Kementerian ESDM Konversi 120 Juta Motor BBM Jadi Listrik, Apa manfaatnya?
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Pemerintah resmi memulai langkah besar dalam transisi energi nasional dengan menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik secara bertahap. Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Istana Negara, Kamis, 5 Maret 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian besar terhadap percepatan implementasi energi bersih dan terbarukan di Indonesia.
Menurut Bahlil, pemerintah bahkan telah membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan transisi energi yang dipimpin langsung olehnya untuk mengeksekusi berbagai program strategis, termasuk konversi sepeda motor listrik.
Pemerintah juga menyiapkan skema insentif untuk mempercepat konversi kendaraan tersebut, meski besaran dan bentuk bantuannya masih dibahas oleh satuan tugas transisi energi.
Selain dukungan insentif, pemerintah menilai kesiapan infrastruktur seperti jaringan pengisian kendaraan listrik dan ketahanan motor listrik menjadi faktor penting agar peralihan dari kendaraan bensin ke listrik dapat berjalan luas dalam beberapa tahun ke depan.
Besaran biaya konveksi
Biaya konversi motor BBM menjadi motor listrik di Indonesia bervariasi tergantung jenis motor, kapasitas baterai, dan bengkel konversi. Berikut gambaran biaya terbaru.
Biaya konversi tanpa subsidi berkisar Rp15 juta – Rp17 juta per motor untuk paket konversi lengkap (motor listrik, controller, baterai, charger, instalasi). Motor yang sering dikonversi misalnya: Honda Beat, Vario, Scoopy, Supra, Revo, Vega, dan Jupiter.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM pernah memberi bantuan konversi hingga Rp10 juta per motor untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Dengan subsidi tersebut biaya konversi bisa turun menjadi sekitar Rp5 – Rp7 juta saja bagi masyarakat.
Manfaat konversi motor BBM jadi motor listrik
Konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik semakin banyak dilakukan karena biaya operasional dan dampak lingkungannya lebih baik. Berikut beberapa manfaat utamanya:
Pertama, biaya operasional jauh lebih murah. Motor listrik menggunakan listrik sebagai energi. Biayanya biasanya jauh lebih rendah dibanding membeli bensin. Sekali pengisian listrik bisa menempuh puluhan kilometer dengan biaya yang jauh lebih hemat. Tidak perlu sering membeli BBM.
Kedua, perawatan lebih sederhana. Motor listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding mesin BBM. Beberapa komponen yang tidak lagi diperlukan yakni oli mesin, busi, filter udara, karburator atau injektor. Benefit yang diperoleh servis lebih jarang dan biaya perawatan lebih murah.
Ketiga, ramah lingkungan. Motor listrik tidak menghasilkan emisi gas buang seperti karbon monoksida atau karbon dioksida dari knalpot. Manfaatnya berupa mengurangi polusi udara dan mendukung energi bersih.
Keempat, suara mesin lebih halus. Motor listrik hampir tidak berisik dibanding motor BBM. Kondisi ini membuat berkendara lebih nyaman dan mengurangi polusi suara di perkotaan.
Kelima, akselerasi lebih responsif. Motor listrik memiliki torsi instan. Artinya tarikan awal lebih cepat hingga cocok untuk penggunaan di kota.
Keenam, mendukung program energi nasional. Pemerintah Indonesia sedang mendorong elektrifikasi kendaraan untuk mengurangi impor BBM dan memperkuat penggunaan energi listrik.
Ketujuh, bisa menghidupkan motor lama. Motor lama yang masih bagus rangkanya bisa dipakai kembali dengan sistem listrik, sehingga tidak perlu membeli motor baru dan lebih ekonomis.(*)
- Penulis: Roni Banase
- Sumber: Sumber (*/Goodnews & ragam literatur)











Saat ini belum ada komentar