Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Pentas Seni dan Budaya FKIP Undana Hadirkan Esensi Budaya & Adat NTT

Pentas Seni dan Budaya FKIP Undana Hadirkan Esensi Budaya & Adat NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 9 Okt 2019
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Undana Kupang melaksanakan Pentas Seni dan Budaya se-FKIP dengan 3 jenis lomba yaitu lomba paduan suara, lomba vokal grup dan juga lomba tarian kreasi.

Kegiatan yang diikuti oleh 31 tim tersebut digelar di Aula Rektorat Lama Undana pada Rabu, 9 Oktober 2019.

Selain melaksanakan perlombaan, hal menarik lainnya yang dihadirkan dalam kegiatan akbar tahun tersebut adalah pameran kain tenun adat dari semua daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Rumah Adat Lopo dari Pulau Timor.

Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya NTT, pada gelaran kegiatan seni yang mempertemukan seluruh mahasiswa FKIP dari semua tingkatan tersebut juga menghadirkan miniatur karya mahasiswa FKIP dan juga live sketsa oleh dua orang mahasiswa FKIP Undana.

Ketua BEM FKIP Undana, Yeter Tety kepada media ini mengatakan bahwa tujuan dihadirkannya Lopo sebagai salah satu rumah adat khas Pulau Timor sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebudayaan di NTT yang mana akhir-akhir tergerus oleh arus globalisasi.

“Dengan menghadirkan Lopo pada kegiatan ini, mahasiswa bisa mengetahui jenis-jenis rumah adat di NTT khususnya di Timor”, ujar mahasiswa mantan Ketua HMJ MIPA tahun 2018 itu.

Dirinya menjelaskan bahwa Lopo memiliki banyak sekali fungsi namun saat ini tidak ditemukan lagi di Pulau Timor, kecuali di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). “Fungsi Lopo sebagai tempat beristirahat bagi tamu yang berkunjung, sebelum masuk ke rumah utama masyarakat asli Timor,” jelas Yeter.

Selain itu, fungsi lain dari Lopo sebagai tempat berkumpul para tua-tua adat untuk membicarakan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. “Lopo sebagai tempat perkumpulan dalam bermusyawarah dan bermufakat bagi penduduk asli Timor,” ungkap mahasiswa Pendidikan Fisika itu.

Mengingat kehadiran Lopo bagi masyarakat Timor yang sangat bermanfaat, Yeter berharap bahwa dengan menghadirkan Lopo pada kegiatan tersebut dapat memberi stimulan bagi generasi milenial sesuai tema kegiatan ‘Generasi Milenial Cinta Budaya’.

“Walaupun Lopo yang kita buat hanya seadanya saja dan tidak sebagus Lopo yang asli, namun kita berharap mahasiswa FKIP bisa memaknai pentingnya rumah-rumah adat bagi masyarakat dan mahasiswa hadir sebagai pelopor dalam melestarikan kekayaan budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun,” ujar Yeter penuh harap.

Sementara terkait pameran miniatur dan juga live sketsa oleh mahasiswa FKIP Undana, Yeter mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan talenta yang dimiliki.

“Kita ingin terus memotivasi teman-teman kita untuk terus mengembangkan talenta yang mereka miliki,” ungkap Yeter.

Dalam kegiatan tersebut, para penonton maupun peserta bisa membeli miniatur yang disukai juga bisa mendapatkan sketsa wajah masing-masing dari para pelukis handal yang hadir.

Ketua BEM FKIP Undana, Yeter Tety saat meninjau proses sketsa wajah dari Mahasiswa FKIP Undana

Pada kesempatan tersebut, Gaudensia Mariance Evelis Ladja, salah satu mahasiswa yang berkesempatan memamerkan hasil lukisannya menyampaikan bahwa dirinya mulai melukis sejak umur 3 tahun. “Saya melukis hanya sebagai hobi saja dan untuk mengembalikan mood ketika stres”, jelas Mega sapaan akrabnya.

Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan itu mengatakan bahwa selama 17 tahun menekuni hobi melukis tersebut, dirinya mendapatkan tambahan uang dari hasil lukisan tersebut. “Ada teman-teman dekat yang pesan sketsa wajah dan lukisan kartun dengan harga bervariasi,” jelas perempuan cantik itu.

Harga yang dipatok untuk sketsa wajah tersebut biasanya 50 ribu dan untuk lukisan kartun dibandrol dengan harga 10 ribu per lukisan.

Mega mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk pertama kalinya memamerkan hasil lukisannya didepan banyak orang. “Selama ini tidak percaya diri untuk memamerkan hasil lukisan. Saya sangat senang, untuk pertama kalinya bisa menampilkan talenta saya,” pungkas Mega.

Mahasiswa lainnya yang juga diberi kesempatan memamerkan hasil lukisannya yaitu Astrid Inabuy dari Pendidikan Biologi. Sementara miniatur yang dipajang pada kegiatan tersebut merupakan hasil karya dari salah satu mahasiswa PGSD, FKIP Undana. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pidato Presiden Terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo – ‘Visi Indonesia’

    Pidato Presiden Terpilih Pilpres 2019, Joko Widodo – ‘Visi Indonesia’

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Joko Widodo menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden terpilih pada Pilpres 2019 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019) malam. Selengkapnya, inilah pidato Jokowi yang bertajuk Visi Indonesia : Assalamuallaikum wr. Wb Salam sejahtera bagi kita semua Om swastiastu Namo buddhaya Salam kebajikan Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. […]

  • Takjil Ramadan UMKM Bank NTT di Kota Reinha Rosari Larantuka

    Takjil Ramadan UMKM Bank NTT di Kota Reinha Rosari Larantuka

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Menyemarakkan momentum Ramadan 1445H, maka Bank NTT cabang Larantuka menghelat tenda bazar UMKM yang menjajakan takjil di depan kantor berlokasi di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Sarotari, Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tenda bazar UMKM saat Ramadan 1445H tersebut merupakan bentuk dukungan konkret Bank NTT terhadap aktivitas ekonomi para […]

  • PDAM Kota Kupang Pasang Tempat Cuci Tangan Portabel di Pasar dan Taman

    PDAM Kota Kupang Pasang Tempat Cuci Tangan Portabel di Pasar dan Taman

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sebagai langkah antisipatif terhadap wabah corona virus disease (Covid-19) dan membudayakan cuci tangan, maka PDAM Tirta Bening Lontar Kota Kupang memasang tempat cuci tangan (wastafel) portabel di beberapa area publik. Direktur PDAM Kota Kupang, Johny Ottemoesoe kepada awak media, pada Rabu, 1 April 2020, mengatakan aksi ini sebagai wujud nyata […]

  • Pascabanjir di Luwu Utara, 36 Orang Tewas & Lebih dari 3.000 KK Mengungsi

    Pascabanjir di Luwu Utara, 36 Orang Tewas & Lebih dari 3.000 KK Mengungsi

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Luwu Utara-Sulsel, Garda Indonesia | Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat per Jumat, 17 Juli 2020 pukul 17.30 WITA, lebih dari tiga ribu keluarga mengungsi pascabanjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba. Jumlah penyintas yang tercatat pada BPBD Kabupaten Luwu Utara mencapai 3.627 […]

  • Panen Padi Warga, Cara Kompi Kavaleri KKA Lelowai Dukung Ketahanan Pangan

    Panen Padi Warga, Cara Kompi Kavaleri KKA Lelowai Dukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kam, 19 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), personel Kompi Kavaleri Komodo Kesatria Anuraga (Kikav KKA) memanen padi bersama masyarakat di Desa Derok Faturene, Kecamatan  Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 18 Mei 2022. “Hal ini merupakan salah satu […]

  • MUI : Sebaik-Baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

    MUI : Sebaik-Baiknya Salat Adalah Salat yang Dilakukan di Rumah

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia atau MUI mengajak umat Islam Indonesia untuk meningkatkan dan memperbanyak salat serta ibadah karena sebaik-baiknya salat adalah salat di rumah. Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa ada hikmah di balik peristiwa. Salah satu hikmah dengan adanya wabah Covid-19 ini adalah penguatan ketahanan keluarga kita. Penguatan […]

expand_less