Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Raffi Ahmad Pejabat Negara Ketiga Berani Minta Maaf dan Sumbang 15 Miliar

Raffi Ahmad Pejabat Negara Ketiga Berani Minta Maaf dan Sumbang 15 Miliar

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 663
  • comment 0 komentar

Loading

Di tengah gelombang duka yang menyapu Sumatra, di tanah yang retak oleh banjir dan longsor, muncul satu istilah yang kini menggema lebih keras dari sirene evakuasi, bencana tanda tangan. Bukan bencana alam. Bukan murni murka langit. Ini bencana yang lahir dari meja-meja rapat, dari berkas yang tak ditandatangani tepat waktu, dari prosedur yang tersendat seperti napas terakhir para korban. Dari puing-puing tragedi itu, hanya tiga pejabat negara yang berani memikul beban moral dan berkata, maaf.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjadi yang pertama. Ia pernah mengatakan situasi “mencekam hanya di media sosial,” sebelum kenyataan menghantamnya dengan keras. Setelah melihat sendiri 940 jenazah yang ditemukan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masing-masing 382, 330, dan 228 orang, ia tak lagi mampu menepis kenyataan. Dengan 276 orang masih hilang dan lebih dari 5.000 luka-luka, ia menunduk dan meminta maaf. Permintaan maaf yang lahir bukan dari protokol, tetapi dari hantaman rasa bersalah yang terlambat, namun tetap berarti.

Pejabat kedua, Menko PMK Pratikno, berdiri di hadapan publik pada 3 Desember 2025 dan mengakui bahwa negara belum maksimal dalam penanganan bencana ini. Ia menyebut duka Sumatra sebagai duka bersama bangsa. Pada tragedi yang merusak 655 fasilitas umum, 72 fasilitas kesehatan, 383 sekolah, 200 rumah ibadah, 29 gedung kantor, dan 64 jembatan, ia menjadi suara yang mengakui kekurangan negara, di saat banyak pejabat lain lebih memilih menghilang bersama bayangan mereka sendiri.

Kemudian muncul pejabat negara ketiga. Nama yang tidak pernah dibayangkan akan berdiri sejajar dalam momen pilu seperti ini, Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Pada sebuah negeri yang sering mengandalkan selebritas sebagai simbol harapan, justru Raffi yang muncul membawa nada paling manusiawi. Bersama Nagita Slavina, ia meminta maaf kepada korban banjir dan longsor Sumatera bukan karena ia bersalah, tetapi karena ia merasa seharusnya hadir lebih cepat menemani rakyat yang sedang luluh lantak.

Namun permintaan maaf itu tidak datang sendirian. Raffi mengirimkan Rp15 miliar sebagai bantuan pribadi, dibagi tiga, masing-masing Rp5 miliar untuk Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Bantuan itu diterima langsung oleh pejabat daerah, Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, Gubernur Sumut Bobby Nasution, dan perwakilan Pemerintah Aceh melalui Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi. Melalui manajernya, Prio yang turun langsung sebagai penyampai amanah, Raffi menunjukkan pejabat non-struktural pun bisa hadir dengan cara yang konkret.

Dalam video call yang diunggah Wakil Gubernur Vasco, Raffi mengulangi permintaan maafnya. “Maaf kami belum ke sana,” ujarnya, berjanji akan hadir memberi dukungan psikososial, membantu penyintas bangkit dari trauma. Kata-katanya sederhana, namun di tengah bencana tanda tangan ini, ada ketulusan yang terasa lebih hangat daripada banyak pidato pejabat yang datar.

Namun betapa pun manisnya kata maaf itu, kenyataan tetap pahit. Ada 940 orang sudah tiada, 276 belum ditemukan, ribuan luka-luka, dan ratusan fasilitas runtuh. Dalam bencana tanda tangan yang menghancurkan ini, hanya tiga pejabat negara yang berani meminta maaf. Di situlah kekecewaan itu lahir. Bukan pada mereka yang meminta maaf, tetapi pada yang tidak. Sebuah negeri besar, namun keberanian moralnya terasa begitu kecil.(*)

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serah Terima Jabatan, Pj Bupati Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Belu

    Serah Terima Jabatan, Pj Bupati Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Belu

    • calendar_month Sen, 29 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Fo liman ba malu, fo neon ba malu hadi’a Rai Belu (Mari bergandengan tangan, bersatu hati dan pikiran membangun Tanah Belu). Jangan lagi ada sekat di antara kita,” kata Kepala Badan Keuangan NTT dalam sambutan Serah Terima Jabatan dari mantan Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, S.Pi., kepada Penjabat (Pj) Bupati Belu, […]

  • Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    Ultah Ke-57 Partai Golkar, DPD II Belu Target Rebut Kursi Pimpinan DPRD 2024

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Partai Golongan Karya (Golkar) ulang tahun ke–57 pada Rabu, 20 Oktober 2021. Bertepatan usia partai di atas setengah abad ini, Dewan Pimpinan Daerah tingkat II Belu, Provinsi NTT bersama segenap kader dan pengurus mengisinya dengan menyelenggarakan tiga jenis kegiatan utama, di antaranya melayani  7.600 dosis vaksinasi Covid–19 bagi masyarakat umum di […]

  • Jaga Nyala Listrik di Pulau Rote, PLN Pasok 1,8 Ton BBM via KN Nipa

    Jaga Nyala Listrik di Pulau Rote, PLN Pasok 1,8 Ton BBM via KN Nipa

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    PLN tetap bersikap transparan mengenai kondisi kecukupan daya. Manager PLN ULPL Kupang, Agung Subangun, merincikan dampak dari pasokan 185 kiloliter tersebut terhadap durasi nyala listrik.   Rote Ndao | Saat tantangan cuaca ekstrem melanda perairan Nusa Tenggara Timur, sehingga terbit larangan berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III sejak lebih kurang 14 […]

  • Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

    Dalil Nomenklatur, SAHABAT Jilid I Abaikan Kematian Ribuan Babi Milik Warga Belu

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintahan Kabupaten Belu di bawah pimpinan SAHABAT Jilid I, Wilibrodus Lay – JT. Ose Luan menorehkan rasa kecewa bagi para peternak babi di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/22/jika-paket-sehati-menang-pelayanan-di-pemda-belu-satu-garis-lurus/ Berdalil ketiadaan nomenklatur (penamaan yang dipakai dalam bidang tertentu), Bupati Belu Wili […]

  • Gubernur NTT Ajak Perbankan Kolaborasi Bangun Ekonomi Rakyat

    Gubernur NTT Ajak Perbankan Kolaborasi Bangun Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) minta agar Bank Artha Graha ikut berperan dalam membangun potensi -potensi yang saat ini ada di NTT. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada acara peresmian Kantor Bank Artha Graha Internasional Cabang Kupang, pada Selasa, 16 Maret 2021. Saat ini […]

  • Mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Juara Pidato Antarkampus

    Mahasiswa Psikologi Kristen IAKN Kupang Juara Pidato Antarkampus

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Selebrasi krida Duta Bahasa bagi aktivis sekolah dan aktivis kampus penggerak literasi bertema “Pengutamaan Bahasa Negara” dihelat oleh Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 17—18 Oktober 2024 di Hotel Aston Kupang. Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa kampus yakni Universitas Citra Bangsa (UCB), Universitas Kristen Arta Wacana ( UKAW) Kupang, Institut […]

expand_less