Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » BPBD Kota Kupang Helat Pelatihan Peningkatan Kapasitas TRC

BPBD Kota Kupang Helat Pelatihan Peningkatan Kapasitas TRC

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jul 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Upaya memberikan kenyamanan terhadap seluruh masyarakat terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, terutama dalam hal penanganan bencana alam; diwujudkan melalui Pelatihan Penanggulangan Bencana, Tim Reaksi Cepat (TRC), yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang.

Pada Rabu, 10 Juli 2019 bertempat di Neo Aston Hotel Kupang, melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang mengadakan pelatihan selama 3 (tiga) hari, dengan menghadirkan narasumber dari BNPB RI, AGD Dinkes Prov. DKI Jakarta, SAR Kupang, BPBD Kota Kupang dan Orari Kota Kupang.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan logistik BPBD Kota Kupang, Judi Reki Taulo, SE., kepada awak media mengatakan bahwa tujuan kegiatan adalah untuk menambah pengetahuan dari para personil dalam penanggulangan bencana.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dari para personil terutama dalam pengoperasian alat-alat yang nanti digunakan di lapangan”, ujar Judi.

Guna mencapai tujuan tersebut, menurut Judi, pelatihan ini terbagi dalam beberapa tahap yaitu presentasi, tanya jawab dan juga praktek. “Praktek di kantor SAR, itu hari terakhir”, pungkas Yudi.

Sementara itu, Kepala seksi Evakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Asep Supriatna, SE., MM., mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para personil BPBD khususnya Tim Reaksi Cepat.
“Kegiatan ini guna meningkatkan kapasitas dari para personel agar tau apa yang harus dibuat di lapangan sesuai pedoman yang ada “, ujar Asep.

Suasana pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Kupang di Neo Aston Kupang

Pedoman atau aturan kerja TRC, menurut Asep yaitu tertuang dalam Peraturan Kepala (Perka) BNPB Nomor 9 Tahun 2008 tentang Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
“Semua kerja TRC dari awal sampai akhir sudah diatur dalam Perka tersebut”, jelas Asep.

TRC sendiri, ujar Asep, memiliki tugas yang sangat penting pasca bencana yaitu mengkaji secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan pada fungsi layanan umum serta pemerintah juga saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana.

“TRC melakukan kajian cepat kemudian melaporkan hasilnya secara bertahap, yaitu laporan awal ketika tiba di lokasi bencana, laporan harian dan laporan akhir yang lengkap. Laporan tersebut sebagai acuan BPBD untuk mengadakan koordinasi guna menentukan tindakan selanjutnya”, jelas Asep.

Asep menambahkan bahwa waktu yang dibutuhkan TRC dalam melakukan pengkajian bergantung pada cakupan lokasi bencana. Berkaitan dengan tindakan penanganan pasca kajian cepat dari TRC, Asep menyebutkan waktunya secepat mungkin.

“Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan tindakan lanjutan itu maksimal 1 kali 24 jam”, ujar Asep.

Pada kesempatan tersebut BNPB RI akan membawakan 3 materi diantaranya, Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana, Tim Reaksi Cepat Kabupaten/Kota dan yang terakhir Kaji Cepat.

Sementara itu, jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 (empat puluh) orang, diantaranya dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI Kota Kupang, dan Bapeda Kota Kupang(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase) Foto by cahayabaru.id

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAMA ANA, Antusias Usaha Perempuan Timor dan Mimpi Go International 

    MAMA ANA, Antusias Usaha Perempuan Timor dan Mimpi Go International 

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Loading

    Nama Mama Ana tak asing lagi sebagai jenama lokal camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini berkat komitmen dan inovasi produknya yang tanpa bahan tambahan, camilan Mama Ana kini terus digemari karena menghadirkan cita rasa terbaik. Bahkan, setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go International, dan berkolaborasi […]

  • Kadis PUPR Belu Selaku Inspektur Listrik NTT Siap Tuntaskan Masalah Listrik

    Kadis PUPR Belu Selaku Inspektur Listrik NTT Siap Tuntaskan Masalah Listrik

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Vincent K. Laka juga selaku salah satu dari tiga Inspektur Ketenagalistrikan Indonesia untuk wilayah NTT dan memiliki SK Menteri, menyatakan siap berkoordinasi dengan pihak PLN Kabupaten Belu guna menyelesaikan masalah listrik di Desa Naitimu. Baca juga: http://gardaindonesia.id/2020/07/16/wakil-bupati-belu-pemimpin-adalah-orang-yang-kedepankan-rasa-adil/ “Saya bisa panggil kepala PLN, periksa […]

  • PLN UIP Nusra & Petani Poco Leok Tanam 4.800 Anakan Kopi

    PLN UIP Nusra & Petani Poco Leok Tanam 4.800 Anakan Kopi

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Sebanyak 24 petani penerima bantuan menerima masing-masing 200 bibit kopi kemudian menanam serentak di lahan seluas 1,9 hektare di sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6.   Manggarai | Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggandeng petani Poco Leok menanam total 4.800 anakan kopi di sekitar […]

  • Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    Bila Hanya Membawa Keresahan, Buat Apa Berkuasa?

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Eddy Ngganggus Tujuan berkuasa adalah untuk kesejahteraan orang yang dikuasainya. Menguasai orang lain dengan typical intimidatif adalah ciri penguasa yang kekuasaannya akan dicabik oleh orang yang dipimpinya. Karena tidak mungkin ada loyalis sejati di sekitarnya. Yang pasti ada hanyalah loyalis semu. Karena pada ihkwalnya tidak ada manusia yang suka dengan penguasa yang membawa […]

  • PLN UIP Nusra Genjot Sektor Potensial di PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    PLN UIP Nusra Genjot Sektor Potensial di PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 1Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Pada rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu 5—6 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut memerhatikan dan memberdayakan sektor sosial budaya dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan pembangunan. Di samping menjalankan amanat pemerintah dalam transisi energi […]

  • KPK Perkuat Pemberantasan Korupsi, Teken MoU dengan ACRC Korsel

    KPK Perkuat Pemberantasan Korupsi, Teken MoU dengan ACRC Korsel

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan ACRC (Anti-Corruption and Civil Rights Commission/Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil) Korea Selatan untuk kerja sama dalam pemberantasan korupsi di gedung kompleks Pemerintah Sejong. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Ketua KPK RI, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. […]

expand_less