Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » November 2019, BUMDes M’Rian Kufeu dari Malaka Ekspor Kelor Ke Jepang

November 2019, BUMDes M’Rian Kufeu dari Malaka Ekspor Kelor Ke Jepang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Malaka, Garda Indonesia | Usai membuka kompetisi sepak bola El Tari Memorial Cup, masih dalam lawatannya di Malaka Sabtu, 6 Juli 2019, Gubernur NTT menyempatkan diri berkunjung ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) M’Rian. Sebagai penghasil kelor di Desa Kufeu, BUMDes M’Rian sedang berproses, dalam kesiapannya mengekspor 40 ton tepung kelor (marungga) ke Jepang pada bulan November 2019.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/06/04/oktober-2019-pemprov-ntt-ekspor-perdana-bubuk-kelor-ke-jepang/

Menjawab pertanyaan salah satu warga desa, Gubernur VBL (Viktor Bungtilu Laiskodat) menjelaskan standar pembangunan yang diinginkannya.

“Kehadiran saya di NTT, bukan untuk bersaing dengan provinsi lain, tapi untuk bersaing dengan negara lain. Standar kita itu minimal sama dengan Australia dan New Zealand”, tutur Gubernur VBL memotivasi warga untuk serius meningkatkan jumlah dan mutu marungga (kelor).

Lanjutnya, tidak mengapa kalau sekarang kita kesulitan mengejar ketertinggalan. Asalkan, jelas arah perubahan yang ditapaki.

“Kehadiran pemimpin buka untuk menyenangkan semua orang. Kehadiran pemimpin itu, untuk membuat orang bisa menatap masa depan”, imbuhnya menjelaskan pentingnya kehadiran seorang pemimpin.

Gubernur Viktor Laiskodat saat melihat lebih dekat lokasi budidaya pohon kelor (marungga) di Desa Kufeu – Kabupaten Malaka

Dialog yang dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa NTT, Sinun Petrus Manuk terungkap niat OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membangun BUMDes Center di situ. Pertamina dan Bank NTT juga akan membangun Petraso untuk memenuhi keperluan Bahan Bakar Minyak.

“BUMDes ini telah menjadi inspirasi. Akan dijadikan sebagai model untuk penataan BUMDes lainnya,” ucap Sinun Manuk

Menjawab pertanyaan Bupati Malaka, Gubernur Viktor menyebutkan berbagai manfaat pohon ajaib itu.

“Kita bersyukur, karena memiliki iklim dan tanah yang cocok untuk marungga. Karena begitu banyak manfaat dari tumbuhan ini, WHO menyebutnya sebagai pohon ajaib”, jelasnya.

Terhadap kekurangan mesin pengering, Gubernur berjanji memberikan bantuan 10 unit mesin baru, untuk meningkatkan volume produksi hingga 40 ton tepung perbulan, memenuhi kebutuhan pasar Jepang.

Papua Nugini juga menyampaikan keinginan mereka, untuk mengambil 100 ton tepung marungga organik. Memenuhi permintaan itu akan dimaksimalkan 85 hektar lahan marungga yang sudah dibudidayakan 5 (lima) desa di Kecamatan Lo Kufeu. Saat ini, KUB Maspete bersama BUMDes M’Rian baru bisa menghasilkan 10 ton marungga kering perbulannya.

Gubernur VBL saat memantau proses pengolahan daun marungga menjadi tepung marungga oleh BUMDes M’Rian

“Saya lihat, pemeliharaan dan cara panen marungga lebih gampang dari pekerjaan bersawah. Mulai hari ini, saya akan beri perhatian kepada komoditi yang satu ini”, terang Bupati Malaka, dr.Stef Bria Seran yang belum fokus mengelola ‘emas hijau’ di wilayahnya.

Terhadap keluhan air, Bupati Stef berjanji untuk memperjuangkan dibangunnya 5 (lima) embung, bersama Pemerintah Provinsi NTT. Tambahan bibit juga akan dibantu oleh Dinas Pertanian Provinsi NTT.

Sementara itu pimpinan BUMDes, Nina menjelaskan proses pengolahan hingga produk tepung, sabun dan pelembab. Dalam keterangannya, diebut juga tantangan yang mereka hadapi.

“Saat ini, kami harus memperbaharui sertifikat organik lahan anggota. Kami juga membutuhkan biaya administrasi untuk mengubah status KUB menjadi PT dan tambahan modal untuk membeli daun basah petani,” sebut Nina yang memberi harga Rp.5000,- untuk setiap kilogram daun basah.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasihnya untuk perhatian Gubernur NTT. Bersama Dinas PMD NTT, Dinas Perindag NTT, OJK, Perusahaan Daerah Flobamor, Bank NTT, Pertamina dan mitra lain, BumDes mereka semakin optimis berusaha.

Nampak hadir bersama warga lima desa dalam Kecamatan Io Kufeu itu, Kepala Dinas PMD NTT, Kepala Dinas Pertanian NTT, Kepala Dinas Perindag NTT, Kepala Bapelitbanda NTT, perwakilan OJK, PD. Flobamor, Bank NTT, camat dan para kepala desa. (*)

Sumber berita (*/Lucky—Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

    Forkomnas P3A Berkolaborasi Menghelat Penguatan Peran Keluarga

    • calendar_month Sab, 1 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Depok, gardaindonesia.id | Menyadari pentingnya peran keluarga dalam memperkuat tumbuh kembang anak dan perlindungan perempuan maka Kementerian PPPA melalui Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Bidang Perlindungan Hak Anak Forum Komunikasi Nasional Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas P3A) menyelenggarakan seminar dan kursus Penguatan Peran Keluarga untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak, Sabtu, 1 Desember 2018 di […]

  • KemenPPPA Respon Cepat Penanganan Bencana Gempa Lombok NTB

    KemenPPPA Respon Cepat Penanganan Bencana Gempa Lombok NTB

    • calendar_month Rab, 8 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta (08/8),gardaindonesia.id –Lombok-NTB baru saja diguncang dua kali gempa bumi dalam waktu berdekatan. Pertama, Minggu/29 Juli 2018 dengan kekuatan gempa 6,4 Skala Richter (SR). Gempa besar kedua, Minggu/5 Agustus 2018 mencapai 7 SR. Meski dirasakan hingga wilayah Bali, namun dampak dan kerusakan paling besar dialami wilayah Lombok-Nusa Tenggara Barat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak […]

  • Investasi Ekonomi Digital Indonesia Jadi Perhatian Presiden Jokowi

    Investasi Ekonomi Digital Indonesia Jadi Perhatian Presiden Jokowi

    • calendar_month Jum, 28 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Transformasi ekonomi digital merupakan salah satu fokus utama Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Untuk itu, Indonesia memberikan perhatian serius pada pengembangan teknologi digital, terutama yang mempunyai kontribusi langsung kepada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Saat membuka pertemuan pendahuluan B20 atau B20 Inception Meeting […]

  • Ketat!, Pengamanan IMF-World Bank 2018

    Ketat!, Pengamanan IMF-World Bank 2018

    • calendar_month Ming, 7 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id – 60 delegasi dari 189 negara peserta International Monetery Fund-World Bank (IMF-WB), telah datang ke Bali pada H-1 menjelang pelaksanaan pada Senin, 8 Oktober 2018. Pengamanan menuju Nusa Dua diperketat dengan menerapkan pola ganjil genap. Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose mengatakan, TNI/Polri melakukan pengamanan obyek vital dan sterilisasi kawasan tertentu untuk […]

  • Kerja Keras PLN di Malam Natal 2021, Listrik di Sebagian Kota Kupang Nyala Lagi

    Kerja Keras PLN di Malam Natal 2021, Listrik di Sebagian Kota Kupang Nyala Lagi

    • calendar_month Ming, 26 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Jaringan listrik di sebagian wilayah Kota Kupang sempat padam pada Hari Natal, Sabtu, 25 Desember 2021 sejak sekitar pukul 15.00 WITA. Sebagian wilayah yang terdampak hingga malam Natal antara lain di wilayah Timor Raya, Nunbaun Delha (NBD), Nunbaun Sabu (NBS), Bonipoi, Oeba dan sekitarnya. Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/12/25/listrik-padam-saat-malam-natal-2021-di-sebagian-kota-kupang-ini-penyebabnya/ Upaya pemulihan dan […]

  • STIPAS Keuskupan Agung Kupang Gapai Akreditasi B

    STIPAS Keuskupan Agung Kupang Gapai Akreditasi B

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang sejak berafiliasi dengan Institut Pastoral Malang dan berdiri sendiri pada tahun 2001; terus berbenah diri.  Kini, di tahun 2019 menggapai Akreditasi B untuk Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) yang menyiapkan Guru Agama Katolik dan Katekis Menghelat Misa Ekaristi Syukur yang dipimpin […]

expand_less