Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Dari NTT, Kita Merajut Kebhinekaan, Hindari Kekerasan Atas Nama Agama

Dari NTT, Kita Merajut Kebhinekaan, Hindari Kekerasan Atas Nama Agama

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, mengajak masyarakat NTT untuk menghindari segala bentuk kekerasan atas nama apapun apalagi atas nama agama. Tunjukan kepada Indonesia dan dunia bahwa dari Nusa Tenggara Timur, kita merajut kebhinekaan tanpa mempertentangkan agama dan ras.

“Saya mengajak kita semua, sama-sama sepaham untuk mengamini bahwa keesaan Tuhan adalah wajib hukumnya. Apalagi di bumi Flobamora tercinta ini, sebagai insan ciptaannya saya ajak kita semua untuk melawan segala bentuk kekerasan atas nama apapun, apalagi kekerasan atas nama agama,” harap Josef Nae Soi dalam sambutannya saat membuka kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-25 Tingkat Provinsi NTT di halaman Masjid Raya Nurussa’adah Fontein, Kota Kupang, Jumat, 26 April 2019 pukul 22.00 WITA.

Menurut Josef Nae Soi, dalam keragaman, masyarakat NTT harus bisa menyadari dirinya sebagai bagian yang utuh, tak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Kita mesti tetap mengedepankan kelestarian alam sebagai isi kandung Al Qur’an. Kalau Tuhan mau kita semua Islam, Dia cukup mengatakan _Kun Fayakun_, Islamlah kalian. Begitu juga kalau Tuhan ingin semua Kristen, tinggal bilang Kun Fayakun, jadilah semua Kristen. Juga kalau dia mau semua keriting dan hitam, pasti jadi. Tapi Tuhan mengatakan, kamu berbeda-beda tetapi satu adanya.

Saya kira tidak berlebihan bahwa Bapa Bangsa kita Nabi Ibrahim atau Abraham memiliki dua putera. Seorang bernama Ismail dan seorang Isyak. Dari keturunan Ismail lahirlah saudara saya Jamal, Nasir, Ansor dan Makarim. Dari Isyak, lahirlah Josef atau Jusuf, lahirlah Viktor, Maria Magdalena, Yunus dan lain sebagainya. Jadi kita tidak boleh mempertentangkan agama, suku dan ras karena kita lahir dari satu Bapa yakni Nabi Ibrahim atau Abraham. Mari kita tunjukan, bahwa dari NTT, kita merajut kebhinekaan,” jelas Josef Nae Soi.

Lebih lanjut Josef menjelaskan acara STQ harus dimanfaatkan sebagai moment untuk merajut persaudaraan, kebersamaan dan silahturami. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pendalaman terhadap ayat-ayat suci Al Qur’an agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam masyarakat yang heterogen. Tidak boleh hanya sebagai rutinitas semata. Bukan sekadar konteks tahunan untuk sekdar uji kemampuan baca Al Quran, cari pemenang lalu rayakan dengan gembira.

“Saya ingat buku tokoh Muslim yakni Idham Chalid yang bedakan dua toleransi. Yaitu toleransi dogmatis, meyakini kebenaran agama yang kita anut, tidak boleh diganggu gugat oleh siapaun. Tetapi begitu berhadapan dengan saudara kita yang beragama lain lahir toleransi civilius yang merupakan penterjemahan istilah di muslim, Lakhum Lakum Dinukum Waliyadiin, agamamu untukmu, agamaku untukku. Dalam Kristen dikenal prinsip cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri,” pungkas Josef dalam kesempatan tersebut.

Foto bersama Wagub NTT Josef Nae Soi, Ketua PWNU NTT, Ketua MUI NTT dan Panitia STQ

Sementara itu Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatif Qur’an (LPTQ) Provinsi NTT, Jamaludin Ahmad mengatakan pelaksanaan STQ ke-25, dilaksanakan dalam suasana beberapa peristiwa penting yakni Isra Miraj 1440 Hijriah, perayaan Paskah umaat Kristiani serta perhelatan akbar Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif. Peristiwa keagaamaan dan kebangsaan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk memperkuat pijakan moral bangsa dalam merajut persaudaraan dan toleransi serta memperkokoh pemahaman terhadap keragaman sebagai suatu keniscayaan.

“Selamat merayakan pesta Isra Miraj bagi umat muslim. Selamat merayakan pesta paskah bagi seluruh umat Kristiani di seluruh NTT. Juga kita berharap pesta demokrasi dapat melahirkan pemimpin yang jujur dan adil yang bisa bawa masyarakat menuju sejahtera,” jelas Ketua PWNU NTT itu.

STQ, lanjut Jamal, selain sebagai ajang seleksi qoriah dan qori terbaik, tetapi terutama sebagai wahana untuk merajut tiga persaudaraan yakni merajut Ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathoniyah  (persaudaraan sesama anak bangsa) dan Ukhuwa Basyariyah  (persaudaraaan sesama manusia sebagai ciptaan Allah). Hal ini sangat kontekstual ketika kita mengalami krisis antara lain krisis persaudaraan karena perbedaan pandangan dan pilihan. Krisis nasionalisme karena kurang rasa memiliki terhadap NKRI yang berideologi Pancasila. Krisis kemanusiaan karena anggap kita lebih tahu dan benar dari orang lain, semua yang di luar adalah salah.

“Krisis-krisis ini juga sangat merugikan kaum muda yang lebih dikenal kaum milenial. Perlu upaya untuk pahami nilai-nilai Al”quran karena padanya terdapat ajaran luhur yang hargai toleransi, perbedaan dan moderasi antara sesama manusia. Juga sebagai filter untuk menangkal berita-berita hoaks, yang tidak jelas serta tolak klaim kemutlakan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Asisten Pemerintahan Setda NTT tersebut.

STQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2019 mengambil tema STQ Ke-25 Merajut Ukhuwah Islamiyah , Ukhuwah Wathoniyah dan Ukhuwa Basyariyah Untuk Mendorong Spirit NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI. Jenis perlombaan ada dua yakni pertama, Tilawah yang mencakup golongan dewasa putra (Qori) dan putri (Qoriah) serta anak-anak putra dan putri. Kedua Hifzhil Qur’an untuk putra (hafiz) dan putri (hafizah) yang mencakup satu juz dengan tilawah untuk, lima juz dengan tilawah dan sepuluh juz dengan Tilawah.

Total peserta sebanyak 102 orang dari 22 Kabupaten/Kota se-NTT. Rinciannya, Tilawah Dewasa terdiri dari Qori sebanyak 18 orang, Qoriah 16 orang. Tilawah Anak-anak, Qori sebanyak 15 orang serta Qoriah 15 orang. Hifzhil Quran satu juz, hafiz sebanyak 11 orang, 14 orang hafizah . Untuk lima juz, hafiz sejumlah 6 orang dan hafizah 4 orang. Terakhir untuk sepuluh juz, hafiz 2 orang dan hafizah 1 orang.

Kegiatan STQ berlangsung dari tanggal 26—30 April 2019. Para Qori dan Qoriah serta hafiz dan hafizah terbaik akan dikirimkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019 di Pontianak Kalimantan Barat. (*)

Sumber berita (*/Aven Rame – Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo ‘Aware’ Lakukan ‘Medical Check Up’ Untuk Deteksi Penyakit Kanker

    Ayo ‘Aware’ Lakukan ‘Medical Check Up’ Untuk Deteksi Penyakit Kanker

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kanker selalu diturunkan?, Kanker bisa dicegah?, Kanker tidak bisa disembuhkan?, Kanker kalau kena pisau bisa menyebar? Inilah beberapa pertanyaan dan rumor yang beredar di masyarakat Kupang-NTT, Garda Indonesia | Zaman dahulu pasien kanker datang ke rumah sakit pasti saat sudah ada keluhan, padahal kanker sendiri tidak ada gejala khusus pada stadium awal dan jika telah […]

  • Siap Munas I, PJS Bertandang ke Dewan Pers

    Siap Munas I, PJS Bertandang ke Dewan Pers

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kedatangan Pengurus Pusat Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) di Dewan Pers pada Kamis, 20 Oktober 2022, mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya didampingi anggota Dewan Pers, Asmono Wikan. Ia pun langsung menyampaikan ucapan selamat datang kepada pengurus DPP PJS yang dipimpin Mahmud Marhaba selaku Plt. Ketua Umum PJS […]

  • Inisiasi Julie Laiskodat, Kreasi 14 Desainer NTT Tampil di Indonesia Fashion Week 2022

    Inisiasi Julie Laiskodat, Kreasi 14 Desainer NTT Tampil di Indonesia Fashion Week 2022

    • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Luar biasa, jadi kata yang paling tepat untuk mengapresiasi para model yang tampil  memukau ratusan penonton di ajang Indonesia Fashion Week 2022 Tresure of Mangnificent Borneo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Berbalut ragam model busana unik bermotif asli tenun ikat dari 22 kabupaten/kota di NTT; karya emas para desainer, membuat […]

  • Tim Gugus Tugas: 8 Pasien Positif Covid-19 Terpapar di Luar Kota Kupang

    Tim Gugus Tugas: 8 Pasien Positif Covid-19 Terpapar di Luar Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Berdasar hasil pemeriksaan laboratorium (metode RT-PCR) terdapat penambahan 7 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Kupang. Sehingga kumulatif kasus konfirmasi menjadi 8 orang. Ketujuh pasien telah dipindahkan ke ruang isolasi RS Bhayangkara, Kupang. Semua pasien konfirmasi ini berjenis kelamin laki-laki dan berumur sekitar 30—44 tahun, sedangkan 1 pasien telah dinyatakan […]

  • Pasar Lili Kabupaten Kupang Jadi Pasar Digital di Era Bupati Yosef Lede

    Pasar Lili Kabupaten Kupang Jadi Pasar Digital di Era Bupati Yosef Lede

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Lima bulan sebelumnya pada tanggal 14 Maret 2025, Bupati Kupang, Yosef Lede dan Wakil Bupati Kupang, Aurumi Titu Eki, meninjau bangunan Pasar Lili yang tidak terpakai, dan pasar hewan yang juga berlokasi di Pasar Lili.   Kupang | Bupati Kupang, Yosef Lede bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, Perwakilan […]

  • Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    Bank NTT Sosialisasi Skim Kredit Kepada Jemaat GMIT Kota Kupang

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang Garda Indonesia | Bank NTT melakukan sosialisasi produk kredit dan dana kepada warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sosialisasi ini dihelat di aula lantai 1 GMIT Kota Kupang, Jalan Soekarno nomor 27 pada Jumat, 1 Juli 2022. Hadir sekitar 100 orang pelaku UKM […]

expand_less