Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Sanggar Lopo Gaharu – Komunitas Budaya Berbasis Keluarga

Sanggar Lopo Gaharu – Komunitas Budaya Berbasis Keluarga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
  • visibility 43
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Mencintai Budaya mutlak dan pantas diperjuangkan, juga menanamkan dasar karakter, mental positif dan leadership yang di tanamkan dan di kedepankan terhadap para anak muda dalam Komunitas Budaya Sanggar Lopo Gaharu.

Berdiri 4 September 2010, Sanggar Lopo Gaharu di pelopori oleh Erni Handayani seorang Guru SMA Negeri 1 Kupang dengan dukungan Drs. Floribertus Fono, seorang Maestro Tari dan Budayawan NTT asal Manggarai yang menetap di Yogyakarta, diawali hanya dengan beranggotakan 11 orang Sanggar Lopo Gaharu tetap konsisten dan berkomitmen memajukan dan melestarikan budaya dan seni tari NTT.

Portal Berita Online gardaindonesia.id berkesempatan berkunjung ke Rumah Erni Handayani yang dijadikan sebagai pusat Sanggar Lopo Gaharu di daerah Oebufu, Senin/23 Juli 2018 pukul 17.10 wita dan langsung bertemu dengan Ketua Sanggar Lopo Gaharu Siti Samikna M Usman,S.sos dan Wakil Ketua Ryan R Wake.

Diawali dengan perbincangan santai di sudut rumah bernuansa Bali, Siti dan Rian Wake menuturkan proses berdirinya Sanggar Lopo Gaharu. Tampak anak anak sanggar sedang melaksanakan sesi latihan, mereka rata-rata berusia 16-20 tahun. Aktif dan lincah gemulai dalam gerakan sendra tari daerah NTT.

Sanggar Lopo Gaharu Berbasis Keluarga

Mengawali cerita santai kami (gardaindonesia.id dan pengurus Sanggar Lopo Gaharu), Wakil Ketua, Ryan R Wake menuturkan, sebelumnya anggota Sanggar Lopo Gaharu berasal dari Taman Budaya, berbekal bakat dan minat terus berkarya dengan membentuk wadah dan berkreasi dalam mencintai budaya NTT. Potensi yang dipunyai terus dikembangkan dengan mengajak teman-teman mencintai budaya NTT.

Adapun komposisi kepengurusan Sanggar Lopo Gaharu sebagai berikut: Penasehat: Drs. Floribertus Fono, Pembina : Dra Erni Setyo Handayani, Ketua sanggar : Siti Samikna M Usman S.Sos, Wakil : Ryan R Wake, Sekretaris : Dewi Ayu Amelia Rachmat,S.Pd, Bendahara: Mitfah Djenal,S.Pd, Penata musik: Andre Pada, Penata tari: Dewi Aisyah Rachmat, Penata rias dan busana: Datna Y.Lopo,S.Pd, Perlengkapan : Fajar Hadi.

Saat ditanya tentang Impian terhadap Sanggar Lopo Gaharu, Ketua Sanggar Siti Samikna menuturkan, “Impian kami dapat makin dikenal di seluruh Indonesia dan manca negara dengan karya karya Sanggar Lopo Gaharu dan makin banyak anak-anak muda yang mencintai budaya NTT “.

“Kami juga menampilkan tarian daerah lain di Indonesia namun tetap kedepankan budaya dan tarian daerah NTT “, jelas Siti Samikna yang berprofesi sebagai Guru Seni SMA Negeri 1 Kupang.

Mengenai regenerasi sanggar, dijalankan melalui proses perekrutan saat tahun ajaran baru di SMA Negeri 1 bagi anak-anak yang tertarik dan mau belajar sendra tari. Juga dengan mengajak anak-anak dari luar. Pola regenerasi dan perekrutan tersebut yang menjadikan Sanggar Lopo Gaharu tetap eksis hingga saat ini.

“Kami selalu mengikuti perkembangan jaman, kami ingin anak-anak muda NTT bisa seperti anak muda di Bali dan Jawa. Selalu berkreasi dengan merubah kemasan tarian dengan tetap kedepankan unsur tarian asli daerah “, terang Ryan Wake-Wakil Ketua Sanggar Lopo Gaharu.

“Capaian dari Sanggar Lopo Gaharu berhasil mengadakan Konser Kompilasi September 2017 yang melibatkan 100 talent, mewakili NTT dalam Pentas Seni yang digelar oleh Pemerintah Berau di Kalimantan, Tampil mengisi acara Pemerintah, tampil dalam Talk Show Najwa Shihab “, jelas Ryan Wake yang Juga berprofesi sebagai PNS pada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT.

Berbasis keluarga Sanggar Lopo Gaharu dilandasi dengan pendekatan keluarga. anak-anak diperlakukan seperti saudara dengan mengajarkan etika dan disiplin kepada anak-anak sanggar.

“Anak-anak datang kesini bukan hanya sekedar menari, namun mental, etika dan karakter mereka kami tuntun dan bina “, ungkap Siti Samikna sambil menutup sesi perbincangan santai kami.

Perlu diketahui, Sanggar Lopo Gaharu menjadwalkan Pentas Seni pada Minggu/29 Juli 2018 di Pantai Lasiana kerja sama dengan Hau Kopas dan Pagelaran Lomba Tari Ge Mu Fa Mi Re yang rencananya akan dihelat pada Sabtu/8 September 2018 di Taman Nostalgia Kota Kupang. (+rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Kecil Bripka Robert Larimanu bagi Pedagang Asong & Buruh Tenau Kupang

    Aksi Kecil Bripka Robert Larimanu bagi Pedagang Asong & Buruh Tenau Kupang

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pelabuhan Laut Tenau Kupang sejak resmi ditutup pada 13 April—30 Mei 2020, menyebabkan para pedagang asong dan buruh pelabuhan kehilangan ladang penghasilan, yang mana selalu mengandalkan rezeki dari para penumpang kapal. Karena kondisi tersebut, mereka tak dapat lagi mengais rezeki seperti biasa akibat dampak penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang merebak […]

  • Satgas Isu Sosial Teknis Geotermal di NTT Bertugas Mei 2025

    Satgas Isu Sosial Teknis Geotermal di NTT Bertugas Mei 2025

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Tim penanganan isu teknis dan sosial akan bekerja dengan melibatkan unsur pemerintah, LSM, Keuskupan, dan para pengembang. Tim ini bertugas melakukan verifikasi langsung di lapangan serta menyusun rekomendasi atas persoalan yang dihadapi.   Mataram | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menafsirkan penolakan geotermal di wilayah kerja panas bumi (WKP) Flores sebagai bentuk […]

  • Ganjar Tiba di Kupang, Disambut Natoni & Sapa Warga di Car Free Day

    Ganjar Tiba di Kupang, Disambut Natoni & Sapa Warga di Car Free Day

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Calon presiden nomor urut ketiga, Ganjar Pranowo menginjakkan kaki di Kota Kupang, ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat siang, 1 Desember 2023. Tiba di bandara internasional El Tari Kupang, Ganjar Pranowo pun disambut tutur adat khas masyarakat Timor yakni Natoni. Dilansir dari ciutan Ganjar Pranowo di Twitter @ganjarpranowo, […]

  • Badai Siklon Tropis di NTT, 144 Orang Meninggal dan 66 Orang Hilang

    Badai Siklon Tropis di NTT, 144 Orang Meninggal dan 66 Orang Hilang

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu M.Si selaku juru bicara Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA. Marius menyebutkan dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, […]

  • Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    Deklarasi GWJ Kota Kupang-Aksi Simpatik Bagi Anakan Kelor & Tong Sampah

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ) Kota Kupang dalam deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu,15 Des 2018 pukul 07.00 WITA—selesai di Arena Car Free Day Jalan El Tari Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur; menarik perhatian dari deklarasi GWJ karena adanya aksi pembagian anakan kelor bagi masyarakat Kota Kupang dan tong sampah bagi pedagang jagung […]

  • Pulau Alor NTT, Kunker di Akhir Masa Jabatan Presiden Jokowi

    Pulau Alor NTT, Kunker di Akhir Masa Jabatan Presiden Jokowi

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 1Komentar

    Loading

    Kalabahi | Rangkaian kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung pada Selasa—Kamis, 1—3 Oktober 2024, diakhiri di “Bumi Kenari” Kabupaten Alor. Sebelumnya, Presiden Jokowi mengawali kunjungan kerja (kunker) di provinsi yang memiliki 609 pulau ini (data Pemprov NTT, red) dengan populasi 5,7 juta orang, dengan meresmikan pembangunan dan perbaikan 27 […]

expand_less