Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Pejabat Kemenkeu Susah Tidur Gegara Defisit APBN

Pejabat Kemenkeu Susah Tidur Gegara Defisit APBN

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 87
  • comment 0 komentar

Loading

Purbaya pun melakukan rotasi besar-besaran terhadap 22 pejabat Bea dan Cukai sebagai langkah konkret memperkuat pengumpulan pajak dan kepabeanan.

 

Jakarta | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ketegangan luar biasa yang melanda internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada penutupan tahun anggaran 2025.

Defisit APBN tercatat melambung hingga Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB), nyaris melampaui batas aman konstitusi sebesar 3%. Kondisi kritis ini dipicu penerimaan negara yang tidak mencapai target, sementara belanja negara tetap ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Purbaya menyebut sejumlah pejabat Kemenkeu sampai tidak bisa tidur karena khawatir defisit melewati ambang batas.

Purbaya pun melakukan rotasi besar-besaran terhadap 22 pejabat Bea dan Cukai sebagai langkah konkret memperkuat pengumpulan pajak dan kepabeanan. Ia menegaskan ruang fiskal sangat terbatas, sehingga setiap kebijakan harus diambil dengan ekstra hati-hati agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan defisit lebih rendah Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Target pendapatan negara dipatok Rp 3.153,5 triliun, dengan belanja Rp 3.842,7 triliun.

Apa itu defisit?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), defisit adalah kekurangan (dalam anggaran belanja). Dalam hal ini, defisit biasanya terjadi dalam anggaran belanja suatu negara, baik dalam Skala pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun, defisit juga bisa terjadi dalam anggaran belanja suatu perusahaan, organisasi, bahkan perorangan.

Mengutip dari laman Investopedia, apa itu defisit diartikan sebagai kondisi keuangan dimana jumlah belanja melebihi pendapatan, nilai impor melampaui nilai ekspor, dan jumlah beban melebihi aset yang dimiliki.

Pada ekonomi sebuah negara, defisit yang bisa terjadi ialah defisit anggaran dan defisit perdagangan. Defisit anggaran terjadi ketika pemerintah melakukan belanja yang besarnya melebihi jumlah pendapatan yang diterimanya dalam suatu periode tertentu. Sementara, defisit perdagangan terjadi ketika nilai impor suatu negara lebih tinggi daripada nilai ekspor yang dilakukannya.

Faktor penyebab defisit

Defisit tidak terjadi tanpa alasan. Tentu saja, ada faktor penting yang menjadi penyebab dari kondisi tersebut. Dalam hal ini, faktor yang menyebabkan negara mengalami defisit meliputi:

• Pembangunan Negara

Untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sebuah negara, pemerintah harus gencar melakukan pembangunan di berbagai bidang. Namun, pembangunan ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan tidak jarang menjadi penyebab terjadinya defisit.

Adapun yang termasuk dalam agenda pembangunan negara meliputi pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi, meningkatkan pertahanan negara, memperbaiki sistem pendidikan, pembangunan daerah, hingga program untuk menanggulangi kemiskinan.

• Nilai tukar mata uang yang melemah

Nilai tukar mata uang suatu negara yang belum mandiri dan masih banyak terlibat hutang luar negeri akan sangat dipengaruhi oleh perubahan mata uang asing. Hal tersebut karena nilai pinjaman dihitung dengan valuta asing, sedangkan pembayaran cicilan pokok dan bunga pinjaman dihitung dengan mata uang negara peminjam.

Sehingga, ketika sedang terjadi depresiasi mata uang, maka utang yang harus dibayarkan akan bertambah. Dengan kata lain, besaran pembayaran cicilan pokok dan bunga cicilan akan membengkak atau melebihi dari anggaran sehingga dapat terjadi defisit.

• Rendahnya daya beli masyarakat

Pendapatan per kapita negara berkembang biasanya cenderung rendah sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat yang rendah pula. Namun, harga dari barang dan jasa yang ditawarkan cukup tinggi karena sebagian produksinya memiliki komponen impor.

Akibatnya, masyarakat berpendapatan rendah tidak mampu membelinya. Karena itu, pemerintah perlu mengeluarkan subsidi untuk barang-barang tersebut agar masyarakat bisa mendapatkannya.

• Pengeluaran saat inflasi

Ketika menyusun APBN, negara sebenarnya telah memiliki standar harga sendiri. Namun, kondisi pasar yang sangat dinamis bisa membuat harga meningkat setiap tahunnya.

Jika terjadi inflasi tidak terduga, maka pengeluaran pemerintah akan melebihi dari yang telah dianggarkan. Alhasil, pemerintah harus melakukan revisi pada APBN dan mengeluarkan biaya besar untuk menutupi kelebihan biaya yang terjadi akibat inflasi.

• Realisasi yang tidak sesuai target

Saat menyusun APBN, pemerintah juga membuat rencana sumber penerimaan negara. Ketika realisasi penerimaan tersebut tidak sesuai dengan yang direncanakan, maka pemerintah perlu menutup kekurangan biaya agar pembangunan dapat direalisasikan sesuai rencana.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bae Sonde Bae Flobamora” Refleksi Fanatisme Anak Negeri

    “Bae Sonde Bae Flobamora” Refleksi Fanatisme Anak Negeri

    • calendar_month Sab, 18 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Yucundianus Lepa Menteri Dalam Negeri di era Soekarno, Sanusi  Hardjadinata dalam sebuah kesempatan menerima kunjungan Tim Pejuang Pembentukan Provinsi Baru dari negeri Flobamora di Jakarta, menghadang Frans Sales Lega sang juru bicara dengan sebuah pertanyaan, “Berapa sarjana yang kamu punya untuk membentuk provinsi?”. Lega tahu persis, ke mana arah pertanyaan Pak Menteri tersebut. […]

  • Politisasi Pembangunan dan Budaya Korupsi Kekuasaan

    Politisasi Pembangunan dan Budaya Korupsi Kekuasaan

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Karolus Leo, Mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Hiruk-pikuk ketidakpastian pembangunan di Indonesia seharusnya menjadi proses yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan sebagai simbol kemajuan suatu daerah maupun bangsa. Jalan yang mulus, jembatan yang megah, waduk yang mengkilap, gedung sekolah yang glamor, pusat layanan kesehatan yang berkilau. Namun, […]

  • Wagub NTT Dukung Pengembangan PLTP Ulumbu di Manggarai

    Wagub NTT Dukung Pengembangan PLTP Ulumbu di Manggarai

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Flores merupakan salah satu pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan potensi panas bumi yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pulau Flores menyimpan sumber daya sebesar hampir 1.000 MW dan cadangan sebesar 402,5 MW panas bumi. Potensi luar biasa itu mendorong Pemerintah Pusat, dalam […]

  • Konsistensi Gerakan Peduli Sampah Bersihkan Wajah Kotor Kota Kupang

    Konsistensi Gerakan Peduli Sampah Bersihkan Wajah Kotor Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gerakan Peduli Sampah (GPS) yang terbentuk pada Februari 2019 konsisten dan berkomitmen membersihkan sampah yang bertebaran yang merusak wajah Kota Kupang. Aksi simpatik, edukasi, dan duplikasi yang dilakukan oleh GPS konsisten dihelat pada setiap akhir pekan [setiap sabtu pagi], seperti pada Sabtu pagi, 27 Juni 2020 pukul 07.30 WITA—selesai di areal […]

  • Dari NTT untuk Dunia, Rumput Laut Semau Tanpa Bahan Kimia

    Dari NTT untuk Dunia, Rumput Laut Semau Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Semau, Garda Indonesia | “Pengeringan rumput laut tanpa menggunakan bahan kimia dan ke depan, hasil olahannya dapat menjadi produk yang membanggakan NTT di mata nasional dan internasional karena merupakan produk yang ramah terhadap lingkungan,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam kunjungannya ke pabrik pengolahan rumput laut CV. Agar Kembang di Dusun Amdoke, Desa […]

  • Rajin Donor Darah, Istri Ferdy Sambo Panen Remisi 9 Bulan

    Rajin Donor Darah, Istri Ferdy Sambo Panen Remisi 9 Bulan

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Loading

    Putri Candrawathi telah menjalani hukuman kurang lebih tiga tahun. Ia sebelumnya divonis 20 tahun penjara pada Februari 2023 dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.   Banten | Ratusan narapidana perempuan di Lapas Kelas IIA Tangerang, Banten, mendapatkan remisi dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Salah satunya adalah Putri Candrawathi, […]

expand_less