Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Tutup Permanen Dua Usaha RW Anjing di Kupang, 10 Anjing Diselamatkan

Tutup Permanen Dua Usaha RW Anjing di Kupang, 10 Anjing Diselamatkan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang | Survei Nielsen (Januari 2021) menunjukkan 93% masyarakat Indonesia mendukung pelarangan nasional perdagangan daging anjing, dan hanya 5% yang pernah mengonsumsinya. Pergerakan anjing tanpa vaksinasi untuk konsumsi manusia mempercepat penyebaran rabies dan mengganggu kekebalan kelompok (herd immunity). Maupun RUU Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan didukung lintas partai, termasuk Golkar, NasDem, PAN, dan PDI Perjuangan.

Menilik kondisi tersebut, maka upaya bersama guna mengakhiri perdagangan RW daging anjing dan menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai tonggak bersejarah. Dua pelaku usaha daging anjing di Kota Kupang, seorang pemilik rumah potong dan seorang pemilik rumah makan resmi menutup usahanya setelah lebih dari empat dekade (40 tahun) beroperasi.

Perlu diketahui, RW (Rintek Wuuk) adalah sebutan kuliner ekstrem khas Manado dan Minahasa, Sulawesi Utara, yang menggunakan daging anjing sebagai bahan utamanya. “Rintek wuuk” sendiri berarti “bulu halus” dalam bahasa Manado, sebuah eufemisme untuk menyebut daging anjing. Hidangan ini populer disajikan dengan bumbu rica-rica pedas yang kaya rempah pada acara-acara adat. Penyebutan daging RW juga dipakai di Indonesia Timur termasuk NTT.

Langkah ini merupakan bagian dari program “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, sebuah inisiatif kolaboratif antara Humane World for Animals (HWA), Jakarta Animal Aid Network (JAAN Domestic), dan Pemerintah Provinsi NTT. Program ini berfokus pada pendampingan usaha, pelatihan, dan perubahan perilaku positif bagi individu yang ingin meninggalkan praktik perdagangan daging anjing dan beralih ke usaha yang lebih beretika dan berkelanjutan.

Sebanyak 10 ekor anjing yang ditemukan masih hidup di rumah potong tersebut juga berhasil diselamatkan oleh tim HWA dan JAAN

Ancaman rabies dan kesejahteraan hewan di NTT

Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perdagangan daging anjing tertinggi di Indonesia. Ribuan anjing setiap tahun diculik dari jalanan dan rumah warga, lalu diperdagangkan lintas provinsi tanpa pemeriksaan kesehatan.

Melalui “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan”, para pemangku kepentingan berupaya mendukung target pemerintah untuk menjadikan NTT bebas rabies pada tahun 2030, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesejahteraan hewan.

Julie Sanders, Direktur Kampanye Ending Dog and Cat Meat HWA, menyatakan setiap bisnis daging anjing atau kucing yang berhenti beroperasi melalui Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan merupakan langkah nyata menuju perlindungan hewan dan kesehatan masyarakat. Perdagangan anjing tanpa vaksinasi adalah resiko besar bagi keselamatan manusia dan hewan.”

Pose bersama usai menyelamatkan anjing hewan peliharaan. Foto : JAAN Domestic Indonesia

Mantan pemilik rumah potong anjing selama 15 tahun, Bapak B kini beralih membuka warung kebutuhan sehari-hari. “Saya merasa lega bisa meninggalkan praktik lama yang berisiko tinggi. Sekarang saya ingin berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar dengan usaha baru yang lebih aman dan bermanfaat,” ungkapnya lirih.

Sementara Bapak A, mantan pemilik rumah makan daging anjing, kini mengembangkan usaha bahan bangunan. “Setelah wabah rabies besar di Kupang tahun 2023, saya mulai berpikir untuk berubah. Melalui pendampingan Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan, saya mendapatkan arahan dan motivasi untuk memulai langkah baru bagi keluarga saya,” tandasnya.

Dukungan pemerintah dan komunitas

Dr. Melky Angsar, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT, menegaskan perdagangan daging anjing (sebut RW, red) merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat karena berpotensi memperluas penyebaran rabies. Program seperti *Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan* memberikan solusi nyata dengan membantu masyarakat beralih ke mata pencaharian yang lebih aman dan berkelanjutan.”

Usai penutupan, 10 anjing yang diselamatkan dibawa ke Rumah Sakit Hewan UPTD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk mendapatkan vaksinasi dan perawatan medis. Setelah menjalani masa karantina dan observasi, mereka akan diterbangkan ke Shelter Hewan milik JAAN di Jawa Barat untuk pemulihan lanjutan sebelum diadopsi oleh keluarga baru.

Momentum nasional akhiri perdagangan daging anjing

Peluncuran “Model for Change – Alih Usaha untuk Kebaikan” di NTT terjadi di tengah meningkatnya momentum nasional untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan kucing. Hingga kini, 116 provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia telah memberlakukan regulasi pelarangan atau pembatasan perdagangan tersebut.

Selain itu, Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan yang mencakup larangan nasional terhadap perdagangan daging anjing dan kucing telah masuk dalam agenda prioritas legislatif DPR RI tahun 2026.

Karin Franken, Pendiri dan CEO JAAN Domestic, menyampaikan penutupan ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan dan edukasi yang tepat, masyarakat bersedia meninggalkan praktik perdagangan daging anjing. Ini bukan hanya menyelamatkan hewan, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Davina Veronica, Pendiri dan CEO Natha Satwa Nusantara serta sebagai pendukung kampanye, menekankan bahwa perdagangan daging anjing mengancam kesejahteraan hewan dan manusia. Program ini membantu keduanya sekaligus, menciptakan masa depan yang lebih aman, sehat, dan penuh kasih.

Drh. Merry Ferdinandez selaku COO JAAN Domestic menegaskan pergerakan massal anjing tanpa vaksinasi ini mempercepat penyebaran rabies, penyakit mematikan yang sebagian besar ditularkan melalui gigitan anjing.

“Pada tahun 2025, NTT mencatat 78 kasus rabies pada manusia, menjadikannya salah satu provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia,” tandasnya.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum PJS : Tindak Oknum Prajurit TNI Halang Tugas Wartawan

    Ketum PJS : Tindak Oknum Prajurit TNI Halang Tugas Wartawan

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Bukittinggi, Garda Indonesia | Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba menyesali sikap oknum prajurit yang menghalangi tugas wartawan di lapangan. Kondisi tersebut dialami Wahyu Sikumbang, jurnalis MNC media group bertugas di Bukittinggi. Mahmud Marhaba pada Senin,10 Oktober 2022, mengatakan sebagai mitra yang baik seharusnya oknum prajurit tersebut memberi dukungan atas tugas jurnalis bukan malah menghalanginya. […]

  • 70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

    70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 11 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Live in sebagai sebuah kegiatan pastoral dimana mahasiswa tinggal bersama umat dan merasakan kehidupan umat; dijalani oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang (KAK) di Ba’a dan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur Paroki Sto. Petrus Pante Baru dan Paroki Sto. Kristoforus Ba’a Kabupaten Rote […]

  • Terapi Plasma Konvalesen Jadi Pengobatan Alternatif Covid-19

    Terapi Plasma Konvalesen Jadi Pengobatan Alternatif Covid-19

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Terapi Plasma Konvalesen yang kini kembali digaungkan sebagai salah satu terapi alternatif untuk mengobati pasien positif Covid-19, sebetulnya bukan merupakan hal baru. Terapi ini telah digunakan sejak satu abad yang lalu untuk mengobati banyak penyakit, termasuk difteri. Membahas hal tersebut, dr. Erlina Burhan, Sp.P (K), M.Sc., Ph.D, Dokter Spesialis Paru Rumah […]

  • Di Belakang Layar

    Di Belakang Layar

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Saiful Huda Ems Ssstttt…terus terang saja semalam saya masih mengusulkan ke PDI Perjuangan agar jangan mencalonkan Anies menjadi Cagub Jakarta 2024, agar PDI Perjuangan tidak mengecewakan kader-kadernya. Namun, ternyata argumen politik saya kalah tajam dibanding “sang pemikir cemerlang” PDI Perjuangan. Siapa beliau? Tak perlu saya sebut. Meski demikian ternyata ada titik temu di tengah […]

  • Optimalkan Pelayanan, Dinas PMD Belu Diseminasi Mekar Desa

    Optimalkan Pelayanan, Dinas PMD Belu Diseminasi Mekar Desa

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna mengoptimalkan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat pada desa–desa yang memiliki penduduk padat dan wilayahnya luas, maka Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memprakarsai pembentukan/ pemekaran desa. Hal ini tertuang dalam surat pemberitahuan Sosialisasi Pembentukan/ Pemekaran Desa tanggal 9 April 2021, nomor: DPMD.010/ […]

  • Gandeng Rafi Ahmad, Arbi Leo Majukan Pariwisata Babel

    Gandeng Rafi Ahmad, Arbi Leo Majukan Pariwisata Babel

    • calendar_month Sab, 6 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Bangka, Garda Indonesia | Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Babel dan Owner dari Hotel Indah Batu Bedaun, Arbi Leo bermaksud untuk memajukan sektor pariwisata yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya yang ada di Kabupaten Bangka; mendatangkan artis papan atas Rafi Ahmad. Saat ini, Arbi Leo sedang membangun rekreasi baru berupa […]

expand_less