Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Anatomi Kegelisahan (The Cycle of Crisis)

Anatomi Kegelisahan (The Cycle of Crisis)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 78
  • comment 0 komentar

Loading

Secara akademis, perkembangan psikososial manusia dapat dipetakan melalui siklus krisis yang berkelanjutan. Dimulai dari teenage crisis (pencarian jati diri), berlanjut ke quarter-life crisis (keraguan masa depan), hingga mid-life crisis (penyesalan masa lalu). Fenomena ini bukanlah sebuah kerusakan mental, melainkan mekanisme alami manusia dalam memproses makna hidup.

Kegelisahan muncul dari diskrepansi antara keinginan (ekspektasi) dan kenyataan yang selalu berubah secara fluktuatif. Fahruddin Faiz menekankan bahwa sejarah hidup manusia sejatinya adalah sejarah kegelisahan itu sendiri; sebuah bukti bahwa kita adalah entitas yang lemah dan senantiasa membutuhkan pegangan di luar kapasitas diri kita sendiri.

Patologi sosial di “zaman edan”

Dalam perspektif sosiologi-politik yang tertuang dalam lirik Nocturno, masyarakat modern sering kali terjebak dalam kondisi “zaman edan” atau anomi sosial. Ini adalah kondisi di mana nilai-nilai moralitas mengalami degradasi sistemik, digantikan oleh pemujaan terhadap materi dan kekuasaan. Akal sehat dianggap sebagai hambatan, sementara keserakahan diadopsi sebagai ideologi baru.

Pada ekosistem yang korup, individu menghadapi tekanan (pressure) dan kesempatan (opportunity) yang luar biasa untuk melakukan penyimpangan. Bahaya terbesar bukan terletak pada kesalahan itu sendiri, melainkan pada proses rasionalisasi—di mana akal digunakan untuk membenarkan tindakan amoral sehingga nurani kehilangan “sense of guilt” atau rasa bersalahnya secara permanen.

Kebijaksanaan untuk “diam” (The Philosophy of Silence)

Saat kata-kata kehilangan maknanya di tengah hiruk-pikuk disinformasi, “diam” bertransformasi menjadi tindakan filosofis yang tinggi. Diam bukan sekadar absennya suara, melainkan bentuk kesadaran penuh (mindfulness). Dalam tradisi Taoisme dan Stoikisme, diam adalah bentuk pengenalan terhadap batasan kendali diri membedakan mana yang berada dalam otoritas kita dan mana yang merupakan hukum alam.

Setiap vibrasi negatif yang kita keluarkan melalui ucapan memiliki energi yang tidak hilang, melainkan menetap dalam ekosistem sosial. Dengan memilih untuk diam saat tidak memiliki sesuatu yang substantif atau positif untuk disampaikan, kita sebenarnya sedang menjaga higienitas jiwa dari polusi energi negatif yang merusak tatanan batin.

Mengasah mata hati (The Spiritual Cleansing)

Hati nurani berfungsi sebagai Panglima, sementara akal hanyalah pasukan pendukung. Tanpa kejernihan hati, akal akan bertindak sebagai pengacara bagi perilaku buruk, mencari ribuan justifikasi untuk menormalisasi kesalahan. Oleh karena itu, “mengasah mata hati” adalah kewajiban intelektual dan spiritual untuk memastikan navigasi hidup tetap berada pada jalur kebenaran.

Proses pembersihan jiwa (Muhasabah) harus dilakukan secara berkelanjutan melalui habituasi perbuatan positif. Secara teoretis, satu perbuatan baik memiliki kekuatan untuk menggeser residu negatif dalam batin. Kuncinya adalah konsistensi (istiqamah) dan keberanian untuk mengakui kekotoran diri tanpa terjebak dalam skeptisisme atau putus asa terhadap rahmat Tuhan.

Eksistensi kita di dunia ini memang “Kebak Kangelan” (penuh kesulitan). Namun, justru melalui tekanan dan kegelisahan itulah, manusia memiliki peluang untuk melakukan dialektika diri dan naik ke level kedewasaan yang lebih tinggi. Hidup tanpa masalah bukanlah sebuah berkah, melainkan sebuah stagnasi yang mematikan pertumbuhan karakter.

Nasionalisme dan cinta tanah air pun menjadi muara dari kejernihan jiwa ini memberikan yang terbaik melalui kapasitas ilmu dan ketangguhan mental (bandel). Kita ditantang untuk tidak hanya sekadar bertahan hidup, tetapi hidup dengan makna yang jernih di tengah dunia yang semakin keruh.

Pertanyaan untuk Anda: “Manakah yang lebih menakutkan: hidup dalam kegelisahan yang membuat kita terus mencari kebenaran, atau hidup dalam ketenangan palsu yang sebenarnya adalah hasil dari matinya hati nurani?. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTT Alami Deflasi 6 Bulan Beruntun April—September 2024

    NTT Alami Deflasi 6 Bulan Beruntun April—September 2024

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi 0,03 persen pada September 2024 month to month (MtoM) merupakan deflasi kedelapan selama tahun 2024 dan merupakan deflasi keenam secara beruntun pada April—September 2024. Sebelumnya, terjadi deflasi month to month (m-to-m) Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk periode Agustus 2024 sebesar 0,25 persen. Dan juga terjadi deflasi year […]

  • Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan Ke Depan pada 11—17 November 2019

    Waspada Potensi Hujan Lebat Sepekan Ke Depan pada 11—17 November 2019

    • calendar_month Sen, 11 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Melemahnya intensitas Siklon tropis ‘NAKRI’ di Laut Cina Selatan menyebabkan angin timuran di selatan ekuator turut mengalami pelemahan dan dapat meningkatkan aliran massa udara basah dari Asia masuk ke wilayah Indonesia. Deputi Bidang Meteorologi, Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. pada Minggu, 10 Nov 2019, mengatakan bahwa daerah pertemuan dan belokan […]

  • Wagub NTT Josef Nae Soi Peroleh Nama Baru dari Komunitas Tuli Kupang

    Wagub NTT Josef Nae Soi Peroleh Nama Baru dari Komunitas Tuli Kupang

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat ini telah memperoleh sebuah nama baru dari Komunitas Tuli Kupang (KTK); sebuah komunitas yang beranggotakan 50 orang disabilitas yang berdiri sejak tahun 2016. Pemberian nama baru tersebut diberikan oleh KTK saat kegiatan Pelantikan Forum PRB NTT Periode 2018—2020, di Anjungan Pantai Lasiana Kupang. ‘Kacamata’, […]

  • Gubernur Viktor : “Nekamese Hall Harus Lahirkan Generasi Melek Pariwisata!”

    Gubernur Viktor : “Nekamese Hall Harus Lahirkan Generasi Melek Pariwisata!”

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Saya sangat mengharapkan tempat ini mampu melahirkan generasi muda NTT, khususnya di kabupaten Kupang yang memahami tentang pariwisata. Apalagi saat ini sektor pariwisata menjadi penggerak utama pembangunan di NTT,” ujar Gubernur Nusa Tenggara, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Harapan Gubernur NTT ini disampaikan saat meresmikan Nekamese Convention Hall di Desa Oemasi, Kecamatan […]

  • IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Kritisi KUHP Baru

    IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Kritisi KUHP Baru

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia mendukung penuh Dewan Pers mengkritisi beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru disahkan. Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail menilai, beberapa poin yang turut dipersoalkan Dewan Pers juga menjadi catatan IMO sejak beleid tersebut hendak disahkan. “Kami juga sepaham dengan pihak Dewan Pers […]

  • Bank NTT Serahkan Kunci Kendaraan Kredit Tanpa DP & Bunga

    Bank NTT Serahkan Kunci Kendaraan Kredit Tanpa DP & Bunga

    • calendar_month Sen, 11 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) On The Street yang dipadukan dengan Colour Run & Fun Bike pada Sabtu, 9 Juli 2022, sukses besar. Dalam event  memperingati HUT ke-60 Bank NTT pada 17 Juli 2022 ini berlangsung di Taman LLBK Jalan Ikan Tongkol, Kelurahan LLBK. Pada acara  ini, Bank NTT menyerahkan 5 (lima) […]

expand_less