Jinakkan Api, Latihan Keselamatan PLN UP2B NTT dan Damkar Kota Kupang
- account_circle Penulis
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 62
- comment 0 komentar

![]()
Manager UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menekankan pentingnya meredam kepanikan dalam situasi genting seperti pada saat terjadi kebakaran.
Kupang |Guna mengutamakan keselamatan jiwa di atas segalanya, PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) NTT bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, menyosialisasikan dan simulasi pemadaman kebakaran di lingkungan kantor, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Simulasi ini bertujuan membekali pegawai dengan ketenangan dan keterampilan teknis saat menghadapi situasi darurat dan bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menumbuhkan budaya peduli dan tanggap darurat. Mengingat kebakaran sering kali memicu kepanikan yang menghambat reaksi cepat, latihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) ini dirancang agar setiap insan PLN mampu berpikir jernih dan bertindak sigap, baik di tempat kerja maupun di lingkungan rumah.
Manager UP2B NTT, Andi Martha Siswahyudi, menekankan pentingnya meredam kepanikan dalam situasi genting seperti pada saat terjadi kebakaran. “Sebagai bagian dari keluarga besar PLN, kesehatan dan keselamatan pegawai adalah prioritas mutlak. Dengan simulasi yang efektif, kami berharap pegawai tidak hanya tahu cara memegang APAR, tetapi juga memiliki mentalitas siap siaga yang kuat,” ungkapnya.
Simulasi yang diikuti dengan antusias oleh pegawai dan tim keamanan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kupang, Bertolomeus Geru, S.Sos. Ia mengapresiasi langkah proaktif PLN dalam memberikan edukasi keselamatan bagi personelnya.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kuncinya adalah ketenangan dan tindakan pencegahan dini agar api tidak meluas. Kesadaran yang dibangun PLN ini patut menjadi contoh bagi instansi lainnya,” ungkapnya.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang perusahaan yang paling berharga.
“Keselamatan kerja bukan hanya soal prosedur di atas kertas, tapi tentang jiwa manusia. Kami ingin setiap pegawai pulang ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat setiap harinya. Melalui simulasi ini, kita membangun insting perlindungan diri dan rekan kerja, sehingga risiko sekecil apa pun dapat dimitigasi sejak dini,” tegas Eko.
Dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, agenda ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian dan memperkokoh komitmen PLN dalam menghadirkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar