laris manis pada perhelatan Small-Medium Enterprises (SMEs) Hub yang merupakan rangkaian kegiatan pendukung dari KTT Ke-42 ASEAN di Labuan Bajo. Produk-produk berupa kerajinan tangan, kopi, tenun, hingga suvenir dari binaan Rumah BUMN Bajawa dan Rumah BUMN Ende ini […]

  • Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

    Soekarno Ditempa di Tempat Tepat

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Bayu Muhammad Sering kali orang dibentuk oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Sikap mereka akan ditata oleh perbuatan yang sering dilihat. Dan pandangan mereka akan dipengaruhi oleh pemikiran yang kerap kali tersampaikan. Dalam konteks itulah kita harus mendalami kehidupan sosok-sosok besar, jika ingin mempelajari sejarah mereka. Bapak Proklamator Kemerdekaan Soekarno, yang juga menjadi […]

  • Kemendagri Jemput Bola Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir

    Kemendagri Jemput Bola Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melakukan aksi jemput bola mengunjungi warga terdampak banjir di beberapa wilayah. Kunjungan pertama dilakukan Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh ke Kelurahan Pejagalan, Jakarta Utara, pada Sabtu, 4 Januari 2020 untuk mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat banjir. “Hari […]

expand_less