TNI AD Nyatakan “Perang” Terhadap Sampah Pasca Prabowo Tegur Gubernur Bali
- account_circle Penulis
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 59
- comment 0 komentar

![]()
Aksi bersih di Pantai Kedonganan dipimpin Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi dan di Pantai Kuta dipimpin Irdam IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo W.G.
Denpasar | Merespons instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara resmi menyatakan “perang” terhadap sampah. Gerakan ini merupakan wujud nyata komitmen militer untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem di seluruh Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Kodam II/Sriwijaya memastikan kebersihan konsisten di area perkantoran, fasilitas publik, hingga situs cagar budaya. Sementara itu, Kodam IX/Udayana menghelat aksi konkret melalui karya bakti pembersihan sampah laut di Pantai Kedonganan dan Kuta, Bali.
Dilansir dari laman resmi Pusat Penerangan TNI, Selasa, 3 Februari 2026, kegiatan bertajuk “Aksi Bersama TNI-Polri, Pemda, dan Masyarakat” ini melibatkan sekitar 2.500 personel lintas instansi serta dukungan alat berat untuk membersihkan pesisir pantai.
Aksi bersih di Pantai Kedonganan dipimpin Kasdam IX/Udayana, Brigjen TNI Taufiq Hanafi dan di Pantai Kuta dipimpin Irdam IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo W.G. Tampak hadir ribuan peserta terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, komunitas lingkungan, pelajar, serta masyarakat setempat yang bersatu membersihkan kawasan pantai.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya memerangi sampah harus melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari instansi pemerintah, TNI-Polri, BUMN, hingga institusi pendidikan. Penegasan tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari.
Prabowo juga menekankan pentingnya keteladanan dari para pimpinan untuk meluangkan waktu membersihkan lingkungan kerja setiap harinya, menjadikan kebersihan sebagai budaya disiplin nasional yang baru.
Pada saat itu, Prabowo pun menegur secara terbuka jajaran pemerintah daerah Bali, termasuk gubernur dan para bupati, terkait persoalan sampah yang dinilai sudah mencemari lingkungan dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan harus dihadapi dengan kerja nyata dan kepemimpinan yang tegas.
“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Tapi, kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegasnya.
Prabowo menyoroti secara khusus kondisi pantai-pantai di Bali yang dinilai telah mencoreng citra pariwisata Indonesia. Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerima langsung keluhan dari tokoh-tokoh luar negeri mengenai kondisi Bali yang makin kotor. (*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Indonesia Defense











Saat ini belum ada komentar