Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » 3 Pilar Pengembangan Taman Wisata Alam Manipo di Kabupaten Kupang

3 Pilar Pengembangan Taman Wisata Alam Manipo di Kabupaten Kupang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pulau Manipo dipisahkan oleh selat sempit yang merupakan bagian dari Desa Enoraen , Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terlihat sekilas pulau ini tidak terlalu luas. Sehingga Pulau Manipo tidak ditampilkan dalam peta geografis manapun.

Untuk berkunjung ke Pulau Manipo, kita dapat menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 dengan menempuh perjalanan sekitar 3 (tiga) jam melalui Oesao atau Batu Putih.

Karena terpisah oleh selat sempit dari Pulau Timor, untuk menuju Taman Wisata Alam (TWA) Manipo harus menggunakan perahu yang sudah di sediakan di dermaga yang terbuat dari kayu yang ada di sekitar selat.
Seperti pulau kecil di tengah pantai, TWA ini memiliki pasir putih yang menjadi tempat bertelurnya penyu-penyu sisik .

Tak sekadar itu saja, di TWA Pulau Manipo ini kita dapat melihat indahnya lampu-lampu kecil dari Australia (pada malam hari), juga terdapat banyak satwa langka di TWA seperti Rusa Timor, Kakatua Jambul Kuning, Buaya Muara dan Kelelawar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, Ir. Timbul Batubara, M. Si., saat jumpa pers yang berlangsung pada Kamis, 11 Juli 2019, bertempat di Kantor BBKSDA NTT, mengatakan bahwa Taman Wisata Alam Manipo kedepan akan dijadikan role model dengan pengembangan 3 pilar yaitu pemerintah, pendekatan adat, dan juga pendekatan agama.

“Perlu sinergitas antara pihak-pihak tersebut agar terciptanya wisata yang harmonis “, ujar Timbul kepada para awak media.

Dirinya mengatakan bahwa pemerintah yang dimaksud adalah pemerintah pusat sampai pemerintah desa. Sementara pendekatan adat perlu dilakukan, karena peminat wisata pada era milenial lebih banyak berbasis budaya.Lanjut Timbul, pihaknya juga akan menggandeng pihak Agama, dalam hal ini Sinode GMIT untuk pengembangan TWA Manipo.

“Manipo itu punya sejarah budaya, sehingga kita perlu menggandeng tokoh-tokoh adat juga”, ujar Timbul.

Lebihnya, menurut Timbul, Manipo itu memiliki potensi yang sangat unik. Keunikan tersebut, jelas Timbul, satwa yang ada di Manipo sangat bersahabat dengan manusia. Tidak ada ketakutan ketika berada disana.

“Manipo ini sangat unik, dan jarang ditemukan dimanapun. Kita bisa lihat burung kakak tua dari jarak dekat, ada juga rusa disana”, ungkap Timbul.

Sebagai salah satu tindakan nyata dalam pengembangan TWA Manipo, sebut Timbul, bahwa dalam waktu dekat akan diadakan Festival Manipo.

“Sekitar akhir September atau Oktober akan diadakan Festival Manipo. Kita berharap semakin banyak tempat wisata maka perekonomian masyarakat juga bisa berkembang”, pungkas Timbul. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase) Foto by https://today.line.me

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diterpa Isu Miring, Walikota Airin Fokus Kerja Untuk Rakyat

    Diterpa Isu Miring, Walikota Airin Fokus Kerja Untuk Rakyat

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Tangsel-banten, gardaindonesia.id | Meski diterpa isu miring pemberitaan suami bersama wanita lain tidak menjadikan Walikota Airin kikuk dalam memimpin Kota Tangerang Selatan. Kota Tangerang Selatan yang baru saja genap satu dekade sudah banyak meraih prestasi dan penghargaan; hal tersebut merupakan kerja nyata yang membutuhkan banyak perhatian serta konsentrasi. Tangan dingin Ibu dua anak ini mampu […]

  • Ketua Fraksi Golkar TTS Bantu Ribuan Benih Ikan Lele

    Ketua Fraksi Golkar TTS Bantu Ribuan Benih Ikan Lele

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia | Ruba Banunaek, S.E., ketua fraksi Partai Golkar Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  memberikan bantuan benih ikan lele kepada Kelompok Tani Kohesopo dan Ora Et Labora di Desa Bineno, Kecamatan Kot’olin pada Selasa, 18 Januari 2022. Ruba Banunaek, dalam sesi wawancara menjelaskan, bahwa kedua kelompok ini telah […]

  • Legalisasi Arak Bali, Upaya Pemprov Bali Jadikan Arak Sebagai ‘Welcome Drink’

    Legalisasi Arak Bali, Upaya Pemprov Bali Jadikan Arak Sebagai ‘Welcome Drink’

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau distilasi khas Bali disahkan oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., bertempat di Jaya Sabha yang merupakan kediaman resmi Gubernur Bali, pada Rabu, 5 Februari 2020. Upaya ini untuk mem-branding arak yang merupakan minuman […]

  • Kompor Listrik Praktis, Testimoni dari Bhayangkari Sumba Timur

    Kompor Listrik Praktis, Testimoni dari Bhayangkari Sumba Timur

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Ketua Bhayangkari Cabang Sumba Timur, Ny. Dayu Gede Harimbawa, mengapresiasi inisiatif PLN, mengenalkan kepada ibu-ibu Bhayangkari praktisnya kompor listrik.   Waingapu | PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang electrifying lifestyle, gaya hidup modern yang memanfaatkan listrik dalam kegiatan sehari-hari. Kali ini, PLN menyasar para Ibu Bhayangkari Cabang […]

  • Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    Soal Salah Ketik UU Cipta Kerja, Mahfud MD: Tujuannya Baik, Patut Diperbaiki

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi soal salah ketik yang terjadi pada UU Cipta Kerja, menurutnya kesalahan ada yang sifatnya klerikal dan ada yang sifatnya substansial, yang sifat klerikal jalurnya dibicarakan di DPR, kalau substansi ke Mahkamah Konstitusi. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/10/26/salah-ketik-typo-senjata-utama-tangkal-kritikan-publik/ Terlepas dari itu, menurutnya UU ini memiliki tujuan baik dan […]

  • Korem 161/Wira Sakti Edukasi Empat Konsensus Berbangsa & Bernegara

    Korem 161/Wira Sakti Edukasi Empat Konsensus Berbangsa & Bernegara

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Korem 161/Wira Sakti memenuhi undangan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera ( DPW PKS ) Provinsi NTT sebagai Pemateri dalam kegiatan Konsolidasi dan Pembekalan Struktur Anggota Legislatif Kab/Kota terpilih PKS se-Prov Nusa Tenggara Timur. Materi tentang Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara serta Bela Negara ini diberikan kepada 41 peserta, termasuk 18 […]

expand_less