PLN Simulasi Keselamatan Kerja di PLTP Ulumbu
- account_circle Penulis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 33
- comment 0 komentar

![]()
Manggarai | PLN melalui Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) Mataloko menyosialisasikan penanganan gas berbahaya, simulasi pertolongan pertama, dan pemadaman api di area Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai, simulasi ini merupakan langkah strategis PLN untuk memastikan keandalan dan keamanan pasokan listrik bagi masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dihelat pada 26 Februari 2026 di area pembangkit PLTP Ulumbu dan diikuti oleh seluruh pegawai serta tenaga kerja pendukung. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi penanganan gas hidrogen sulfida (H2S) yang merupakan gas berbahaya dalam proses pemanfaatan panas bumi, simulasi bantuan hidup dasar/resusitasi jantung paru (BHD/RJP) sebagai langkah pertolongan pertama pada kondisi darurat, serta simulasi pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN menjaga keandalan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat NTT, terutama pada bulan suci Ramadan. ”PLN memastikan seluruh pembangkit beroperasi secara optimal dan aman, termasuk pembangkit berbasis energi terbarukan seperti PLTP Ulumbu. Kegiatan peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi salah satu kunci agar pasokan listrik tetap andal selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Eko.
Eko menambahkan bahwa PLTP Ulumbu memiliki peran strategis dalam menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Manggarai dan Flores bagian barat. Dengan kapasitas terpasang 10 MW, pembangkit ini memasok sekitar 50 persen kebutuhan listrik masyarakat di Kabupaten Manggarai.
Secara nasional, beber Eko, PLN menyiagakan 69 ribu personel dan 3.403 posko siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri. “Di NTT, kami juga melakukan hal yang sama untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa gangguan listrik,” tandasnya.
Manager ULPL Mataloko, Gabriel Gella, menjelaskan lingkungan kerja di area pembangkit panas bumi memiliki potensi bahaya yang harus dipahami oleh seluruh pekerja. “Kami memastikan setiap pekerja memiliki kemampuan dasar menghadapi kondisi darurat, termasuk melakukan pertolongan pertama dan menggunakan alat pemadam api dengan benar,” ujarnya.
Gabriel menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi semakin penting menjelang Ramadan karena PLTP Ulumbu beroperasi selama 24 jam penuh untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang meningkat, terutama pada waktu sahur dan berbuka puasa.
Materi sosialisasi dan praktik simulasi dipandu langsung oleh Epifanius Pankrasius Wandur, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Manggarai. Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai cara mendeteksi bahaya gas H2S sejak dini, penggunaan alat pelindung diri yang sesuai, serta prosedur penyelamatan diri apabila terjadi kondisi darurat.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung simulasi BHD/RJP, yakni langkah pertolongan pertama pada korban yang mengalami henti napas dan henti jantung. Seluruh peserta dibimbing melakukan teknik penekanan dada dan pemberian napas buatan sesuai standar. Selanjutnya, peserta juga berlatih memadamkan api menggunakan APAR, mulai dari teknik membuka pengaman, mengarahkan selang, hingga cara penyemprotan yang efektif dan aman.
PLTP Ulumbu merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berlokasi di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Pembangkit ini memanfaatkan energi panas dari perut bumi yang diolah menjadi listrik untuk menerangi ribuan rumah warga di wilayah barat Pulau Flores. Sebagai pembangkit berbasis energi terbarukan, PLTP Ulumbu menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian energi di Flores sekaligus mendukung upaya nasional menuju bauran energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
PLN terus berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat dari rumah tangga yang membutuhkan listrik untuk sahur dan berbuka puasa, hingga tempat ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, serta sektor usaha dan industri yang tetap bergerak melayani kebutuhan masyarakat. Dengan menjaga keselamatan di setiap lini operasional, PLN memastikan energi terus mengalir untuk Indonesia dari pembangkit hingga ke rumah-rumah warga di pelosok Flores dan seluruh NTT.
Melalui pemanfaatan energi panas bumi di PLTP Ulumbu, PLN juga menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih, terbarukan, dan berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. (*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar