Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

Tamparan Dunia Pendidikan NTT, Siswa SD Bunuh Diri Gegara Keluarganya Tak Mampu Beli Buku

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 663
  • comment 0 komentar

Loading

Pemprov NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

 

Ngada | Peristiwa tragis mengguncang dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT) usai seorang siswa kelas IV SDN Rutowaja, Desa Nenawea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh, Kamis siang, 29 Januari 2026.

Bocah naas itu diketahui akrab disapa Yohanes (YBR) meninggal dunia akibat bunuh diri, diduga karena tidak dibelikan buku dan pensil untuk sekolah. Kasus ini menyita perhatian publik nasional dan membuka persoalan serius terkait kemiskinan, akses pendidikan, serta bantuan sosial.

Dilansir dari detikNews, semasa hidupnya, YBR (10) bocah naas tersebut hidup bersama neneknya di pondok bambu reot berukuran sekitar 2×3 meter. Sejak usia 1 tahun 7 bulan, YBR hidup terpisah dari ibunya. Kondisi ekonomi yang sulit membuat si ibu harus membagi perhatian untuk lima anak. YBR kemudian hidup bersama neneknya (85 tahun) di pondok kecil milik keluarga di kebun, berbeda desa dengan ibunya.

Diketahui, selama 11 tahun tinggal di Ngada, keluarga ini tak tersentuh oleh bantuan sosial hanya karna masalah administrasi KTP. Mereka adalah warga yang tidak terlihat oleh jaring pengaman negara. Birokrasi yang kaku sering kali membunuh lebih cepat daripada rasa lapar. Ketika kertas dokumen lebih berharga dari pada nyawa manusia.

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa keluarga siswa tersebut tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) karena kendala data kependudukan. Kondisi ini membuat keluarga tidak mendapatkan bantuan yang seharusnya bisa meringankan beban ekonomi mereka. Penjelasan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kondisi keluarga korban yang hidup dalam keterbatasan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

Korban diketahui sebagai anak yang cerdas dan rajin belajar. Ia disebut memiliki semangat sekolah yang tinggi meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit. Fakta ini menambah duka mendalam bagi keluarga, guru, dan masyarakat sekitar.

Kasus ini memicu gelombang empati sekaligus kritik keras terhadap sistem perlindungan sosial dan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tertinggal. Peristiwa ini pun menjadi pengingat keras bahwa persoalan kemiskinan struktural, administrasi kependudukan, dan akses pendidikan masih menjadi tantangan besar. Publik mendesak adanya perbaikan menyeluruh agar tidak ada lagi anak yang kehilangan masa depan karena persoalan ekonomi dan birokrasi.

Gubernur NTT berduka cita dan tegaskan perbaikan sistem perlindungan sosial

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas tewasnya bocah YBR di Desa Jerebu’u, Kabupaten Ngada.

Ditekankan Gubernur Laka Lena, peristiwa ini bukan semata-mata tragedi keluarga, melainkan kegagalan kolektif berbagai sistem baik pemerintahan, sosial, budaya, keagamaan, dan pendidikan dalam mendeteksi lebih dini serta memberikan pertolongan yang cepat dan tepat kepada warga yang membutuhkan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.

Kejadian ini, imbuh Laka Lena, merupakan tamparan keras bagi nurani dan kemanusiaan kita bersama, sekaligus pengingat bahwa masih terdapat celah serius dalam sistem perlindungan sosial yang harus segera dibenahi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Saya berduka cita mendalam dan mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga. Kita berdoa agar anak kita yang tercinta ini diterima di sisi Tuhan, dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga agar kejadian serupa tidak pernah terulang di seluruh pelosok NTT,” ungkapnya kepada awak media di Kupang, 4 Februari 2026.

Sejak menerima informasi tersebut, Gubernur Laka Lena telah berkoordinasi langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Ngada, serta jajaran pemerintah dan unsur non-pemerintah di daerah. Pemerintah memastikan proses pemakaman dilakukan dengan layak serta mendorong penyelesaian seluruh persoalan sosial dan adat yang menyertai peristiwa ini.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada juga akan memberikan dukungan menyeluruh kepada keluarga korban, termasuk pendampingan pemulihan trauma serta bantuan yang dibutuhkan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan membantu pembangunan rumah layak huni bagi keluarga korban.

Gubernur Laka Lena pun menegaskan pentingnya perbaikan dan penguatan sistem pengaman sosial (social safety net) agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini. Salah satu perhatian utama adalah pendataan dan administrasi kependudukan, yang menjadi syarat penting agar masyarakat miskin dapat mengakses bantuan sosial.

“Jangan sampai hanya karena persoalan administrasi kependudukan, warga miskin kehilangan hak atas bantuan. Ini soal kemanusiaan. Data adalah pintu masuk semua layanan,” tegasnya.

Gubernur Laka Lena telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga desa termasuk camat, lurah, kepala desa, RT/RW serta mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan untuk bersama-sama aktif mendata dan memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat, terutama mereka yang berpindah domisili dan belum tertib administrasi.

Pemerintah Provinsi NTT sementara menyiapkan mekanisme respons cepat lintas sektor agar kasus-kasus darurat sosial dapat segera ditangani tanpa terhambat birokrasi, termasuk kemungkinan pembentukan skema bantuan sosial darurat berbasis solidaritas.

“Ini harus menjadi kejadian terakhir. Tidak boleh ada lagi anak-anak atau keluarga miskin di NTT yang kehilangan masa depan karena keterlambatan sistem kita,” tegas Gubernur Laka Lena.

Pemerintah Provinsi NTT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga, peduli terhadap lingkungan sekitar, dan tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama, demi memastikan NTT menjadi rumah yang aman dan manusiawi bagi semua.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Izinkan 102 Wilayah Lakukan Aksi Warga Produktif & Aman Covid-19

    Pemerintah Izinkan 102 Wilayah Lakukan Aksi Warga Produktif & Aman Covid-19

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk melaksanakan aksi kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Hal itu sebagaimana atas arahan Presiden Joko Widodo kepada Ketua Gugus Tugas Doni Monardo pada Jumat, 29 Mei […]

  • Tujuh Kebiasaan Kecil Yang Membuat Pernikahan Lebih Bahagia

    Tujuh Kebiasaan Kecil Yang Membuat Pernikahan Lebih Bahagia

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Loading

    Konflik rumah tangga jarang berasal dari masalah besar. Justru hal-hal kecil yang terabaikan setiap hari yang perlahan mengikis kedekatan emosional. Psikolog hubungan John Gottman menemukan bahwa lebih dari separuh pernikahan runtuh bukan karena perselingkuhan atau pertengkaran hebat, tetapi karena hilangnya “kebiasaan kecil” yang menjaga kehangatan. Temuan ini mengejutkan banyak orang karena ternyata kebahagiaan pernikahan bukan […]

  • ‘Donasi Covid-19 Bank NTT’ 275 Juta untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

    ‘Donasi Covid-19 Bank NTT’ 275 Juta untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Niat Bank NTT dilakukan melalui pencegahan dengan cara sebagian karyawan bekerja dari rumah (work from home) dan berdiam diri di rumah dan mengajak berbagai pihak (masyarakat dan nasabah) agar peduli terhadap wabah corona virus (Covid-19) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Manajemen Bank NTT melalui Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry […]

  • Upacara HUT Ke–76 Republik Indonesia di Daerah Dilaksanakan Sederhana

    Upacara HUT Ke–76 Republik Indonesia di Daerah Dilaksanakan Sederhana

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sehubungan dengan situasi pandemi Covid–19, dengan merujuk pada surat edaran Menteri Sekretaris Negara, bahwa penyelenggaraan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke–76 Kemerdekaan Rl tahun 2021 tingkat daerah dilaksanakan secara sederhana, khidmat, minimalis, dan mengutamakan penerapan protokol kesehatan. Hal ini disampaikan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH,FINASIM. saat memimpin rapat persiapan […]

  • Ketua DPR : ‘Bijaklah Lihat Rekam Jejak & Akhlak Setiap Figur Calon!’

    Ketua DPR : ‘Bijaklah Lihat Rekam Jejak & Akhlak Setiap Figur Calon!’

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua DPR Bambang Soesatyo mengimbau dan mengajak semua WNI pemegang hak memilih menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara, Rabu 17 April 2019. Pemilu serentak 2019 akan memilih anggota DPR/DPRD, serta Presiden dan Wakil Presiden. Untuk menghindari salah pilih, warga negara pemegang hak memilih hendaknya melihat rekam jejak serta riwayat akhlak […]

  • Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Terduga Teroris di Sulsel & Sulteng

    Densus 88 Antiteror Tangkap Lima Terduga Teroris di Sulsel & Sulteng

    • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap terduga teroris pada Jumat, 20 Agustus 2021. Kelima terduga teroris tersebut ditangkap di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng). “Densus 88 Antiteror kembali menangkap lima tersangka teroris. Hari Jumat, tanggal 20 Agustus 2021. Penangkapan dilakukan terhadap lima tersangka di dua provinsi,” ujar Kabag Penum Divisi […]

expand_less