Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Jan 2020
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Keanehan sungguh terjadi pada keluarga korban, Petrus Bere. Sumber api yang menyebabkan rumah miliknya ludes terbakar di Bundaran Tugu Seroja Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa 31 Desember 2019 petang, sumbernya tidak diketahui oleh pihak korban.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2020/01/01/akhir-tahun-2019-akibat-bensin-rumah-warga-di-belu-dilahap-si-jago-merah/

Hal itu, diungkapkan Erwin Bere, salah satu anak kandung Petrus Bere ketika ditemui Garda Indonesia di rumah penginapan sementara milik Konstantinus Taus dan Yasinta Namok di Seputaran Bundaran Tugu Seroja pada Rabu, 1 Januari 2020 malam.

“Lilin tidak ada. Kami juga bingung karena sumber apinya kita tidak tahu. Tiba- tiba saja api itu muncul dari bapak punya telapak bagian kiri, merambat langsung di baju. Anehnya, celana tidak terbakar, baju saja yang terbakar. Makanya bapak buka baju langsung buang. Kaki tidak ada luka bakar, hanya buluh kaki saja yang terbakar. Luka besar itu hanya di bapak punya tangan kiri,” ulasnya.

Menurut Erwin, beberapa saat sebelum kejadian naas itu, bapaknya baru pulang membeli BBM di SPBU yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Dirasakan bapaknya, hawa sore itu memang sangat panas meskipun baru saja selesai hujan. Dugaan mereka, kemungkinan api itu timbul akibat gesekan antara bensin dan udara panas sore itu.

Pantauan media ini, luka bakar juga diderita oleh mama kandungnya Maria Natalia Buik pada paha bagian kiri dan pada wajah kanan (pipi dan pelipis).

Saat itu, terang Erwin, Natalia sudah berada di luar rumah. Tetapi, ia terpaksa masuk kembali karena berupaya mencari cucunya yang ia kira masih berada di dalam rumah.

“Saya lihat dia jatuh, saya angkat dia, tarik, dorong, buang keluar. Saat itu, api sudah besar. Enam jeriken besar kosong, saya lempar keluar semua,” kata Petrus Bere menambahkan.

Luka bakar yang dialami Petrus Bere

Barang- barang yang habis dilahap api itu, menurut pihak korban: laptop 2 unit, TV 2 unit, speaker Bigband 1 unit, amplifier 2 unit, sepeda motor beat 1 unit, motor air 1 unit, sepeda dayung 1 unit, kulkas polytron 2 unit, rak etalase 1 buah (masih masa kredit), handphone 4 unit, spon 2 buah, lemari pakaian 4 buah, mixer 2 buah, oven 2 buah, kain adat 8 helai, uang tunai 50 juta rupiah, surat-surat motor dari 4 unit sepeda motor (Versa 1 unit, Revo 2 unit, dan motor metic (yang hangus terbakar), sertifikat tanah, SIM B1 Umum 1 lembar, barang jualan kios, dan perabot rumah tangga.

“Kami dalam rumah sembilan orang. Pakaian semua terbakar, hanya tinggal yang kami pakai di badan,” ungkap Erwin lagi diamini anggota keluarga lainnya.

Barang berharga lainnya yang turut ludes dilahap api seperti: 6 rantai emas (2 rantai tangan, 4 rantai leher),4 cincin, 16 kalung muti, 6 uang perak (murak tomak), 6 tusuk konde emas. Total estimasi kerugian di luar uang tunai senilai Rp.250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah). Sedangkan, uang tunai bekas terbakar dan sudah diserahkan kepada pihak polsek Tasifeto Barat, menurut pihak korban, sekitar 16 juta rupiah.

Adapun keluhan pihak korban terhadap keterlambatan pihak pemadam kebakaran yang jaraknya hanya 2 kilometer dari lokasi kebakaran. Menurut pengakuan pihak korban, mobil damkar terlambat datang meski berulang- ulang beberapa orang sudah berusaha memberitahukan via sambungan telepon, hingga ada warga dengan menggunakan sepeda motor harus pergi memanggil langsung di markas damkar.

Parahnya lagi, meski sudah diberitahu langsung di markas pun, petugas masih juga berdalih bahwa air tidak ada di mobil tangki dan mobilnya mogok bahkan sulit dihidupkan. “Mobil pemadam datang sudah terlambat. Sampai di sini juga mereka bilang air di tangki sisa setengah saja. Jadi, siram api belum mati air sudah habis,” tandas pihak korban kesal. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Posko Nasional PLN, Siaga Pemilu 11—20 Februari 2024

    Posko Nasional PLN, Siaga Pemilu 11—20 Februari 2024

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memimpin langsung apel siaga kelistrikan Pemilu 2024 untuk memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi prima. PLN juga telah menetapkan masa siaga dari tanggal 11–20 Februari 2024 dengan membentuk 1.853 posko siaga dan mengerahkan 81.591 personil siaga di seluruh daerah di Tanah Air. Darmawan menyampaikan, PLN […]

  • Melki—Johni & Simon—Andre Daftar Hari Pertama di KPU NTT

    Melki—Johni & Simon—Andre Daftar Hari Pertama di KPU NTT

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Jadwal pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dimulai sejak Selasa—Kamis, 27—29 Agustus 2024. Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPU NTT) telah menyiapkan alur dan mengondisikan tahapan dan aturan terkait proses pendaftaran. Mulai dari jumlah simpatisan hingga proses pendataan paslon. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran Pilkada serentak, 27 […]

  • Prabowo Subianto : Saya Diejek, Difitnah dan Dihina, Jogetin Saja!

    Prabowo Subianto : Saya Diejek, Difitnah dan Dihina, Jogetin Saja!

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ya, tak perlu baperan. Diejek dan dihina ya jogetin saja. Itu pertanda orang yang percaya diri. Sedangkan yang minder, takut kalah dan memang berkarakter lemah biasanya suka menjelek-jelekkan orang lain. Begitulah aura yang terjadi di arena politik Indonesia akhir-akhir ini. Semua merasakan, bahkan sebagian (kecil) melakukannya. Sedangkan, sebagian besar memilih diam […]

  • Markas Brimob Dikepung Ribuan Abang Ojol

    Markas Brimob Dikepung Ribuan Abang Ojol

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Abang ojol terkenal solidaritasnya. Sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis malam, 28 Agustus 2025, ribuan abang ojol mengepung Markas Brimob. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas meninggalnya Affan Kurniawan dan kondisi kritis Moh Umar Amirudin. Ribuan motor ojol yang menyerbu ke arah markas Brimob. Mereka datang dengan wajah muram, dada bergemuruh, dan mata menyala […]

  • Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

    Advokasi Sekolah Inklusif, Reza Rahadian Temui Bupati Sumba Barat

    • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Waikabubak, Garda Indonesia | Aktor sekaligus Duta Persahabatan YAPPIKA-ActionAid, Reza Rahadian berkunjung ke SDN Palamoko dan SDN Rajaka di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di kedua sekolah tersebut, Reza berbincang dengan murid-murid, guru dan anggota komunitas sekolah terkait kondisi dan situasi di sekolah. SDN Palamoko dan SDN Rajaka adalah 2 di antara […]

  • Richard Riwoe Tegaskan Langkah Bangun NTT

    Richard Riwoe Tegaskan Langkah Bangun NTT

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 4Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pengacara andal yang bermukim bilangan Cawang Baru, Jatinegara, Jakarta Timur dan berkantor di Law Office Richard Riwoe & Partner, Advocates and Legal Consultants beralamat di Contennial Tower lantai 29 unit D & E Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 24—25 Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan; menegaskan langkahnya membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). […]

expand_less