Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Safari Tarian Congka Sae dalam Harmoni Budaya Manggarai

Safari Tarian Congka Sae dalam Harmoni Budaya Manggarai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

Loading

Tarian Congka Sae merupakan salah satu manifestasi kebudayaan tradisional masyarakat Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merepresentasikan keterpaduan antara ekspresi seni, struktur sosial, dan sistem nilai budaya. Tarian ini menggambarkan kegembiraan kolektif dan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan masyarakat Manggarai.

Pada tarian Congka Sae, masyarakat Manggarai menunjukkan nilai-nilai solidaritas, kerja sama, dan keharmonisan sosial diekspresikan melalui rangkaian gerak yang dinamis, ritmis, dan penuh vitalitas.

Sementara, gerakan dalam tarian tersebut disusun secara terkoordinasi, mencerminkan hubungan antarpelaku budaya yang saling terikat dalam satu kesatuan sosial. Setiap gerakan memiliki simbol tertentu, baik yang berkaitan dengan proses kehidupan sosial, penghormatan terhadap leluhur, maupun ungkapan syukur atas hasil alam.

Oleh karena itu, tarian Congka Sae tidak hanya sekadar dipahami sebagai bentuk seni pertunjukan dan hiburan semata, namun juga sebagai medium simbolik yang memuat makna filosofis terkait kehidupan komunal, relasi manusia dengan alam, serta penghormatan terhadap leluhur yang hidup dalam struktur budaya masyarakat Manggarai, NTT.

Pada konteks tersebut, safari budaya tarian Congka Sae menjadi ruang strategis untuk merevitalisasi sekaligus memperkenalkan kembali makna mendalam tarian ini kepada masyarakat luas.

Safari budaya dapat dipahami sebagai kegiatan berkelanjutan yang menghadirkan kembali praktik budaya ke ruang-ruang sosial yang lebih luas, baik dalam lingkup komunitas adat maupun ruang publik modern. Melalui safari tarian Congka Sae masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk tidak hanya menyaksikan tarian sebagai tontonan, tetapi juga memahami nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.

Di sisi lain, safari budaya membuka ruang dialog antara tradisi dan konteks kekinian, sehingga tarian Congka Sae dapat terus hidup dan relevan tanpa kehilangan identitas budayanya. Hal ini menunjukkan bahwa safari budaya tidak semata berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga pada proses pemaknaan ulang dan penguatan identitas budaya lokal, sekaligus mencegah terjadinya reduksi makna tradisi akibat modernisasi.

Tarian Congka Sae juga melambangkan kegembiraan, semangat persaudaraan, dan rasa syukur kepada leluhur atau sang pencipta. Berasal dari kata Congka (menari) dan Sae (bersama-sama), tari ini diiringi musik gendang dan gong, awalnya dibawakan saat ritual adat seperti Penti atau syukuran, namun kini sering digunakan untuk penyambutan tamu penting.

Sejarah Tarian Congka Sae

Awal mulanya tarian ini berakar dari tradisi lisan dan ritual adat di wilayah Manggarai Raya. Saat itu, tarian ini hanya dipentaskan khusus dalam ritual adat seperti Penti (syukuran panen) atau Congko Lokap (peresmian rumah adat). Namun, Seiring berjalan waktu Congka Sae telah berkembang menjadi tarian penyambutan tamu terhormat, perayaan hari besar nasional, dan hiburan dalam berbagai acara sosial di wilayah Manggarai.

Makna simbol dalam Tarian Congka Sae

1. Kebersamaan dan kegembiraan

Tarian ini melambangkan kegembiraan masyarakat Manggarai dalam merayakan sesuatu secara bersama-sama. Gerak tari yang dilakukan secara berkelompok menggambarkan semangat kolektivitas serta kebahagiaan yang dirasakan masyarakat Manggarai ketika merayakan suatu peristiwa penting. Kebersamaan tersebut menegaskan kuatnya ikatan sosial dan rasa persaudaraan dalam kehidupan komunal masyarakat.

2. Rasa syukur

Tarian Congka Sae mengandung makna rasa syukur kepada Tuhan dan alam atas berkah yang diterima, terutama terkait dengan hasil panen dan kelangsungan hidup.

Melalui tarian ini, masyarakat mengekspresikan penghormatan dan terima kasih atas rezeki yang diperoleh, sekaligus memohon keberlanjutan kesejahteraan di masa mendatang.

3. Pelestarian budaya

Selain itu, Tarian Congka Sae juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya. Pelaksanaan tarian ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan terus dipentaskan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial, Tarian Congka Sae menjadi media penting dalam menjaga identitas budaya serta menanamkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.

Dengan demikian, Safari Tarian Congka Sae menjadi sarana penting dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menjembatani dialog antara tradisi dan konteks kekinian. Upaya ini berkontribusi pada pencegahan reduksi makna tradisi akibat modernisasi, serta memastikan bahwa Tarian Congka Sae tetap hidup, relevan, dan bermakna dalam kehidupan masyarakat Manggarai masa kini dan masa mendatang.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasat Reskrim Polres Belu Klarifikasi Dugaan Tim Buser Aniaya Mesak Bau

    Kasat Reskrim Polres Belu Klarifikasi Dugaan Tim Buser Aniaya Mesak Bau

    • calendar_month Jum, 8 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kasat Reskrim Polres Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Wira Satria Yudha, S.I.K. memberikan klarifikasi terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tim buser terhadap Masak Bau, warga Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang pergantian tahun 2020 di Dusun Halitoko, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, […]

  • Pilkada 2020, IMO-Indonesia DPW NTT Helat Webinar Protokol Kesehatan

    Pilkada 2020, IMO-Indonesia DPW NTT Helat Webinar Protokol Kesehatan

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tengah pandemi COVID-19, segera dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020 dan menjadi atensi IMO-Indonesia untuk turut berpartisipasi menyukseskan hajatan besar di 270 daerah. Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pilkada serentak bakal dilaksanakan di 9 kabupaten yakni Kabupaten TTU, Belu, Malaka, Sabu Raijua, Ngada, […]

  • Hanura Hingga Demokrat Daftar Ganda ke KPU, Ada Pula Partai Lain

    Hanura Hingga Demokrat Daftar Ganda ke KPU, Ada Pula Partai Lain

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Verifikasi administrasi bakal calon (balon) anggota DPD, DPRD provinsi dan DPR RI telah rampung dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) pada tanggal 15 Mei—23 Juni 2023 dan pada Sabtu, 24 Juni 2023, KPU NTT telah melakukan rapat koordinasi bersama partai politik dan balon DPD. Demikian disampaikan […]

  • Skenario ‘Law of Spider Web’ Peradin: Ferdy Sambo dkk Sulit Lolos

    Skenario ‘Law of Spider Web’ Peradin: Ferdy Sambo dkk Sulit Lolos

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kasus Polisi tembak Polisi yang menjadi atensi masyarakat luas kini tengah dalam penanganan para penegak hukum, setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung terkait dugaan pembunuhan serta obatruction of justice kasus Ferdy Sambo dkk kini bergulir ke Pengadilan. Pada Senin, 17 Oktober 2022, mata publik akan tertuju pada sidang […]

  • Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    Menkes Budi Gunadi Sadikin Akan Perkuat Sistem Hadapi Ancaman Virus

    • calendar_month Ming, 27 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan dirinya mendapatkan tugas untuk mengatasi masalah kesehatan akibat pandemi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia. “Kami ditugasi salah satunya adalah untuk mengatasi masalah yang disebabkan oleh virus SARS COV-2 ini,” ujar Budi usai diumumkan menjadi calon Menkes oleh Presiden Joko Widodo di beranda belakang […]

  • Temui KH Ma’ruf Amin, MPR RI Siap Helat Pelantikan Presiden & Wakil Presiden

    Temui KH Ma’ruf Amin, MPR RI Siap Helat Pelantikan Presiden & Wakil Presiden

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama pimpinan MPR RI mendatangi kediaman Wakil Presiden terpilih 2019—2024, KH Ma’ruf Amin pada Selasa, 15 Oktober 2019. Selain silaturahmi, pimpinan MPR RI juga menyampaikan hasil Rapat Konsultasi Pimpinan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI dengan KPU, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Kementerian Luar Negeri […]

expand_less