“Bukan Kewenangan Kemenkeu” Purbaya Klaim Bisa Kuatkan Rupiah dalam Semalam
- account_circle Penulis
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- visibility 168
- comment 0 komentar

![]()
Meski mengaku mengetahui cara cepat mengatasi tekanan terhadap nilai Rupiah, namun Purbaya menegaskan dirinya bukan bank sentral yang memiliki kewenangan langsung menstabilkan nilai tukar.
Jakarta | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim mampu membalikkan tekanan nilai tukar rupiah menjadi penguatan terhadap dolar AS hanya dalam waktu satu hingga dua hari, bahkan semalam. Pernyataannya disampaikan pada awak media, Selasa, 20 Januari 2026, di tengah melemahnya rupiah yang hampir menembus level Rp 17.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah pada Selasa siang, 20 Januari, berada di level Rp 16.975 per dolar AS atau melemah sekitar 0,24 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Meski mengaku mengetahui cara cepat mengatasi tekanan terhadap nilai Rupiah, namun Purbaya menegaskan dirinya bukan bank sentral yang memiliki kewenangan langsung menstabilkan nilai tukar.
Ia menyebut perannya sebagai Menteri Keuangan adalah mengelola APBN, bukan mengambil kebijakan moneter.
Purbaya juga mengaku mengetahui secara pasti penyebab utama tekanan rupiah saat ini. Namun, ia enggan membeberkan penyebab tersebut ke publik karena menilai hal itu berada dalam ranah otoritas bank sentral. Ia menegaskan persoalan nilai tukar seharusnya menjadi kewenangan Bank Indonesia.
Menurut Purbaya, kondisi rupiah saat ini sudah jauh lebih lemah dibandingkan dengan fundamental ekonomi Indonesia. Ia menilai tidak ada alasan kuat bagi rupiah untuk terus melemah, terutama ketika arus modal asing justru masuk ke dalam negeri.
Karena itu, ia menilai Bank Indonesia perlu segera mengambil langkah yang sesuai untuk merespons kondisi tersebut.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar