Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Gagap Baca Teks UUD 1945

Wakil Ketua DPRD Pasangkayu Gagap Baca Teks UUD 1945

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Tokoh lokal itu disebut sering membantu warga sejak lama, bahkan sebelum menjadi anggota dewan. Popularitasnya di masyarakat membuat Hariman meraih suara terbanyak di internal Partai NasDem Pasangkayu.

 

Pasangkayu | Sebuah video dari upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi viral di media sosial.

Pada video itu, Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Hariman Ibrahim, terlihat terbata-bata dan gagap saat membacakan teks Pembukaan UUD 1945 di hadapan peserta upacara. Momen tersebut terjadi di halaman Kantor Bupati Pasangkayu pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Hariman diketahui diminta secara mendadak untuk menggantikan Ketua DPRD Pasangkayu yang berhalangan hadir.

Rekannya di Fraksi NasDem, Robin Chandra Hidayat, menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Menurutnya, Hariman mengalami kesulitan membaca karena lupa membawa kacamata yang biasa ia gunakan.

Robin menegaskan bahwa insiden itu murni karena faktor teknis. Ia menyebut Hariman dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat.

Tokoh lokal itu disebut sering membantu warga sejak lama, bahkan sebelum menjadi anggota dewan. Popularitasnya di masyarakat membuat Hariman meraih suara terbanyak di internal Partai NasDem Pasangkayu.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak Hariman memegang map berisi naskah Pembukaan UUD 1945.

Ia berulang kali terlihat berhenti membaca, memelototi teks, dan bahkan didikte oleh seorang pejabat di dekatnya untuk melanjutkan bacaan.

Sementara itu, beberapa pejabat yang berdiri di belakang tampak sibuk merekam dan bermain ponsel selama kejadian berlangsung.

Meski menuai sorotan di dunia maya, rekan-rekannya di DPRD meminta masyarakat untuk tidak berlebihan menilai. Mereka menilai kejadian itu sebagai hal manusiawi yang bisa terjadi pada siapa saja, terutama dalam kondisi mendadak tanpa persiapan.(*)

Sumber (*/melihatindonesia)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 374 PDAM Diukur Tingkat Kinerja dalam Evaluasi Kinerja PDAM 2018

    374 PDAM Diukur Tingkat Kinerja dalam Evaluasi Kinerja PDAM 2018

    • calendar_month Sel, 20 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id  | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) telah mengeluarkan hasil penilaian kinerja PDAM tahun 2018 terhadap 374 PDAM dari 391 PDAM yang ada di Indonesia. Penilaian dilakukan untuk tahun buku 2017, untuk melihat dan mengukur tingkat kinerja manajemen, efisiensi dan efektivitas pengelolaan PDAM. […]

  • Gelap 34 Hari Pascabencana, Dusun Sejahtera Bener Meriah Butuh Listrik

    Gelap 34 Hari Pascabencana, Dusun Sejahtera Bener Meriah Butuh Listrik

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    PLN sempat melakukan pengecekan dua minggu lalu dan menjanjikan perbaikan setelah jalur Tenge Besi bisa diakses kendaraan pengangkut tiang. Namun, meski jalur sudah dibuka seminggu terakhir, belum ada tanda petugas kembali ke lokasi.   Aceh | Dusun Sejahtera, Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih belum dialiri listrik 34 hari […]

  • Pasukan Khusus TNI Berangkat ke Poso, Tumpas Pelaku Pembunuhan di Sigi

    Pasukan Khusus TNI Berangkat ke Poso, Tumpas Pelaku Pembunuhan di Sigi

    • calendar_month Rab, 2 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menggunakan Pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa, 1 Desember 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/30/presiden-jokowi-perintahkan-kepung-pelaku-pembantaian-keluarga-di-sigi/ Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat Konferensi Pers bersama Menko Polhukam pada Senin, 30 November 2020, […]

  • Mayat Bocah Tanpa Kepala Ditemukan di Saluran Irigasi Galung Eserae

    Mayat Bocah Tanpa Kepala Ditemukan di Saluran Irigasi Galung Eserae

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Sidrap-Sulsel, Garda Indonesia | Warga yang tinggal di sekitar saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sindereng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, dihebohkan dengan adanya penemuan mayat seorang bocah tanpa kepala. Penemuan mayat bocah tanpa kepala pada Kamis, 30 April 2020 sekitar pukul 14.00 WITA di saluran irigasi Galung Eserae, Kelurahan Lakessi, bocah […]

  • Menko Polhukam: Anggaran Pilkada Belum Cair, Hanya Miskomunikasi

    Menko Polhukam: Anggaran Pilkada Belum Cair, Hanya Miskomunikasi

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi informasi yang menyebutkan bahwa anggaran Pilkada Serentak belum cair sehingga KPU membuka peluang untuk menunda Pilkada. “Itu hanya miskomunikasi. Yang benar, Menteri Keuangan sudah mencairkan kepada KPU Pusat tetapi ketua KPU Pusat belum dapat info dari sekjennya. Dan Sekretariat Jenderal belum mentransfer ke daerah karena daerah-daerah […]

  • Kebun Tafa—Pertanian Terintegrasi di Kota Kupang

    Kebun Tafa—Pertanian Terintegrasi di Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 1Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pertanian Terpadu atau Integrated Farming merupakan praktik pertanian yang mengintegrasikan peternakan dan pertanian yang saling menguntungkan. Sektor pertanian mendapat keuntungan dari pemanfaatan kotoran ternak yang dijadikan pupuk kompos untuk tanaman sekaligus memperbaiki kualitas dan kesehatan tanah. Praktisnya, pertanian jagung yang menggunakan pupuk kompos dari limbah peternakan sapi dan peternakan sapi […]

expand_less