Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

PUSPA NTT Bina Pemulung TPA Alak Kupang Kelola Pupuk Bokashi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
  • visibility 41
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Oktober 2018 hingga sekarang telah membina para pemulung di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Alak Kota Kupang.

Pola pembinaan yang dilakukan dengan melatih sekitar 40 pemulung yang setiap hari mengais rezeki dengan memanfaatkan limbah sampah ini dengan mengedukasi mereka cara mengolah Pupuk Bokashi (bahan organik kaya sumber hidup) yang menggunakan kotoran sapi dan cromolaena odorata (semak bunga putih yang tumbuh liar), arang sekam dan dekomposer (starter) EM4 dan ABG-Degra.

Wadah yang diinisiasi oleh Kementerian PPPA dan memperoleh SK Gubernur NTT ini terus berkiprah sejak dibentuk pada tahun 2018.

Demikian penjelasan Dr. Twen Dami Dato dari Bidang Ketahanan Keluarga PUSPA NTT pada Sabtu, 1 Februari 2020 pukul 15.20 WITA usai mengolah pupuk bokashi bersama para pemulung di TPA Alak Kota Kupang. “Kami bersama Kelompok Pemulung di TPA Alak hari ini mengolah bokashi periode ke-4 yang rencana bakal melakukan panen pada 1 Maret 2020 nanti,” ujar Dr. Twen Dami Dato kepada Garda Indonesia.

Dr Twen Dami Dato (bertopi) sedang mengawasi Kelompok Pemulung TPA Alak mengolah pupuk bokashi

Dosen Fapet Undana Undana Kupang ini menyampaikan bahwa dirinya dan kelompok Pemulung TPA Alak telah mengolah pupuk bokashi sejak Oktober 2018.

“Tahap pertama pada 30 Oktober 2018, dihasilkan pupuk bokashi sebanyak 2,25 ton yang setara dengan Rp.2.230.000,- (Dua juta dua ratus tiga puluh ribu rupiah); Kedua pada 29 Mei 2019 sebanyak 2,3 ton (2,3 juta rupiah); Ketiga pada 26 Juni 2019 dihasilkan 3 ton (3 juta rupiah), dan Keempat 1 Februari 2020 bakal dipanen pada 1 Maret 2020 dengan estimasi sebanyak 2—3 ton,” ungkap Dr. Twen.

Menurut Koordinator Bidang Ketahanan Keluarga PUSPA NTT ini, dari 40 orang yang dilatih sejak awal namun saat ini hanya 3 orang saja yang mau bekerja hingga sekarang. “Namun pada pada periode kelima bakal ikut sekitar 3 orang lagi,” ungkapnya.

Dr Twen Dami Dato menunjukkan pupuk bokashi hasil olahan Kelompok Pemulung TPA Alak Kupang

Lebih lanjut Dr. Twen menyampaikan bahwa pola pemberdayaan yang dilaksanakan oleh PUSPA NTT adalah untuk membuka cara berpikir para pemulung agar dapat memanfaatkan sampah organik yang ada di TPA Alak untuk dijadikan pupuk.

“Memang susah untuk mengubah cara berpikir (mindset) para pemulung agar berminat menekuni di waktu senggang, namun kami berkomitmen dan konsisten melatih dan membina mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Perlindungan Anak dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi NTT Sylvia R Peku Djawang, S.P., M.M. melalui Kabid Kelembagaan Gender dan Kemitraan, drg. Maria Silalahi, MPHM. yang dihubungi pada Minggu, 2 Februari 2020 pukul 15.11 WITA menyampaikan bahwa peran Pemprov NTT melalui Dinas PPPA dapat memberikan bantuan sosial kepada para Kelompok Pemulung TPA Alak

“Sebenarnya bansos untuk Kelompok Pemulung TPA Alak dapat segera dicairkan namun terkendala karena mereka belum menyusun proposal dan menyerahkan kepada kami,” beber drg Maria.

Lanjutnya, Semoga dalam minggu ini bisa masuk sehingga minggu depan masuk dananya. drg. Maria menambahkan jika Kelompok Pemulung TPA Alak rajin membuat proposal ke pemprov maka pasti akan dibantu oleh Pemprov sepanjang dalam proposal tersebut tercantum nama dan nomor penanggung jawab yang dapat dihubungi, nomor rekening bank dan fotokopi KTP.

“Pengawasannya nanti melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) NTT,” pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Twen Dami Dato

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kristiana Muki Beberkan Perannya dalam Proyek di Kabupaten TTU

    Kristiana Muki Beberkan Perannya dalam Proyek di Kabupaten TTU

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | “Saya pribadi, terus terang kalau mulai dari bapak masuk ke dunia politik, saya tidak pernah menyentuh hal-hal yang seperti itu. Ini kasih ke sini, ini kasih ke sini. Itu tidak pernah!. Saya melihat istri-istri pejabat yang lain, sampai ada yang lain datang dan mengatakan saya berbeda,” ungkap Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. […]

  • Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Ende-NTT, Garda Indonesia | Beragam adat istiadat terdapat di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Desa Reka yang terletak di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Adat istiadat tersebut digunakan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan. Di Desa Reka, sebelum pembangunan jaringan listrik harus diawali dengan acara adat yang oleh masyarakat […]

  • Begal Anggaran dan Pungutan Liar oleh Kepala Daerah Masih Marak?

    Begal Anggaran dan Pungutan Liar oleh Kepala Daerah Masih Marak?

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Tak ada habis-habisnya kasus begal anggaran dan “pungutan liar” yang dilakukan oleh kepala daerahnya sendiri. Ambil contoh yang barusan saja terjadi di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Ada mata anggaran untuk pembelian “karangan bunga” yang mencapai lebih dari Rp.1,1 miliar. Kasus tersebut dibongkar oleh Ketua PSI Kota Bekasi Tanti Herawati dan dikabarkan […]

  • AMM-NTT Tolak Diskursus Penutupan & Relokasi Penduduk di Pulau Komodo

    AMM-NTT Tolak Diskursus Penutupan & Relokasi Penduduk di Pulau Komodo

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Diskursus (wacana) Penutupan Pulau Komodo dan Relokasi Penduduk di Pulau Komodo oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat yang menuai kontroversi di mata publik dan direspon oleh Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (AMM-NTT). Sebagai bentuk aksi protes terhadap diskursus yang dikeluarkan oleh Gubernur NTT tersebut, Aliansi Masyarakat […]

  • Bocah 9 Tahun Ungkap Pdt Melinda Zidemi Diperkosa & Dibunuh

    Bocah 9 Tahun Ungkap Pdt Melinda Zidemi Diperkosa & Dibunuh

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Palembang, Garda Indonesia | Bocah 9 tahun berinisial NP jadi saksi kematian pendeta muda, NP yang selamat dari pembegalan akhirnya mengungkap kejadian tragis yang menewaskan seorang pendeta di Palembang, Selasa (26/3/2019). Pendeta muda itu bernama Melinda Zidemi (24). Ia dilaporkan tewas dengan kondisi mengenaskan. Dirilis dari hebatriau.com, Melinda Zidemi ditemukan tewas di Areal PT SPM […]

  • Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan fungsi Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, perekat sosial, kebudayaan dan ekonomi; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama pemerintah kabupaten/kota dan lembaga penyiaran se–NTT via zoom meeting pada Kamis, 22 Juli 2021. Ketua KPID NTT, […]

expand_less