Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » IMO-Indonesia Pecut Pembentukan Satgas Informasi Bencana Sumatra

IMO-Indonesia Pecut Pembentukan Satgas Informasi Bencana Sumatra

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Des 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar

Loading

Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menyoroti pentingnya pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus yang menangani soal arus informasi dan update penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

 

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk satuan tugas (satgas) yang fokus utamanya pada rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di hadapan jajaran anggota Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, utusan khusus Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri, Presiden Prabowo menilai situasi pascabencana di Sumatra saat ini terkendali sehingga perlu dipersiapkan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana.

“Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, dan kita sudah merencanakan, segera akan kita bentuk, apakah kita namakan badan atau satgas rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Presiden Prabowo kepada jajarannya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.

Menimpali kondisi ini, Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail, menyoroti pentingnya pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus yang menangani soal arus informasi dan update penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Yakub menilai, ketiadaan satgas informasi ini berpotensi menimbulkan simpang siur informasi, keterlambatan update resmi penanganan bencana, serta lemahnya koordinasi pemberitaan di tengah tingginya atensi publik akan informasi yang cepat, akurat, dan kredibel seputar perkembangan penanganan bencana di Sumatra.

Melihat situasi ini, Yakub mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera membentuk Satgas Pengelolaan Informasi dan Media Penanganan Bencana Sumatra.

“Satgas ini diharapkan menjadi pusat koordinasi informasi dengan melibatkan seluruh media nasional, baik pusat maupun daerah, khususnya asosiasi badan usaha media, bukan semata asosiasi wartawan,” kata Yakub du Jakarta, Selasa,16 Desember 2025.

Pelibatan badan usaha media, tekan Yakub Ismail, menjadi urgen karena media sebagai institusi mempunyai sistem manajemen redaksi, jaringan distribusi, dan tanggung jawab perusahaan yang memungkinkan kelancaran pemberitaan dan keberlanjutan arus informasi.

Dengan demikian, kata Yakub, Satgas yang akan dibentuk tidak hanya menjadi ruang koordinasi pewarta, tetapi juga wadah sinergi antarkorporasi media dalam mendiseminasikan narasi kebencanaan yang utuh, berimbang dan bertanggung jawab.

Di samping itu, Yakub juga menekankan terkait peran strategis pers nasional dalam membangun diplomasi media di kancah global, utamanya dalam pemberitaan penanganan bencana Sumatra.

Menurut Yakub, di era konektivitas digital yang semakin masif, informasi mengenai bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara dengan cepat menjadi konsumsi publik internasional. “Jika tidak didukung dengan pengelolaan pemberitaan yang baik, dapat menimbulkan persepsi bias, liar, dan simpang siur di mata masyarakat global yang mana hal tersebut dapat membentuk persepsi negatif yang merugikan reputasi bangsa,” terangnya.

Yakub lalu menegaskan bahwa diplomasi media nasional bukanlah upaya menyembunyikan fakta, tetapi mengemas informasi dengan penuh tanggung jawab, akurat, kontekstual, dan sesuai prosedur penanganan bencana secara berhati-hati.

“Media nasional mempunyai peran penting dalam menjelaskan langkah-langkah pemerintah, kerja kemanusiaan lintas sektor, serta kepatuhan terhadap standar internasional penanggulangan bencana,” cetusnya.

Narasi yang terukur dan berbasis data, karnanya kata Yakub akan membangun kepercayaan publik internasional bahwa Indonesia memiliki kapasitas, tata kelola, dan komitmen kuat dalam menghadapi bencana.

Selain itu, diplomasi media yang dikelola dengan baik dapat memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring kemanusiaan global.

Pemberitaan yang kredibel membuka ruang sinergi dan kolaborasi yang lebih luas, mempercepat dukungan internasional, serta menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi objek pemberitaan bencana, tetapi juga subjek aktif yang mampu mengelola krisis secara profesional dan penuh rasa tanggung jawab.

“Inilah mengapa pembentukan Satgas informasi dan media sangat diperlukan agar pers nasional dapat bekerja serempak, solid, dan penuh dedikasi di mata dunia,” tandas Yakub.(*)

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puan Maharani Terima Penghargaan Saat Demo di DPR

    Puan Maharani Terima Penghargaan Saat Demo di DPR

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Selain Puan, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh lainnya, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.   Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan Tanda Kehormatan Negara kepada 141 tokoh dari berbagai latar belakang di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan […]

  • Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan

    Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan

    • calendar_month Kam, 3 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Jawa Barat periode 2018—2023, Ridwan Kamil (RK) sementara gencar diterpa isu tak sedap terkait perselingkuhannya dengan artis majalah dewasa, Lisa Mariana. Tak ayal sang istri tercinta, Atalia Praratya pun angkat bicara dan berupaya menjalin komunikasi dengan sang pelakor yang telah mengembar-gemborkan telah memiliki anak dari hasil perselingkuhan dengan Kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil, […]

  • PLN Sediakan Tempat Cuci Tangan untuk Masyarakat

    PLN Sediakan Tempat Cuci Tangan untuk Masyarakat

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pandemi virus corona telah menjadi bencana global dan nasional saat ini, mengharuskan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan yakni disiplin mencuci tangan, menggunakan masker, dan secara ketat melakukan social distancing dan physical distancing. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur turut berperan dalam mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan […]

  • IMO-Indonesia Kukuhkan Delapan Dewan Pimpinan Wilayah di Tengah Pandemi

    IMO-Indonesia Kukuhkan Delapan Dewan Pimpinan Wilayah di Tengah Pandemi

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kembangkan organisasi di tengah pandemi Covid-19, IMO-Indonesia melangsungkan pengukuhan 8 (delapan) wilayah secara kolektif via aplikasi zoom di Auditorium Sekretariat DPP IMO-Indonesia pada Kamis siang, 1 Oktober 2020 siang. Kedelapan dewan pimpinan wilayah (DPW) IMO yakni Banten, Jatim, Lampung, Bengkulu, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Maluku. […]

  • Gerakan Indonesia Tertib, Instruksi  Kemenkopolhukam bagi K/L & Pemda

    Gerakan Indonesia Tertib, Instruksi Kemenkopolhukam bagi K/L & Pemda

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Banjarmasin, Garda Indonesia | Semua Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah telah diinstruksikan untuk melakukan inovasi bagi terwujudnya peningkatan ketertiban masyarakat di semua sendi kehidupan. Pasalnya, kehendak berperilaku tertib sebenarnya untuk memudahkan kehidupan masyarakat sendiri. Demikian pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Carlo B. Tewu mewakili Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum […]

  • Mengelola Sisi ‘Demand’ via Diversifikasi Pangan Lokal Ketimbang Impor

    Mengelola Sisi ‘Demand’ via Diversifikasi Pangan Lokal Ketimbang Impor

    • calendar_month Rab, 17 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Di samping sisi supply (pasokan) dalam program ketahanan pangan nasional, kita selayaknya juga merekayasa ulang sisi demand (permintaannya). Apa maksudnya?Sederhana. Maksudnya supaya kita tidak melulu tergantung pada satu komoditi utama pangan, yaitu beras. Kuliner Indonesia terkenal sangat bervariasi sumber karbohidrat dan kalorinya. Kita bicara soal umbi-umbian dan sagu misalnya, dengan segala […]

expand_less