Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Lonjakan Harga LPG, Winston Rondo : Pertamina Perlu Transparan Suplai

Lonjakan Harga LPG, Winston Rondo : Pertamina Perlu Transparan Suplai

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada dua bulan terakhir (Januari—Februari 2026) mengeluhkan lonjakan harga tabung LPG. Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan tabung gas produksi Pertamina ini di outlet maupun pengecer.

Lonjakan harga tabung LPG diungkapkan warga Oebufu, Prisha (32), menyebutkan di salah satu pengecer menjual Rp470.000. Sejurus dikatakan Wiwik (42), di lokasi tempat biasa ia berbelanja, tabung pink tersebut dijual seharga Rp335.000.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, Selasa,10 Maret 2026, menegaskan bahwa kelangkaan tabung LPG 12 kg yang terjadi di Kota Kupang hingga lonjakan harga di atas harga jual normal Rp270.000 mencapai kisaran harga Rp470.000 per tabung merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa.

“Gas LPG bukan barang mewah,” tegas Winston Rondo sembari menekankan tabung LPG merupakan kebutuhan dasar rumah tangga, usaha kecil, warung makan, dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Winston pun menekankan, ketika LPG hilang di pasaran dan harga melonjak tidak terkendali, yang paling menderita adalah masyarakat kecil. Ia melihat beberapa persoalan serius yang harus segera dijelaskan secara terbuka kepada publik oleh Pertamina dan pemangku kepentingan terkait:

Pertama, rantai distribusi LPG di Kota Kupang perlu diaudit secara transparan. Publik berhak tahu berapa sebenarnya kuota LPG yang masuk ke Kupang setiap minggu, berapa yang didistribusikan ke agen dan pangkalan, dan mengapa gas tersebut tidak sampai ke masyarakat. Jika pasokan ada tetapi barang tidak tersedia di pasar, maka patut diduga ada masalah serius dalam tata kelola distribusi.

Kedua, lonjakan harga hingga Rp470 ribu menunjukkan mekanisme pasar sedang tidak sehat. Situasi ini membuka peluang terjadinya penimbunan, permainan distribusi, atau spekulasi oleh oknum tertentu. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum harus segera turun melakukan operasi pasar dan penertiban, agar masyarakat tidak terus menjadi korban.

Ketiga, Pertamina harus memberikan penjelasan yang jujur dan detail kepada publik. Jika memang terjadi gangguan distribusi akibat keterlambatan kapal atau masalah logistik dari Surabaya, maka Pertamina harus memastikan adanya tambahan pasokan dan sistem cadangan energi agar kejadian seperti ini tidak berulang.

Winston pun mendorong beberapa langkah cepat yang harus segera dilakukan berupa operasi pasar LPG secara masif di Kota Kupang untuk menurunkan harga, audit distribusi LPG dari Pertamina hingga ke tingkat pangkalan, penindakan tegas terhadap penimbunan atau permainan harga oleh oknum distributor atau pengecer, dan penambahan pasokan LPG darurat untuk menstabilkan pasar dalam waktu cepat.

“Masyarakat Kupang tidak boleh dibiarkan berhari-hari mencari gas tanpa kepastian. Energi rumah tangga adalah kebutuhan dasar. Negara dan pemerintah daerah wajib memastikan distribusinya berjalan adil dan stabil,” imbuh Winston sembari berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum bertindak cepat, transparan, dan tegas, agar situasi ini segera normal dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.

Suplai tabung LPG ke salah satu pengecer. Foto : tim Pertamina

Pengecekan langsung oleh Polda NTT

Terpisah, dilansir dari tribratanewsntt, Polda NTT cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan tingginya harga gas LPG di Kota Kupang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke puluhan outlet penjualan LPG guna memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasaran.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H menjelaskan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polresta Kupang Kota bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan pengecekan terhadap sekitar 60 outlet LPG yang tersebar di Kota Kupang.

“Petugas melakukan pengecekan langsung ke outlet-outlet untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau harga penjualan kepada masyarakat. Selain itu, kami juga memberikan imbauan kepada para penjual agar tidak menaikkan harga secara berlebihan,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Pada proses koordinasi dengan pihak distributor, diketahui bahwa PT Pelita Timor Gas juga telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh outlet agar menjaga stabilitas harga LPG di tingkat penjualan. Dalam surat tertanggal 9 Maret 2026 tersebut, distributor meminta seluruh outlet menjual LPG kepada masyarakat dengan harga wajar. Untuk LPG 12 kilogram diimbau dijual di bawah Rp300.000 per tabung, sedangkan LPG 5,5 kilogram di bawah Rp200.000 per tabung dan harga tersebut sudah termasuk margin bagi outlet.

Selain itu, Polda NTT masih melakukan komunikasi dengan pihak Sales Area Manager (SAM) Pertamina guna memperoleh informasi lebih lengkap mengenai distribusi dan pasokan LPG di wilayah Kupang. Kabar baiknya, berdasarkan informasi dari pihak Pelindo, sebanyak 11 kontainer berisi LPG dijadwalkan tiba di Pelabuhan Kupang dan akan mulai melakukan proses bongkar muat sekitar pukul 18.00 Wita.

Pemenuhan suplai oleh Pertamina Patra Niaga

Sebelumnya dalam keterangan tertulis yang disampaikan Pertamina Patra Niaga pada Minggu, 8 Maret 2026, disebutkan hambatan distribusi tabung LPG terjadi sejak Kapal Meratus mengubah rute jadwal di akhir 2025 dan terkendala antrean di pelabuhan imbas kapal miring dan kontainer tenggelam di Pelabuhan Surabaya.

Sementara, kebutuhan gas dengan melihat tren rata-rata realisasi per hari estimasi 5.5 kg : 46 tabung, 12 kg : 199 tabung, dan 50 kg : 12 tabung.

Disebutkan Pertamina Patra Niaga, periode Jan-Februari 2026, tren realisasi cenderung meningkat dari rata-rata realisasi harian untuk produk 12kg dan 50kg dengan detail 5.5 kg : 46 tabung, 12 kg : 202 tabung (+1.5%), 50 kg : 17 tabung (+42%) dikarenakan mulai banyaknya dapur MBG dan sektor horeka.

Dan stok (Minggu, 8 Maret) tabung LPG yang masuk estimasi 5.5 kg : 453 tabung, 12 kg : 1.484 tabung, dan 50 kg : 60 tabung. Kemudian kedatangan kontainer pada Senin, 9 Maret dengan estimasi 5.5 kg : 529 tabung, 12 kg : 1.232 tabung, 50 kg : 96 tabung (angka bertambah dari suplai awal 1.125 tabung menjadi 1.857 tabung).

Pertamina pun memastikan mekanisme kontrol yakni agen distribusi ke outlet dan masyrakat sesuai harga jual wajar dan melibatkan pemda dan APH melakukan swepping oknum yang sengaja melakukan pembelian atau menimbun dengan modus mengambil keuntungan pribadi.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIP Nusra Perkuat Peran Perempuan dalam Transformasi Energi

    PLN UIP Nusra Perkuat Peran Perempuan dalam Transformasi Energi

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Koordinator Srikandi PLN UIP Nusa Tenggara, Dian Kartika Oktavia Hardianto, menegaskan bahwa tema Skin to Soul bukan sekadar berbicara tentang kecantikan fisik, tetapi juga menyangkut ketangguhan mental.   Mataram | PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara menghelat workshop Women Empowerment dan Inspiring Srikandi bertajuk “Skin to Soul, Perkuat Peran Perempuan Tangguh”, pada […]

  • “Perda Bertabrakan” Pemda Belu Bakal Terapkan ‘Omnibus Law’

    “Perda Bertabrakan” Pemda Belu Bakal Terapkan ‘Omnibus Law’

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Kebijakan peraturan tentang investasi/penanaman modal bagi pelaku usaha, sangat penting. Presiden sudah bilang potong aturan-aturan yang bikin susah orang,” ungkap Bupati Belu, Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH, FINASIM, didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Dra. Maria Kornelia Eda Fahik, M.M. dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, […]

  • Uya Kuya Aktif Lagi di DPR Usai Dinyatakan Tak Bersalah Dugaan Pelanggaran Etik

    Uya Kuya Aktif Lagi di DPR Usai Dinyatakan Tak Bersalah Dugaan Pelanggaran Etik

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Loading

    Sementara itu, tiga anggota DPR lainnya, yaitu Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dinyatakan bersalah melanggar kode etik.   Jakarta | Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memutuskan bahwa anggota DPR RI, Surya Utama atau Uya Kuya tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran kode etik yang sempat menyeret namanya. Putusan ini dibacakan langsung […]

  • Menteri Bintang Puspayoga Soroti 5 Isu Prioritas Perempuan dan Anak

    Menteri Bintang Puspayoga Soroti 5 Isu Prioritas Perempuan dan Anak

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan lima (5) isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diamanahkan Presiden RI, Joko Widodo kepadanya saat pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu. Ia menyatakan harapan yang sangat besar terkait isu PPPA dari masyarakat. “Lima prioritas isu PPPA akan […]

  • SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong Aman, PLN Sebut Sesuai Standar PerMen ESDM

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Loading

    Proyek SUTT 150 kV Jeranjang – Sekotong juga dipantau langsung supervisi konstruksi Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) PLN yang bertanggung jawab atas manajemen konstruksi, proyek, dan pelaksanaan quality assurance & quality control untuk proyek-proyek ketenagalistrikan.   Mataram | General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Yasir, memastikan proses konstruksi hingga […]

  • Panen Kangkung di Rutan Kelas IIB SoE, Wabup TTS : Contoh bagi Dinas–Dinas

    Panen Kangkung di Rutan Kelas IIB SoE, Wabup TTS : Contoh bagi Dinas–Dinas

    • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    SoE–NTT, Garda Indonesia | Rumah tahanan (Rutan) SoE kelas IIB memanen raya sayur kangkung yang ditanam oleh Kepala Rutan dan jajarannya bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di halaman Rutan kelas IIB SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 27 September 2021. Pantauan Garda Indonesia, turut hadir Wakil Bupati TTS, Army […]

expand_less