Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Afganistan Belajar Industri Rumahan dari Indonesia

Afganistan Belajar Industri Rumahan dari Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Mataram, Garda Indonesia | Pemerintah Republik Islam Afghanistan terus berupaya memajukan negara dan kaum perempuannya meski negaranya masih dilanda perang. Salah satunya dengan belajar tentang Industri Rumahan (IR) dari Indonesia.

Deputi Deputi bidang Teknis dan Kebijakan Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afghanistan, Spozhmai Wardak mengemukakan hal ini dalam penutupan Second Workshop on Women Economic Empowerment for Afghanistan dan Pertemuan Tim Pengarah di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Jumat malam, 8 November 2019.

“Di workshop ini kami dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan Indonesia dalam memberdayakan perempuan, dan kami mendapat hal-hal positif. Tiga negara (Indonesia – Jerman – Afghanistan) juga sepakat akan mengambil langkah konkret untuk pemberdayaan ekonomi perempuan di Afghanistan ke depan. Keberhasilan workshop ini sangat penting bagi negara dan perempuan Afghanistan,” ujar Deputi bidang Teknis dan Kebijakan Kementerian Urusan Perempuan Republik Islam Afghanistan, Spozhmai Wardak.

Workshop ini merupakan bagian dari program Kerja Sama Triangular antara Indonesia – Jerman – Afghanistan untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kementerian Urusan Perempuan, Republik Islam Afghanistan dan Pemerintah Jerman melalui Geselleschaft fur Internationale Zussammenarbeit (GIZ). Tujuannya untuk menyusun dan memperdalam konsep pemberdayaan ekonomi perempuan yang berada dalam struktur patriarki dan konservatif.

Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Kemen PPPA, Muhammad Ihsan menjelaskan dalam workshop kedua ini peserta mempelajari laporan kondisi ekonomi perempuan di Samangan, Afghanistan (daerah percontohan) sebagai tindak lanjut workshop sebelumnya, “Workshop Development Women Empowerment Through Home Industry in Indonesia” yang digelar pada Juli 2019 di Yogyakarta.

“Laporan ini mendiskusikan 4 isu terkait pemberdayaan ekonomi perempuan yang ingin dipelajari oleh Afghanistan yaitu produksi dan pengemasan, pemasaran atau marketing, akses dan keuangan, serta aspek sosial budaya dalam sistem patriarki,” kata Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Kemen PPPA, Muhammad Ihsan.

Peserta workshop terdiri dari perwakilan Kementerian Urusan Perempuan, Republik Islam Afghanistan yaitu Deputi bidang Teknis dan Kebijakan sebagai ketua delegasi, dua direktur, satu perwakilan dari Provinsi Samangan, dan staf bidang monev. Kegiatan yang berlangsung sejak 4 November 2019 ini juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kami hadirkan banyak narasumber seperti TGH M. Subhi Sasaki, berbagai praktisi dan fasilitator IR di NTB, Koperasi Syariah, Bukalapak, serta berkunjung ke lokasi yang relevan seperti Balai Kemasan. Kiranya bisa menginspirai pihak Afghanistan tentang bagaimana menjalankan home industry development,” kata Ihsan. (*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT 50 HIPMI, Presiden Jokowi Ajak Kelola Bidang Pangan

    HUT 50 HIPMI, Presiden Jokowi Ajak Kelola Bidang Pangan

    • calendar_month Sab, 11 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memanfaatkan peluang di bidang pangan. Peluang tersebut muncul bersamaan dengan masalah yang dialami oleh sejumlah negara yang sedang mengalami kelangkaan pangan akibat ketidakpastian ekonomi global karena pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina. Hal tersebut ditekankan Presiden […]

  • Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

    Usai Listrik Nyala, Geliat Ekonomi Koja Doi Tumbuh Bersama Bank NTT

    • calendar_month Jum, 30 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Koja Doi, Garda Indonesia | Menikmati listrik energi baru terbarukan dengan harga terjangkau menjadi cerita haru bagi warga Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT; usai hadirnya PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) pada Kamis, 28 November 2019, menjadi hari bersejarah bagi mereka di mana sejak Indonesia Merdeka, Desa Koja Doi tidak pernah menikmati […]

  • Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan tak profesionalnya lembaga negara dalam membuat regulasi. Berkelit salah ketik menjadi alasan klasik dalam membuat sesuatu. Sejauh ini, senjata utama ala Typo atau salah ketik. Alasannya, saya nilai lantaran kurang koordinasi, kurang keterbukaan dan kurang sosialisasi ke publik. Di era […]

  • Johni Asadoma Menapaki Gubernur NTT Kesembilan

    Johni Asadoma Menapaki Gubernur NTT Kesembilan

    • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 59
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Irjen. Pol. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum. merupakan purnawirawan Polri jabatan terakhir Analis Kebijakan Utama Bidang Minister Divhubinter Polri. Pati Polri yang akrab disapa Johni Asadoma, lulusan Akpol 1989 ini berpengalaman dalam bidang brimob. Pria kelahiran Denpasar, 8 Januari 1966 (usia 58 tahun),  ayah dari Veronica Gabriela Margareth Asadoma dan Daniel […]

  • PLN Bangun Jalan Menuju PLTP Mataloko, Pedagang Dapat Untung

    PLN Bangun Jalan Menuju PLTP Mataloko, Pedagang Dapat Untung

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Peningkatan signifikan tersebut belum pernah dirasakan masyarakat sebelumnya. Jauh sebelum PLN turun tangan, Stefanus bercerita kalau warga mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas perekonomian sehari-hari, terutama ketika menjual hasil tani, yang menjadi komoditas wilayah tersebut. Jalan becek dan berlumpur menjadi tantangan sehari-hari.   Ngada | Pembenahan akses jalan menuju titik lokasi pembangkit listrik tenaga panas bumi […]

  • Menelisik Ritual Golo Kowa Hole Sabu Raijua

    Menelisik Ritual Golo Kowa Hole Sabu Raijua

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    “Bersyukur tahun ini (2022, red) bisa ikut ambil bagian dalam ritual Golo Kowa Hole di tanah leluhur Hawu Mehara (baca Sabu Mesara, red), Semoga Sabu Raijua tetap diberkati dan dijauhkan dari hal buruk, dan tahun berikut tanah ini bisa berikan panen yang melimpah sehingga masyarakat bisa sejahtera,” demikian penggalan status dari Eva Mita Savu di […]

expand_less