Gubernur NTT Siap Tindak Tegas Oknum Pemanipulasi Data Kemiskinan
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 40
- comment 0 komentar

![]()
Gubernur Laka Lena lalu memaparkan upaya penanganan kemiskinan melalui program bedah rumah bagi masyarakat miskin pada tahun 2026.
Jakarta | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena sementara mengecek setiap orang atau oknum-oknum yang secara sadar dan sengaja melakukan manipulasi atau memalsukan data-data kemiskinan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan tertentu.
“Kita harus tindak tegas setiap orang yang sengaja bermain-main dengan data kemiskinan ini. Jangan ada lagi yang bermain data kemiskinan yang akhirnya membuat program bantuan-bantuan sosial menjadi bermasalah dan tidak tepat sasaran,” tegasnya dalam sesi diskusi publik survei kepuasan masyarakat atas kinerja satu tahun Gubernur NTT, Emanuel Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, Jumat malam, 13 Februari 2026.
Gubernur Laka Lena pun menekankan, pihaknya bukan hanya saja menindak tegas pelaku yang bermain-main dengan data kemiskinan, tetapi menindak pula masyarakat golongan mampu secara ekonomi, namun secara sengaja menerima dan menikmati bantuan sosial karena bekerja sama dengan oknum yang memanipulasi data kemiskinan tersebut.
Selain itu, Gubernur Laka Lena juga menjelaskan upaya pengentasan kemiskinan dan penanganan stunting. ”Angka kemiskinan NTT saat bulan Februari 2026 ini sudah turun menjadi 17,5% dibandingkan bulan Maret tahun 2025 lalu dengan 18,6%. Menurut saya penurunan ini menandakan penanganan kemiskinan sudah berada pada jalurnya,” ungkapnya.
Laka Lena lalu memaparkan upaya penanganan kemiskinan melalui program bedah rumah bagi masyarakat miskin pada tahun 2026. “Kemudian untuk penanganan stunting sudah dimulai dengan pola orang tua asuh untuk mendorong percepatan penurunan stunting,” bebernya.
Pada sesi itu, Laka Lena juga menjelaskan upaya pemberdayaan ekonomi UMKM masyarakat NTT dengan pengembangan Program OVOP (one village, one product atau satu desa satu produk unggulan) serta menghadirkan NTT Mart sebagai upaya menciptakan pasar dalam memuliakan produk-produk hasil kerja masyarakat lokal.
”Kita juga akan terus mengawasi kelancaran program pemerintah pusat didaerah seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih,” tandas Gubernur Laka Lena.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Biro AdPim Setda NTT/Meldo Nailopo











Saat ini belum ada komentar