Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

Gubernur VBL Dapati Program Maek Bako Gagal di Belu, Plt Sekda Tuduh Warga Curi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Program Tanam Maek Bako merupakan salah satu program unggulan Bupati Belu, Wilibrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan yang menelan anggaran 1,3 Miliar, ternyata gagal.

Hal ini diketahui setelah gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau secara langsung lokasi penanaman Maek Bako (Porang) oleh pemda Belu di Hutan Jati Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 11 Februari 2020 siang.

Ironisnya lagi, lokasi yang ditunjuk pemda Belu itu pun, adalah lahan budidaya Porang milik sekelompok warga setempat, bukan milik pemda.

Lokasi penanaman Maek Bako (Porang) milik Pemda Belu di Hutan Jati Nenuk

Ketika itu, Plt Sekda Belu Marsel Mau Meta berkilah, Maek Bako yang ditanam di lokasi tidak tumbuh lantaran telah dicuri oleh warga sekitar.

Pernyataan Plt Sekda Belu itu, selain didengar oleh sejumlah wartawan, juga mendapatkan reaksi keras dari masyarakat pemilik lahan bernama Yosefa De Jesus. “Itu tidak benar,” tutur Yosefa.

Pemilik lahan Porang (tengah, baju biru) saat diwawancara oleh wartawan

Menurut Yosefa, program pemerintah daerah Belu baru dimulai pada tahun 2017. Sedangkan, pihaknya sudah mulai menanam Maek Bako sejak tahun 2012.

“Kami tahu Maek Bako sudah ada harga, makanya kami cari sendiri Maek Bako yang tumbuh liar di hutan untuk tanam di sini. Kami tanam di hutan jati ini juga dapat izin dari Dinas Kehutanan, yang penting jangan tebang pohon. Kami memang tanam di lahan milik pemerintah, tapi kami tidak curi Maek Bako milik pemerintah,” tegas Yosefa.

PLT Sekda Belu, Marsel Mau Meta yang dikonfirmasi menuturkan, maksud dari pernyataan tersebut bukan menuding masyarakat mencuri, tetapi mengambil dari lokasi Porang milik pemerintah Kabupaten Belu di Hutan Jati Nenuk. “Jangan bilang curi. Kasihan orang. Orang su (sudah,red) kerja setengah mati kita bilang curi lagi,” ujar PLT Sekda Belu.

Dijelaskan Mau Meta, masyarakat mungkin ingin membudidaya Maek Bako, memanen dan menjualnya sendiri ke pasaran, sehingga mereka mengambil dari lahan yang sudah ditanam di lahan milik pemda. “Kalau mereka ambil, mungkin mereka butuh. Mereka mungkin ingin memiliki sendiri. Kalau mereka ingin rawat sendiri, mereka ambil tidak masalah to? Karena mereka pingin (mau) rawat sendiri, kemudian mereka panen sendiri, tidak usah tanya naik turun lagi to,” ungkapnya lagi kepada wartawan melalui telepon pada Selasa, 11 Februari 2020 sore. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Asing Kritik Rencana Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    Media Asing Kritik Rencana Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Loading

    Langkah tersebut segera menimbulkan perdebatan publik. Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto bahkan meluncurkan petisi penolakan yang telah ditandatangani lebih dari 13.000 orang.   Jakarta | Rencana pemerintah Indonesia untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, memicu sorotan tajam dari berbagai media asing. Pemberitaan dari Singapura, Malaysia, hingga internasional menyoroti penolakan keras yang […]

  • Dua Hari di NTT, Ini Agenda Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

    Dua Hari di NTT, Ini Agenda Kunjungan Kerja Presiden Jokowi

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo bertolak ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) guna melakukan kunjungan kerja pada Rabu, 23 Maret 2022. Menggunakan pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden beserta rombongan terbatas lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 18.15 WIB. Setibanya di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, Presiden Jokowi langsung menuju […]

  • 6 Kades & 3 Lurah Raih Predikat Terbaik

    6 Kades & 3 Lurah Raih Predikat Terbaik

    • calendar_month Kam, 16 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Pemprov NTT menetapkan 6 (enam) Kepala Desa Terbaik se-NTT, dari peringkat pertama hingga keenam yakni Kepala desa Kotowuji Barat Kabupaten Nagekeo; Bijeli Kabupaten TTU; Batajawa Kabupaten Ngada; Belang Merah Kabupaten Alor; Sobo Kabupaten TTS, dan Mabodu Kabupaten Sumba Barat. Sedangkan 3 (tiga) Lurah terbaik tingkat Provinsi NTT dari peringkat pertama hingga ketiga […]

  • Bantu Siswa Jakarta, Pramono Anung Hapus Ribuan Ijazah Tertahan

    Bantu Siswa Jakarta, Pramono Anung Hapus Ribuan Ijazah Tertahan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Pramono menekankan pentingnya program pemutihan ijazah sebagai langkah nyata membuka jalan bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan dan memperbaiki taraf hidup.   Jakarta | Fakta di lapangan banyak menunjukkan bahwa penahanan ijazah di sekolah karena tunggakan biaya SPP masih banyak terjadi di berbagai daerah. Tentu hal tersebut menjadi tantangan bagi setiap kepala daerah untuk menuntaskannya. […]

  • Napan di Batas RI–RDTL, Desa Binaan Bank NTT Kaya Aneka Produk

    Napan di Batas RI–RDTL, Desa Binaan Bank NTT Kaya Aneka Produk

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Kefamenanu, Garda Indonesia | Juri festival desa binaan Bank NTT, Stenly Boymau berkunjung ke Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Kamis, 17 November 2022. Napan merupakan satu dari empat desa lainnya yang menjadi peserta Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD tahun 2022. Setibanya di lokasi, puluhan warga sudah […]

  • MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

    MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

    • calendar_month Rab, 13 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rudi S Kamri Melihat nasib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) saat ini dibanding dua bulan lalu seperti bumi dan langit atau perbandingan yang sangat mencolok 180 derajat. Saat tanggal 10 November 2020 lalu dia pulang dielu-elukan bak pahlawan. Konon katanya hari kepulangannya pun sengaja ‘di-setting’ bertepatan dengan Hari Pahlawan. Alih-alih seperti Ayatullah Khomeini yang […]

expand_less