Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » HPI ke-110, Kesetaraan Peran & Komunikasi Jadi Kunci Utama dalam Keluarga

HPI ke-110, Kesetaraan Peran & Komunikasi Jadi Kunci Utama dalam Keluarga

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2020
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (HPI) ke-110 (International Women’s Day) dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat sosialisasi Kepedulian terhadap Perempuan dengan tema “Kesetaraan dalam Keluarga, Sumber Daya, dan Kepemimpinan” pada Jumat, 6 Maret 2020.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/03/06/hari-perempuan-internasional-ke-109-dpppa-ntt-helat-aksi-kemanusiaan/

Mengambil lokasi di Kantor DPPPA Provinsi NTT Jalan Basuki Rachmat Kupang, kegiatan sosialisasi menghadirkan 3 (tiga) narasumber yakni Pater Yulius Yasinto, Akademisi Unwira Kupang; Pdt. Yandi Manobe, Sinode GMIT; dan Dani Manu dari LBH Apik , serta melibatkan peserta dari Polda NTT, Lanudal El Tari Kupang, Lantamal VII Kupang, Korem 161/WS, Kejaksaan Tinggi NTT, PHDI NTT, WALUBI NTT, MUI NTT, Keuskupan Agung Kupang, Sinode GMIT, Garda Indonesia, International Organization for Migran (IOM) NTT, Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi NTT, Forkomwil PUSPA NTT, P2TP2A Provinsi NTT, PIA Ardnya Garini Cabang 5/D III Lanud El Tari Kupang, Korcab VII Daerah Jalasenastri Armada (DJA) II, Kartika Chandra Kirana Koorcab Ren 161/Pd IX Udayana, Bhayangkari Daerah NTT, DPD GOPTKI NTT, Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTT, dan PKK Provinsi NTT.

Foto bersama Dinas PPPA NTT, Narasumber, dan para peserta kegiatan sosialisasi Kepedulian terhadap Perempuan

Kabid Perlindungan Hak Perempuan DPPPA NTT, Dra. Ita Boekan kepada media ini menyampaikan, tujuan yang ingin menyampaikan kepada kaum laki-laki bahwa peran perempuan saat ini setara dan perlu dilibatkan dalam peran politik, pemerintahan, pendidikan, kesehatan. “Saat ini telah banyak perempuan yang duduk dan berperan dalam legislatif, yudikatif dan eksekutif,” ungkapnya.

Pdt. Yandi Manobe dalam pemaparannya menyampaikan perlu adanya kesetaraan terkait peran yang dimaksimalkan bersama, harus ada ruang komunikasi untuk kehidupan bersama yang baik antara laki-laki ‘suami’ dan perempuan ‘istri’ dalam lingkungan keluarga. “Konteks saat ini kita sedang berbicara tentang kesetaraan dan bukan kesamaan, karena perempuan akan tetap menjadi perempuan dan laki-laki tetap menjadi laki-laki,” urai Pdt Yandi.

Pdt. Yandi Manobe

Menurut Sekretaris Bidang Hubungan Fungsional dan Profesional Majelis Sinode GMIT, saat ini kita harus memperjuangkan kesetaraan terkait peran dan fungsi antara laki-laki dan perempuan yang dimaksimalkan bersama. “Dalam konteks bekerja dengan risiko besar diambil alih oleh laki-laki, sedangkan pekerjaan dengan risiko kecil dilakukan oleh perempuan, sehingga kondisi ini terus berlangsung hingga saat ini,”ungkapnya.

Sebagai contoh, urai Pdt Yandi, di Sabu Raijua, yang mengiris pohon tuak ‘nira’ adalah laki-laki, sedangkan yang memikul tuak ke rumah adalah perempuan. Contoh lain, sebutnya, yang memasak di rumah adalah perempuan, namun di restoran besar yang memasak adalah laki-laki.

Kondisi ini terus berkembang, dan dalam perspektif agama, laki-laki ‘bapak’ adalah kepala keluarga ‘rumah tangga’. “Lantas sebutan kepala, ketua, pemimpin tak bisa lagi digeser, namun kondisi ini hanyalah administratif dan seharusnya ada ruang komunikasi dan kesepakatan untuk mengelola perbedaan-perbedaan tersebut,” beber Pdt. Yandi dengan ulasan kocak dan rasional sehingga memantik reaksi antusias para peserta sosialisasi Hari Perempuan Internasional ke-110.

Suasana Sosialisasi Kepedulian terhadap Perempuan dengan tema “Kesetaraan dalam Keluarga, Sumber Daya, dan Kepemimpinan” pada Jumat, 6 Maret 2020.

Menurut Pdt Yandi, ada 4 (empat) pola yang dibiarkan berbeda agar laki-laki dan perempuan dapat melihat perbedaan antara lain :

Pertama, Pola Pikir, laki-laki dengan pola pikir dan perempuan menggunakan perasaan sehingga kondisi ini seharusnya mampu menghubungkan apa yang dipikirkan laki-laki dan yang dirasakan perempuan;

Kedua, Pola Kerja, laki-laki dengan pola bekerja tunggal dan perempuan dengan pola kerja jamak; sebagai contoh urusan menjaga dan merawat bayi lebih banyak dikerjakan perempuan ‘Ibu’ dan laki-laki ‘bapak’ cenderung hanya membantu seadanya;

Ketiga, Pola Komunikasi, Laki-laki ‘bapak’ cenderung pendiam, sedangkan perempuan ‘ibu’ lebih banyak berbicara. Sebuah penelitian menyebutkan laki-laki berbicara sebanyak 7.000 kata perhari, sedangkan perempuan berbicara sebanyak 21.000 kata sehari. Terkadang komunikasi yang buruk di dalam keluarga yang menyebabkan keluarga membangun komunikasi di media sosial;

Keempat, Pola Ingatan, Laki-laki ‘bapak’ cenderung cepat lupa, sedangkan perempuan ‘ibu’ ingatan sangat tajam.

Pola-pola berbeda di atas, seharusnya dapat dikelola, ujar Pdt. Yandi, karena jika kita mencintai setiap perbedaan, maka hidup ini lebih indah dan berwarna.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    Bupati Manggarai : Pengembangan PLTP Ulumbu Adalah Keharusan

    • calendar_month Sel, 23 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Pemerintah Manggarai bersama PLN melaksanakan kegiatan multi-stakeholder workshop atau penyuluhan rencana pembangunan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu (2 x 20 MW) pada Senin, 22 Agustus 2022 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Turut hadir segenap forkompinda Kabupaten Manggarai, penggiat organisasi lingkungan dan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat […]

  • Resmikan Kecamatan Loaholu, Gubernur VBL : Rote Ndao Hebat

    Resmikan Kecamatan Loaholu, Gubernur VBL : Rote Ndao Hebat

    • calendar_month Sel, 20 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    Loaholu-Rote, Garda Indonesia | Usai disambut dengan tutur adat dari Maneleo (Tokoh Masyarakat Adat Suku di Rote) saat meresmikan kecamatan ke-11, Kecamatan Loaholu pada Selasa siang, 20 Oktober 2020, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan bahwa hanya meresmikan sebuah kecamatan saja, seorang gubernur hadir. “Rote Hebat ya, hanya meresmikan Kecamatan Loaholu saja, Gubernur hadir […]

  • Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    Mahasiswa & Dosen Matematika Undana Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kehadiran mahasiswa sebagai masyarakat intelektual harus mampu memberi dampak bagi lingkungan dan juga bagi masyarakat. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan perayaan Dies Natalis Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Pada ulang tahun ke-51 tersebut, Prodi Pendidikan Matematika melakukan beberapa kegiatan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan juga […]

  • Lima Arahan Presiden Jokowi ke Polri

    Lima Arahan Presiden Jokowi ke Polri

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyampaikan 5 (lima) arahan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh Tanah Air di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 14 Oktober 2022. Arahan pertama Presiden Jokowi adalah agar Polri memperbaiki apa […]

  • Total 18,9 Juta Kasus, Kesehatan Jiwa Kembali Dilayani BPJS Kesehatan

    Total 18,9 Juta Kasus, Kesehatan Jiwa Kembali Dilayani BPJS Kesehatan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Pada tahun 2024, tercatat sekitar 2,97 juta rujukan kasus jiwa dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Tengah sebanyak 3,5 juta kasus, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatra Utara.   Surakarta | BPJS Kesehatan menegaskan bahwa layanan kesehatan jiwa merupakan hak seluruh peserta […]

  • Jelang ‘New Normal’, Pasien Sembuh Covid Capai 43 Orang, Total 107 Kasus di NTT

    Jelang ‘New Normal’, Pasien Sembuh Covid Capai 43 Orang, Total 107 Kasus di NTT

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Memasuki pemberlakuan new normal pada Senin, 15 Juni 2020, ada kabar gembira yang disampaikan oleh Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr.drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Jumat sore, 12 Juni 2020 di Dinas Kesehatan Provinsi NTT. “Hari ini ada berita baik, ada 7 pasien sembuh covid, semuanya […]

expand_less