Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Kemungkinan Pilpres 2029 Prabowo versus Gibran, Lalu Anies?

Kemungkinan Pilpres 2029 Prabowo versus Gibran, Lalu Anies?

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
  • visibility 2.149
  • comment 0 komentar

Loading

Walau masih jauh, boleh sedikit kita panaskan Pilpres 2029. Supaya nanti tak kaget. Pemilu 2029 belum tiba, tapi aroma pertarungannya sudah menyengat seperti minyak angin di ruang debat politik.

Dua nama paling kuat sudah beredar di langit Nusantara, Prabowo dan Gibran. Satu bagaikan macan tua yang masih ganas, satunya lagi anak singa yang tumbuh di taman istana. Dua-duanya punya mesin politik, pasukan medsos, dan panggung kekuasaan. Yang belum jelas cuma satu, siapa lawannya? Karena kalau Prabowo dan Gibran tetap berpasangan, bangsa ini mungkin perlu bikin musuh imajiner supaya tetap ada kompetisi.

Lalu muncullah Anies Baswedan, bak dosen filsafat yang tersesat di dunia politik praktis. Di tengah pesta bagi-bagi jabatan, ia datang membawa kata yang terdengar seperti mantra dari planet lain, meritokrasi. Katanya, “Jabatan publik seharusnya berdasarkan kompetensi, bukan koneksi.” Wah, kalimat itu langsung bikin banyak pejabat kaget. Mereka refleks megang HP, takut “koneksi” yang disebut itu maksudnya nomor mereka.

Anies seperti sedang berdiri sendirian di tengah pesta kekuasaan, di mana semua orang menari di irama koneksi politik. Sementara dia sibuk mengatur nada meritokrasi yang fals di telinga para elite. Tapi ya begitulah nasib orang waras di negeri absurd, kalau bicara logika, pasti dianggap lucu.

Sekarang coba kita bayangkan skenarionya. Semua partai besar sudah merapat ke Prabowo. NasDem dan PDI Perjuangan masih galau di pojok, seperti dua mantan kekasih yang belum move on dari masa lalu. Apakah mereka akan meminang Anies? Entahlah. Politik Indonesia lebih sulit ditebak dari ending ijazah palsu. Hari ini bersalaman, besok saling lapor ke KPK.

Tapi mari kita berandai-andai. Boleh dong, tambah lagi kopinya agar lebih hangat. Kalau Anies tak diusung siapa pun, dan Prabowo tetap menggandeng Gibran, maka Pilpres 2029 akan menjadi pertandingan paling absurd sepanjang sejarah republik. Bayangkan saja, wak! Prabowo melawan Gibran! Ayah politik melawan anak istana. Guru melawan murid, pengalaman melawan keturunan. Kalau ini jadi kenyataan, Netflix mungkin bakal beli hak siarnya.

Kalau para tukang survei sudah direkrut semua, jangan kaget kalau nanti hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 120 persen. Bahkan janin di rahim pun katanya sudah mantap mendukung petahana. Rakyat tinggal menunggu bonus pulsa dari lembaga survei, biar bisa ikut tepuk tangan lewat aplikasi.

Di tengah situasi ini, kata meritokrasi terdengar makin langka. Ia seperti makhluk mitologis, semua tahu namanya, tapi tak ada yang pernah benar-benar melihatnya. Jabatan masih ditentukan oleh siapa teman satu grup WA, bukan siapa yang punya kemampuan. Negeri ini begitu cinta pada koneksi, sampai-sampai colokan listrik pun iri karena kalah banyak jaringan.

Namun, siapa tahu, dari tumpukan absurditas ini lahir kejutan. Mungkin ada sosok baru, entah dari kampus, pesantren, atau jagat TikTok, yang muncul membawa idealisme dan humor segar. Karena bangsa besar tak bisa terus dijalankan oleh keluarga besar.

Tapi sampai hari itu tiba, mari kita nikmati dulu drama politik ini. Sebab seperti sinetron, makin tidak masuk akal, makin tinggi ratingnya. Mungkin, ketika kotak suara dibuka nanti, yang keluar bukan pemenang, tapi tanya besar, apakah kita masih percaya meritokrasi, atau sudah resmi jadi bangsa koneksi?

Pesan moralnya, kekuasaan sejati bukan tentang siapa yang paling kuat koneksinya, tapi siapa yang paling tulus niatnya membangun negeri. Ketika jabatan jadi hadiah, bukan amanah, maka meritokrasi pun terkubur di bawah meja rapat penuh amplop. Namun, harapan selalu hidup. Selama masih ada pemimpin yang berani bicara kebenaran di tengah pesta koneksi. Sebab bangsa besar hanya bisa berdiri tegak di atas integritas, bukan di bawah bayang-bayang kekuasaan yang diwariskan.(*)

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘The Border Battle’ – Viktor Laiskodat vs Chris John, Berapa Ronde?

    ‘The Border Battle’ – Viktor Laiskodat vs Chris John, Berapa Ronde?

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menarik dari The Border Battle 2019 yang dihelat oleh Chris John Foundation dan Fahiliku Surya Production pada Minggu, 7 Juli 2019 pukul 18:00—24:00 WITA (6 sore—12 malam) di Gelanggang Olah Raga (GOR Oepoi) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; bakal terdapat 2 (dua) pertandingan eksibisi tinju. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/04/the-border-battle-2019-mencetak-juara-tinju-dunia-baru-dari-perbatasan/ Eksibisi […]

  • 10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    10 Tahun Du Anyam: Menganyam Mimpi untuk Ekonomi Hijau Inklusif

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka | Du Anyam, salah satu kewirausahaan sosial unggulan dari Indonesia Timur, merayakan satu dekade perjalanan dalam mewujudkan mimpi-mimpi besar dalam memberdayakan perempuan, meningkatkan ekonomi perempuan dan melestarikan budaya. Salah satu perayaan satu dekade ini, ditandai dengan keberhasilan memulai tonggak awal membawa kerajinan anyaman lontar dari Kabupaten Flores Timur ke pasar global yang seremoni pelepasannya dihelat […]

  • Klinik King Care Kupang Legal & Kembali Beroperasi

    Klinik King Care Kupang Legal & Kembali Beroperasi

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | 5 tahun berkarya melayani masyarakat Kota Kupang, Klinik King Care Kupang merupakan klinik yang legal dan telah mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu  tentang Izin Operasional Klinik Pratama Rawat Jalan dengan Pelayanan Home Care bernomor : DPMPTSP/03/IOK/445/KOTA/V/2021 dan Surat Rekomendasi Dinkes Kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan […]

  • PLN UIP Nusra ‘Lift Up’ Program Hortikultura Poktan Poco Leok

    PLN UIP Nusra ‘Lift Up’ Program Hortikultura Poktan Poco Leok

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) Unit induk Pembangunan Nusa Tenggara (PLN UIP Nusra) tengah memperjuangkan pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perluasan jaringan ini dimaksudkan demi tercakupnya jangkauan listrik ramah lingkungan secara lebih menyeluruh sehingga menghadirkan kesetaraan dalam akses listrik bagi […]

  • Yunus Misa Terpilih Kembali, PGRI TTS Siap Melaju 5 Tahun Lagi

    Yunus Misa Terpilih Kembali, PGRI TTS Siap Melaju 5 Tahun Lagi

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Daud Nubatonis
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Loading

    Usai terpilih kembali secara aklamasi, Yunus Misa bersama jajaran BP PGRI TTS pun dilantik langsung oleh Ketua PGRI NTT, Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., C.Me, CPARbe. , CPLC.   SoE | Yunus Missa, S.Pd., kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PGRI Kabupaten TTS masa bakti XXIII Periode 2025 —2030 dalam Konferensi PGRI yang dihelat Badan […]

  • Hari Anak Nasional, Srikandi PLN UIP Nusra-We Save NTB Bantu Sekolah

    Hari Anak Nasional, Srikandi PLN UIP Nusra-We Save NTB Bantu Sekolah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Tak berhenti pada bantuan penunjang KBM, menggandeng komunitas We Save NTB, kegiatan ini juga dirangkai dengan workshop bertajuk “Laut Bebas Sampah” sebagai wadah edukasi bagi siswa-siswi akan pentingnya menjaga kelestarian laut.   Lombok Timur | Pada semarak Hari Anak Nasional, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berkolaborasi dengan komunitas We […]

expand_less