Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLN Ajak Wartawan NTT Kenal Akrab Sistem Kerja PLTP Mataloko

PLN Ajak Wartawan NTT Kenal Akrab Sistem Kerja PLTP Mataloko

  • account_circle Tim PLN UIP Nusra
  • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
  • visibility 394
  • comment 0 komentar

Loading

Bobby Sitorus memaparkan sekitar 98 persen pasokan listrik di Kabupaten Ngada masih berasal dari luar Kecamatan Bajawa. Padahal, Pulau Flores memiliki potensi panas bumi mencapai 999 megawatt (MW) yang tersebar di 21 titik.

 

Bajawa | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mengajak puluhan wartawan dari berbagai media di Nusa Tenggara Timur meninjau langsung Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, Jumat, 24 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN memperkuat keterbukaan informasi publik, khususnya terkait pengembangan energi panas bumi di Pulau Flores yang dikenal sebagai Pulau Panas Bumi. Dalam kunjungan tersebut, para jurnalis meninjau area PLTP eksisting, lokasi manifestasi panas bumi Mataloko, serta Desa Nua Wogo—salah satu penerima manfaat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

“Selamat datang di PLTP Mataloko eksisting. Kami berharap kunjungan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas dan nyata kepada para wartawan tentang kondisi di lapangan. PLN siap terus memberi terang melalui PLTP Mataloko,” ujar Wakil Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PLTP Mataloko, Taufik Iskandar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Manager Perizinan dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, menjelaskan bahwa kunjungan ke PLTP Mataloko merupakan wujud penerapan prinsip transparansi dan keterbukaan yang menjadi landasan PLN dalam berkomunikasi dengan publik, terutama untuk mendukung transisi energi di wilayah Nusa Tenggara.

“Kami semua punya tanggung jawab untuk menyampaikan informasi sebenar-benarnya kepada masyarakat. Media adalah mitra strategis dalam membangun pemahaman publik tentang energi panas bumi,” kata Bobby.

Pada paparannya, Bobby menjelaskan bahwa sekitar 98 persen pasokan listrik di Kabupaten Ngada masih berasal dari luar Kecamatan Bajawa. Padahal, Pulau Flores memiliki potensi panas bumi mencapai 999 megawatt (MW) yang tersebar di 21 titik.

“Satu-satunya energi baru terbarukan (EBT) yang dapat menjadi baseload adalah panas bumi,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan infrastruktur pengeboran PLTP Mataloko telah mencapai progres konstruksi sekitar 85 persen, sementara pembangunan jalan akses mencapai 60 persen. PLN menargetkan pekerjaan rampung pada akhir 2025 sehingga mobilisasi peralatan dapat dimulai pada 2026.

Pada kunjungan tersebut, para wartawan juga meninjau langsung lokasi manifestasi panas bumi di sekitar PLTP. Manifestasi ditandai dengan aroma belerang, lumpur panas, dan suara gemuruh dari bawah tanah—menunjukkan adanya potensi sumber energi panas bumi. Di sekitarnya, lahan pertanian warga tetap tumbuh subur dan produktif.

Lahan pertanian di dekat areal manifestasi atau lumpur panas geotermal PLTP Mataloko Ngada. Foto : tim PLN

Para jurnalis berkesempatan berbincang dengan petani lokal, Marselinus Gone, yang tengah mempersiapkan lahan untuk menanam cabai. Ia menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak memengaruhi kegiatan pertanian warga.

“Buktinya tanaman tumbuh, ternak sehat, air sungai juga baik-baik saja. Tidak ada masalah dengan kesehatan,” katanya.

Warga Desa Ulubelu, Emerensiana Wawo, menambahkan bahwa masyarakat kini justru merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari proyek PLTP Mataloko. Menurutnya, PLN selalu membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Hasil ternak dan sayuran kami tetap subur dan laku di pasar. PLN selalu hadir membantu dan siap melayani kami,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Adat sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nua Wogo, Yohanes Baghi, menyampaikan apresiasi kepada PLN yang selalu melibatkan masyarakat adat dalam proses pembangunan.

“Kami percaya pemerintah dan PLN sudah memikirkan yang terbaik. Kami sudah merasakan manfaatnya dan siap mendukung program ini,” ujar Yohanes.

Wartawan Mediator Kupang, Stanley Boymau, yang ikut dalam kunjungan tersebut, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai proyek geothermal di Mataloko.

“Dengan melihat langsung, kami tahu bahwa masyarakat di sini tidak seragam dalam pandangan. Ada yang menolak, tapi kelompok besar justru mendukung karena sudah merasakan manfaat ekonomi dan berharap proyek ini segera selesai,” ujarnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pelibatan media dalam kegiatan pengembangan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian penting dari strategi PLN membangun komunikasi publik yang sehat dan berimbang.

“Dengan melibatkan media, kami ingin memastikan masyarakat mendapat informasi yang benar dan lengkap tentang apa yang sedang kami kerjakan di Mataloko,” kata Rizki.(*)

  • Penulis: Tim PLN UIP Nusra
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Gratis Agustus 2020 Bisa Dinikmati, Begini Cara Mendapatkannya

    Listrik Gratis Agustus 2020 Bisa Dinikmati, Begini Cara Mendapatkannya

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN dengan daya 450 VA dan 900VA bersubsidi, Sosial dan Bisnis Kecil 450 VA. Pemberian stimulus ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan […]

  • PLN Pulihkan Listrik 6 Kabupaten di NTT, 41.850 Pelanggan Nikmati Listrik Lagi

    PLN Pulihkan Listrik 6 Kabupaten di NTT, 41.850 Pelanggan Nikmati Listrik Lagi

    • calendar_month Ming, 11 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Utamakan keselamatan warga, PLN berhasil menyalakan kembali seluruh kelistrikan terdampak di 6 Kabupaten di NTT yakni wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka dan Kabupaten Flores Timur. Untuk memastikan percepatan pemulihan atau recovery kelistrikan di NTT, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda […]

  • Usia 1 Tahun; UPG 1945 NTT Siap Wisuda Perdana

    Usia 1 Tahun; UPG 1945 NTT Siap Wisuda Perdana

    • calendar_month Rab, 12 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id-Meski baru berusia 1 (satu) tahun, berdiri sejak 31 Mei 2017, Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT siap menggelar wisuda perdana pada tanggal 29 September 2018. Seluruh persiapan menjelang pelaksanaan wisuda telah dilakukan oleh panitia pelaksana. Kabag Humas UPG 1945 NTT, Mey Jagi, kepada gardaindonesia.id, menyampaikan sekitar 698 mahasiswa akan diwisuda dalam gelombang I untuk […]

  • Deklarasi AMMTC XVII Labuan Bajo, Berantas Kejahatan Lintas-Negara

    Deklarasi AMMTC XVII Labuan Bajo, Berantas Kejahatan Lintas-Negara

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap hasil pertemuan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) H+3 ke-17 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sigit menyebut, dalam sidang pertemuan yang dilaksanakan mulai 21—22 Agustus, menghasilkan 16 dokumen, di antaranya terdapat 4 (empat) deklarasi, di mana 3 (tiga) merupakan inisiatif dari […]

  • Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    Nelayan Amfoang Sepakat Dukung Simon Petrus Kamlasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Loading

    Nataniel Liunome, warga, Kelurahan Naikliu, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, menekankan bahwa pengorbanan Simon Petrus Kamlasi (SPK) menanggalkan pangkat Brigadir Jenderal adalah tanda cinta yang besar bagi kami masyarakat NTT.   Amfoang | Harapan masyarakat agar Simon Petrus Kamlasi memimpin NTT sebagai gubernur semakin membesar. Pasalnya, figur Simon Petrus Kamlasi dinilai memiliki kemampuan dan kepedulian […]

  • Komunitas Pekerja Migran dan Aktivis Migran Mendesak Malaysia Hentikan Operasi PATI

    Komunitas Pekerja Migran dan Aktivis Migran Mendesak Malaysia Hentikan Operasi PATI

    • calendar_month Kam, 5 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Malaysia, gardaindonesia.id – Lebih dari 100 kelompok yang mewakili komunitas dan aktivis pekerja migran serta organisasi masyarakat sipil (CSO) mengeluarkan pernyataan bersama mendesak pemerintah Malaysia agar menghentikan operasi terhadap pekerja migran tak berdokumen atau yang biasa diistilahkan PATI, Rabu/4 Juli 2018. Pernyataan bersama tersebut ditandatangani oleh perwakilan komunitas dan aktivis migran Filipina, Banglades, Nepal, Indonesia, […]

expand_less