Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » ‘Ovos Omnes’ – Devosi Bagi Wafatnya Yesus Kristus

‘Ovos Omnes’ – Devosi Bagi Wafatnya Yesus Kristus

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 14 Apr 2019
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

‘Ovos Omnes’ – Devosi Bagi Wafatnya Yesus Kristus

                                            Oleh Helmy Tukan, S.Pd

Larantuka-NTT, Garda Indonesia | Sebuah refleksi Hari Raya Paskah (Wafatnya Isa Almasih atau Yesus Kristus) dituangkan penulis dalam ritual sakral yang menjadi Tradisi Misa Katolik di Larantuka Kaupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur

Hari ini Valentine datang lagi ke tempat kami. Dari Barat, dia pelan-pelan merangkak masuk dan tinggal bersama dalam budaya kami. Ada pesta yang dibuat anak-anak muda sekadar untuk merayakan hari bertajuk kasih sayang ini, ada perayaan bertema cinta kasih yang diadakan beberapa pelajar muda, ada romantisme hidup para pasangan yang lagi kasmaran, dan entah apa lagi yang terjadi. Singkatnya setiap orang punya cara tersendiri untuk merayakannya. Termasuk aku.

Bagiku, Valentine Day di kampung nyatanya biasa-biasa saja. Tidak jauh berbeda seperti malam-malam sebelumnya. Aku malah lebih terkesima pada senja temaram di kaki Ile Mandiri, sebuah gunung tangguh yang menaungi kampungku dan beberapa kampung lain di wilayah kota kami, Larantuka di Kabupaten Flores Timur. Kampungku persis terletak di muka gunung itu.

Sore itu hujan mengguyur habis kotaku sedang aku hanya duduk terpaku menunggu ia berhenti. Malam datang lagi, begitupun hujan. Ada hujan malam ini. Lagi-lagi ia menjemput aku, pelan-pelan dengan deraian yang halus sampai pada iringan bunyi yang sesekali gelegar.

Lupakan tentang hari Valentine yang tidak kontekstual sedikitpun bagiku. Malam ini aku gelisah. Bulan Februari hampir usai. Dan beberapa minggu lagi kita akan memasuki bulan Maret.

Bagi saya Maret adalah bulan berkat, bulan awal puasa bagi kami umat Katolik. Awal Bulan Maret nanti kami akan mulai menjalani masa puasa. Aku adalah salah satu orang yang sangat menantikan hadirnya bulan penuh berkat itu. Ada banyak hal yang bisa kulakukan pada saat itu.

Pada saat itu, aku akan bergabung bersama beberapa rekan ibu muda seumuranku, para remaja dan juga beberapa ibu paruh baya. Kami akan menjalani masa latihan selama satu bulan penuh.

Latihan untuk apa? Ini menarik. Kami akan dilatih melantunkan sebuah lagu khas di Malam Jumat Agung. Lagu ratapan Veronika, perempuan yang menyeka wajah Yesus dalam jalan salibNya. Lagu ini akan dinyanyikan dalam bahasa latin.

Sebagai seorang Katolik, apalagi sebagai penyanyi lagu Jumat Agung dimaksud, kami wajib menjalani puasa.

Dalamnya kami harus menahan diri, mawas diri, sabar dan tentunya tetap kuat dalam menghadapi segala godaan lahir batin. Inti dari puasa adalah ketulusan hati. Artinya engkau tak perlu menunjukkan kepada semua orang bahwa engkau sedang berpuasa. Cukup Tuhan saja yang tahu niat baikmu itu.

Mungkin itu sedikit pemahaman saya tentang puasa dan pantang pada bulan puasa setiap tahunnya sebelum kami merayakan Paskah kebangkitan Tuhan Yesus.

Derai hujan di malam ini terus menemaniku. Anganku melayang jauh pada lembaran kisah masa lalu, masa-masa awalku mengenal devosi atau penyembahan khusus kepada Sang Pemberi hidup.

Tepat pada tahun 2012 aku mulai menjalankan devosi pertamaku melalui alunan suara yang kupersembahkan khusus pada malam wafatNya Yesus Kristus. Sebuah lagu ratapan “Ovos Omnes.” Entah kenapa aku begitu tertarik ketika awal aku mendengar lantunan lagu ini.

Kala remaja dulu, aku selalu mengikuti prosesi Jumat Agung bersama sahabat-sahabatku. Lantunan lagu ratapan Veronika, seorang wanita yang menangis pilu meratapi nasib Sang Juru Selamat Yesus Kristus.

Anda bisa bayangkan sebuah lagu sedih, dinyanyikan dengan penuh penghayatan dan deraian air mata di tengah malam yang gelap dan sunyi? Barangkali bintang bahkan bulanpun enggan menampakkan indahnya karena ikut meratapi duka bersama Veronika, si perempuan tersebut.

Aku tertegun melihat dari balik jendela kamarku. Di langit sana hanya ada segugus bintang redup cahayanya, terkenang aku akan indahnya masa dan waktu di mana aku bersama rekan-rekanku menjalani latihan di sebuah kapela kecil di jantung kota Larantuka. Kapela Tuan Ana, kapela kecil di Kota Tua Larantuka peninggalan Bangsa Portugis yang menjadi salah satu destinasi wisata rohani di Larantuka yang biasa kami kunjungi. Di tempat inilah kami dilatih selama satu bulan agar pada tiba waktunya kami bisa mempersembahkan lagu ratapan ini dengan baik.

Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pelantun ovos. Wanita yang terpilih harus benar-benar menjalani puasa dan pantang. Dia tidak boleh mudah terbawa emosi buruk, selalu tenang dan sabar. Terpilih menjadi pelantun ovos bukan hanya karena alasan kualitas suara yang baik, melainkan yang lebih utama ialah karena kualitas diri yang berintegritas.

Itu nomor satu. Jadi, selain menjaga suara agar bisa tampil maksimal, si wanita Veronika zaman now inipun wajib menjalani semua aturan yang ditetapkan oleh para pendahulu di paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka.

Akh… Banyak ide lalu-lalang di kepalaku. Aku kaget dan tersadar, jarum jam sudah menunjukkan pkl. 23.30 WITA. Detik demi detik berlalu tanpa kata di malam Valentine ini. Kasih sayang dan cinta serta pengorbanan Yesus membuatku semakin merasa berdosa. Aku yang terpilih menjadi Veronika zaman now malah selalu melukai hati tersuci Yesus yang hadir melalui orang-orang sekitarku.

Di tengah kesibukanku sebagai seorang pengajar dan ibu rumah tangga, aku selalu berpikir kapankah Veronika-Veronika zaman now akan bertobat? Kapankah dosa-dosa akan lenyap dari muka bumi seperti hilangnya embun ketika diterpa sinar mentari? Ah manusia, beginikah balasanmu terhadap kasih Yesus? Kapankah engkau menjawab panggilan dan ajakan bertobat dariNya dengan mudah seperti ketika engkau menjawab panggilan telepon dari nomor seorang spesial yang muncul di layar handphonemu?

Malampun perlahan pergi di sela-sela lamunanku. Tak terasa air mataku jatuh dari kelopak mata yang hendak kukatupkan sekarang. Jiwaku bergetar, ragaku lelah. Ini tangisan syukurku pada Tuhan karena boleh menjadikanku alatNya agar aku bisa menjadi bagian dari devosi kudus ini.

Devosi khusus mengenang wafat Yesus Kristus. Aku bangga karena terpilih menjadi wakil wanita-wanita zaman now, menjadi Veronika zaman now mulai dari tahun 2012—2018. Aku bahagia boleh mempersembahkan suaraku pada malam Jumat Agung nanti. Aku benar-benar menjadi Veronika di zaman Yesus, melantunkan ovos, meratapi dukaNya dan menangisi nasibNya di malam penuh rahmat itu.

Dalam keterbatasanku dan dengan segala kesibukanku, aku ingin selalu menjadi wanita pelantun ovos. Ingin kupersembahkan segala beban hidupku di dalam luka hati terkudus Yesus. Sebab kutahu Yesus adalah kekuatan dan penolongku. Dia selalu ada ketika aku di dalam lautan duka. Dia hadir ketika aku dirundung masalah. Dan aku percaya dan selalu percaya bahwa di dalam luka-lukaNya, aku akan menemukan kebahagiaan. Oh Yesus, jadikan aku Valentine-Mu! (*)

Penulis (*/Seorang Guru dan Pegiat Literasi di Kota Larantuka)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

    Dana Desa Semestinya Kurangi Angka Kemiskinan

    • calendar_month Sab, 3 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Josef Nae Soi, Gubernur 2 NTT menegaskan pengalokasian Dana Desa (DD) bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan harus dikelola secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. “Garda terdepan dari republik ini adalah desa. Ada adagium lama yakni desa makmur,negara kaya. Sebaliknya desa melarat, negara bingung,” kata Josef Nae Soi saat membuka dan […]

  • Presiden Jokowi Lantik Irjen Pol Petrus Golose Jadi Kepala BNN RI

    Presiden Jokowi Lantik Irjen Pol Petrus Golose Jadi Kepala BNN RI

    • calendar_month Sab, 26 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Desember 2020, melantik Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) di Istana Negara, Jakarta. Pengangkatan Kepala BNN dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 203/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan […]

  • Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    Publik Tanah Air Soroti Korupsi 300 Triliun

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Asal usul dan kenyataan uang senilai 300 triliun rupiah yang menyeret nama Harvey Moeis sebagai sosok utama di balik skenario skandal korupsi ini masih menuai pro kontra.   Jakarta | Belakangan ini publik tanah air digemparkan oleh kasus korupsi dengan kerugian negara yang terbilang sangat fantastis. Bukan main-main, kerugian itu ditaksir mencapai Rp300 triliun. Jangankan […]

  • Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Pemerintah Manggarai bersama PLN melaksanakan kegiatan multi-stakeholder workshop atau penyuluhan rencana pembangunan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (2 x 20 MW) pada Senin, 22 Agustus 2022 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Turut hadir segenap forkompinda Kabupaten Manggarai, penggiat organisasi lingkungan dan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat […]

  • Presiden Jokowi : “Tahun 2020, Penataan Total Labuan Bajo Rampung”

    Presiden Jokowi : “Tahun 2020, Penataan Total Labuan Bajo Rampung”

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Saat meninjau kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 10 Juli 2019; Presiden Jokowi menyampaikan tentang rencana pengembangan dan penataan kawasan tersebut menjadi sebuah kawasan industri pariwisata. http://gardaindonesia.id/2019/07/11/labuan-bajo-kunjungan-ke-10-presiden-jokowi-di-provinsi-ntt/ “Kita kan sudah rencanakan dua tahun yang lalu kita ingin ada 10 destinasi […]

  • “Digitalisasi Daerah” NTT Raih 3 Penghargaan Terbaik Tim P2DD

    “Digitalisasi Daerah” NTT Raih 3 Penghargaan Terbaik Tim P2DD

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Rapat koordinasi nasional percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (Rakornas P2DD) tahun 2024 mengusung tema ‘Digitalisasi Transaksi Pemda untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah’ dihelat di Jakarta, Senin, 23 September 2024. Hadir Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan RI, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI. Pada Rakornas tersebut, […]

expand_less