Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Media Asing Kritik Rencana Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Media Asing Kritik Rencana Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

  • account_circle melihatindonesia
  • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

Loading

Langkah tersebut segera menimbulkan perdebatan publik. Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto bahkan meluncurkan petisi penolakan yang telah ditandatangani lebih dari 13.000 orang.

 

Jakarta | Rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, memicu sorotan tajam dari berbagai media asing.

Pemberitaan dari Singapura, Malaysia, hingga internasional menyoroti penolakan keras yang datang dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan masyarakat sipil dalam negeri.

Wacana ini awalnya muncul dari proses kajian pemerintah yang dipimpin oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).

Namun, langkah tersebut segera menimbulkan perdebatan publik. Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto bahkan meluncurkan petisi penolakan yang telah ditandatangani lebih dari 13.000 orang.

Menanggapi kritik tersebut, Fadli Zon menyatakan bahwa penolakan publik dianggap sebagai masukan. “Ya, saya kira itu sebagai masukan ya, tetapi kami melihat jasa-jasanya yang luar biasa,” ujarnya dikutip dari Antara.

Media internasional pun ikut menyoroti kontroversi ini. The Straits Times dari Singapura menurunkan artikel berjudul “National hero proposal for Indonesia’s ex-president Suharto sparks backlash.”

Media tersebut menyebut pengusulan itu sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap korban dan nilai-nilai demokrasi.”

Surat terbuka dari sekitar 500 aktivis dan akademisi kepada Presiden Prabowo Subianto juga disorot, yang mendesak agar proses pengusulan dihentikan.

Sementara itu, The Sun Malaysia dalam laporannya menyoroti keberatan keras dari kelompok HAM yang menilai rezim Soeharto diwarnai korupsi besar-besaran dan pelanggaran HAM sistematis selama 32 tahun masa kepemimpinannya.

Tak ketinggalan, Channel News Asia (CNA) menulis bahwa usulan tersebut muncul dari aspirasi publik, namun menimbulkan gelombang penolakan dari berbagai pihak, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

CNA juga mencatat bahwa meski ada protes, sebagian ahli menilai Soeharto memenuhi syarat administratif untuk dianugerahi gelar tersebut.

Pemerintah menyatakan proses peninjauan masih berlangsung dan seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan final diumumkan pada 10 November, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.(*)

 

 

  • Penulis: melihatindonesia
  • Editor: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CIRMA Gagas Lopo Eco Enzim

    CIRMA Gagas Lopo Eco Enzim

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur CIRMA, Jhon Mangu Ladjar mengungkapkan, transformasi pertanian skala kecil yang sementara dijalankan pada 30 desa di Timor Barat, dikelola sistematis menggunakan pupuk organik yang diolah secara mandiri oleh petani dengan kontinuitas pendampingan terukur.   Timor | CIRMA (Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri), yayasan sekaligus organisasi masyarakat sipil di level sub-nasional, didirikan pada 2018, didedikasikan untuk […]

  • Hoaks B.J. Habibie Meninggal! Presiden Jokowi Jenguk di RSPAD

    Hoaks B.J. Habibie Meninggal! Presiden Jokowi Jenguk di RSPAD

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Beredar isu Presiden ketiga Republik Indonesia B.J. Habibie meninggal dunia, pada Selasa dini hari. Kabar tersebut dipastikan sebagai berita bohong (hoaks) atau tidak benar dan telah terkonfirmasi. Presiden Joko Widodo pada Senin sore, 9 September 2019, menjenguk Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. B.J. Habibie yang diketahui sedang menjalani perawatan […]

  • 7 Kelompok Pengeluaran Alami Kenaikan Indeks Harga pada Februari 2020

    7 Kelompok Pengeluaran Alami Kenaikan Indeks Harga pada Februari 2020

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | 7 dari 11 kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga terbesar pada Februari 2020 yakni pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 107,92 (1,18 persen) dan Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran naik sebesar 100,77 (0,75 persen). Di samping 2 (dua) kelompok pengeluaran di atas, 5 (lima) kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami […]

  • 9 Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular Agar Terhindar dari Covid-19

    9 Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular Agar Terhindar dari Covid-19

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika terinfeksi Covid-19. Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke dan kanker. […]

  • Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

    Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Program Tanam Maek Bako merupakan salah satu program unggulan Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang menelan anggaran 1,3 Miliar, ternyata gagal. Hal ini diketahui setelah gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau secara langsung lokasi penanaman Maek Bako (Porang) oleh pemda Belu di Hutan Jati […]

  • BI Tegaskan Administrasi QRIS Tak Boleh Dibebankan Kepada Konsumen

    BI Tegaskan Administrasi QRIS Tak Boleh Dibebankan Kepada Konsumen

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Loading

    Bank Indonesia juga menjelaskan bahwa untuk usaha mikro, transaksi di bawah Rp500.000 tidak dikenakan biaya sama sekali alias discount rate 0 persen. Sementara biaya administrasi baru berlaku untuk transaksi di atas nominal tersebut.   Jakarta | Sejumlah masyarakat mengeluhkan adanya biaya tambahan saat menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) untuk bertransaksi di toko atau merchant […]

expand_less