Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

Loading

Pemprov NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

 

Ngada | Peristiwa tragis mengguncang dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT) usai seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis siang, 29 Januari 2026.

Bocah naas itu diketahui akrab disapa Yohanes (YBR) meninggal dunia akibat bunuh diri, diduga karena tidak dibelikan buku dan pensil untuk sekolah. Kasus ini menyita perhatian publik nasional dan membuka persoalan serius terkait kemiskinan, akses pendidikan, serta bantuan sosial.

Dilansir dari detikNews, semasa hidupnya, YBR (10) bocah naas tersebut hidup bersama neneknya di pondok bambu reot berukuran sekitar 2×3 meter. Sejak usia 1 tahun 7 bulan, YBR hidup terpisah dari ibunya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat si ibu harus membagi perhatian untuk lima anak. YBR kemudian hidup bersama neneknya (85 tahun) di pondok kecil milik keluarga di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Diketahui, selama 11 tahun tinggal di Ngada, keluarga ini tak tersentuh oleh bantuan sosial hanya karna masalah administrasi KTP. Mereka adalah warga yang tidak terlihat oleh jaring pengaman negara. Birokrasi yang kaku sering kali membunuh lebih cepat daripada rasa lapar. Ketika kertas dokumen lebih berharga dari pada nyawa manusia.

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa keluarga siswa tersebut tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena kendala data kependudukan. Kondisi ini membuat keluarga tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya bisa meringankan beban ekonomi mereka. Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kondisi keluarga korban yang hidup dalam keterbatasan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

Korban diketahui sebagai anak yang cerdas dan rajin belajar. Ia disebut memiliki semangat sekolah yang tinggi meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Fakta ini menambah duka mendalam bagi keluarga, guru, dan masyarakat sekitar.

Kasus ini memicu gelombang empati sekaligus kritik keras terhadap sistem perlindungan sosial dan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal. Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bahwa persoalan kemiskinan struktural, administrasi kependudukan, dan akses pendidikan masih menjadi tantangan besar. Publik mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan karena persoalan ekonomi dan birokrasi.

Gubernur NTT berduka cita dan tegaskan perbaikan sistem perlindungan sosial

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas tewasnya bocah YBR di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada.

Ditekankan Gubernur Laka Lena, peristiwa ini bukan semata-mata tragedi keluarga, melainkan kegagalan kolektif berbagai sistem baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan dalam mendeteksi lebih dini serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Kejadian ini, imbuh Laka Lena, merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan kita bersama, sekaligus pengingat bahwa masih terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Saya berduka cita mendalam dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT,” ungkapnya kepada awak media di Kupang, 4 Februari 2026.

Sejak menerima informasi tersebut, Gubernur Laka Lena telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur Laka Lena pun menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

“Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan,” tegasnya.

Gubernur Laka Lena telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk camat, lurah, kepala desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Provinsi NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegas Gubernur Laka Lena.

Pemerintah Provinsi NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama, demi memastikan NTT menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak TTS Sehari Belajar di Luar Kelas Bersama Menteri Bintang

    Anak TTS Sehari Belajar di Luar Kelas Bersama Menteri Bintang

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Soe-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangkaian kunjungan kerja perdana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri PPPA Bintang Puspayoga turut dan larut dalam kebersamaan Sehari Belajar di Luar Kelas bersama anak-anak di SMP Kristen Harapan, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis, 7 November 2019. Sehari Belajar di Luar Kelas bersama anak-anak merupakan rangkaian […]

  • Terkait Izin Lab Biokesmas NTT, Dinkes Kota Kupang Beber Poin Pelanggaran

    Terkait Izin Lab Biokesmas NTT, Dinkes Kota Kupang Beber Poin Pelanggaran

    • calendar_month Kam, 26 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota Kupang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengawasi semua sarana kesehatan, laboratorium dan klinik di wilayah Kota Kupang, termasuk Laboratorium Biokesmas Provinsi NTT. Terkait pengawasan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, pada Kamis, 26 Agustus 2021, menjelaskan sesuai dengan […]

  • Biboki, Sebuah Kerajaan ‘Bufferzone’

    Biboki, Sebuah Kerajaan ‘Bufferzone’

    • calendar_month Sen, 14 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : RD. Mikhael Valens Boy, Fakultas Filsafat Unwira Sebelum ketibaan bangsa Portugis di abad XV dan Belanda di abad XVII di Pulau Timor, sudah terdapat satu kerajaan tradisional di pusaran Pulau Timor berbernama Biboki.  Kata ‘Biboki’ terkomposisi dari dua kata, yaitu preposisi ‘Bi’ yang berarti ‘Di’, dan kata benda ‘Boki’ artinya ‘Penyangga’, ‘Penyeimbang’. Menurut […]

  • Sampai Kapan

    Sampai Kapan

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Dahlan Iskan Pengusaha besar dan kecil kali ini bisa bersatu: sama-sama mempertanyakan pertanyaan yang sama. Pertama: apakah kabinet baru ini bisa diharap untuk lebih baik. Kedua: ekonomi lesu ini sampai kapan? Mungkin yang bisa menjawab Budi Ari. Atau wamen lain yang selalu punya jawaban untuk pertanyaan apa saja. Saya tidak mampu menjawab. Mungkin baik […]

  • PLN UIP Nusra dan PLN UIW NTT Tinjau Keamanan K3 PLTP Mataloko

    PLN UIP Nusra dan PLN UIW NTT Tinjau Keamanan K3 PLTP Mataloko

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Dari sisi keamanan, PLTP Mataloko telah menerapkan sistem pemantauan ketat untuk mengurangi risiko terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Langkah-langkah seperti kontrol emisi gas dan pengolahan limbah geothermal juga diterapkan guna memastikan tidak ada dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan ekosistem setempat.   Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) dan PT […]

  • Konfirmasi Varian Baru Korona, Presiden Imbau Masyarakat Tetap Tenang

    Konfirmasi Varian Baru Korona, Presiden Imbau Masyarakat Tetap Tenang

    • calendar_month Kam, 4 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang terkait konfirmasi mengenai dua kasus positif mutasi virus korona dari Inggris (B.1.1.7) di Indonesia. Melalui pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, 4 Maret 2021, Presiden menerangkan kondisi dua orang yang terpapar varian baru dari virus korona tersebut. […]

expand_less