Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

Air Terjun Pangkadari Permata Tersembunyi Yang Terabai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
  • visibility 225
  • comment 0 komentar

Loading

Pangkadari adalah nama air terjun. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Ruteng | Destinasi wisata alam di Kabupaten Manggarai nyaris tersebar di setiap sudut wilayahnya. Salah satu di antaranya berupa air terjun.

Pangkadari adalah nama air terjun itu. Lokasinya ada di Desa Wae Codi, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk melihat pesona permata tersembunyi air terjun Pangkadari ini, rute perjalanan ke tempat wisata melalui Kota Ruteng menuju Golo Nggorong, Kecamatan Cibal dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 21 KM menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Dari Golo Ngorong menuju Desa Wae Codi ditempuh dengan jarak sekitar 6 km melalui Desa Compang Cibal untuk sampai ke tempat wisata.

Sepanjang perjalanan, Anda akan dikejutkan dan mental Anda juga akan ditantang habis-habisan oleh kondisi jalan seperti kali mati dan berlubang besar yang seolah-olah siap menelan korban.

Tiba di Desa Wae Codi tepatnya Kampung Raci merupakan jalan masuk menuju tempat air terjun Pangkadari. Jarak dari Kampung Raci menuju air terjun Pangkadari kurang lebih 2 KM dengan berjalan kaki. Kondisi jalan yang berbatu dan terjal sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk itu pengunjung perlu menyiapkan tenaga yang ekstra dan air mineral yang cukup.

Kemudian Anda melewati jalan berbatu yang biasa dilintasi oleh petani setempat untuk ke kebun kopi dan kemiri. Dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang landai di antara perkebunan kopi dan kemiri. Tepat sebelum mendekati tempat wisata air terjun Pangkadari, hamparan persawahan yang tersusun bak tangga menyambut kedatangan Anda.

Nah, sekitar 20 meter jarak dari areal persawahan menuju tempat wisata air terjun Pangkadari. Riak air terjun sudah mulai terdengar. Melewati jalan yang landai dan sedikit licin kembali menyambut, Anda harus berhati-hati. Tampak pohon-pohon tinggi dan besar mengapiti air terjun ini.

Ketinggian air terjun Pangkadari kurang lebih 30 meter dan kolam alaminya tidak begitu dalam. Air yang mengalir melewati tebing batu berlumut hijau lalu jatuh pada kolam.

Air di kolamnya bening seperti kristal dan berwarna hijau toska memanjakan mata. Tak heran saat berada di tempat wisata air terjun Pangkadari banyak pengunjung memilih berenang untuk menghilangkan kepenatan.

Keunikan air terjun Pangkadari membuat beberapa orang menyebutnya ajaib. Mengapa demikian?.

Keajaiban pun seolah tidak berhenti sampai di situ. Tebing yang biasa disapa Arka Dewa juga menemukan ranting dan daun yang membatu.

Padahal, air yang mengalir di air terjun ini bening dan tidak berbau seperti ciri-ciri air yang mengandung zat kapur.

Jalan berbatuan yang terjal

Kondisi jalan yang berbatuan terjal dan dipenuhi tumbuh rumput alang-alang mencerminkan fasilitas akses menuju air Air Terjun Pangkadari tersebut belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah desa setempat.

Saputra (27) Seorang pemuda asal Kampung Purang, desa Wae Codi, kepada media ini, pada Senin, 18 Agustus 2025, mengatakan seharusnya pemerintah desa (pemdes) memberikan perhatian serius terhadap destinasi seperti air terjun Pangkadari ini.

Dia (Saputra) mengurangi destinasi wisata Pangkadari apa bila Pemdes Wae Codi memberikan perhatian serius itu akan menjadi aset desa untuk ke depannya. Namun apa boleh buat pemdes juga terkesan tutup mata.

Baginya, air terjun Pangkadari potensi merupakan yang besar untuk desa Wae Codi, jika fasilitas penunjang seperti jalan, tempat peristirahatan berbentuk bale-bale di tempat destinasi lain yang ada di Manggarai.

Dikarenakan kata dia, salah satu hal untuk menarik wisatawan baik itu, wisata lokal maupun mancanegara yakni fasilitas penunjang sangat mendukung.

“Ini kan tidak! jalan dari Golo Nggorong menuju desa ini saja seperti kali Mati. Kalau musim hujan tiba seperti kumbang kerbau. Apa lagi jalan masuk dari kampung Raci menuju air terjun itu bagaikan jalan babi hutan,” ujar Saputra anak muda asal Kampung Purang desa Wae Codi.

Ia juga menyoroti sejumlah pembangunan yang yang dinilai mangkrak dan sejumlah program yang tidak terealisasi oleh Pemdes Wae Codi.

“Jangan memperhatikan jalan menuju air terjun Pangkadari Kaka. Desa Wae Codi ini banyak sekali pembangunan yang mangkrak dari dua tahun yang lalu,” terang Saputra.

“Jadi jangankan kita bicara soal pembangunan jalan menuju destinasi wisata air terjun Pangkadari kaka. Kita bahas pembangunan desa saja nyaris semuanya tidak ada jelas,” tambahnya.

Ia membeberkan, sejumlah pekerja yang dinilai mangkrak tersebut seperti pengerjaan rabat beton di Kampung Purang, Cia dan bantuan rumah layak huni tahu 2024 tidak terealisasi sama sekali.

Hal ini menyebabkan pengunjung destinasi wisata air terjun Pangkadari tersebut sangat sepi.(*)

Sumber (*/Ferdy Daud)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertamina Patra Niaga ‘Lift Up’ Program Langit Biru, Pakai Pertamax

    Pertamina Patra Niaga ‘Lift Up’ Program Langit Biru, Pakai Pertamax

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Program Langit Biru merupakan program Pertamina guna mewujudkan kualitas udara yang lebih baik dan ramah lingkungan bagi keberlangsungan hidup. Program ini dilaksanakan di wilayah Nusa Tenggara Timur khususnya di Kota Kupang pada tanggal 21 April 2024 dengan mengedukasi masyarakat untuk beralih menggunakan produk yang berkualitas. Program Langit Biru ini diuji coba pada 71 SPBU […]

  • Pengurus Kota POSSI Denpasar Masa Bakti 2023—2027 Dilantik

    Pengurus Kota POSSI Denpasar Masa Bakti 2023—2027 Dilantik

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Denpasar masa bakti 2023—2027 resmi dilantik pada Jumat, 17 Maret 2023 di Hotel Grand Santi Denpasar. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengprov POSSI Bali, Bagus Partha Wijaya yang disaksikan oleh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Denpasar Made Darmiasa. Ketua Pengkot POSSI Denpasar Melany Dian […]

  • Diskon Listrik PLN 50 Persen Mei 2025, Ini Syarat dan Cara Klaim

    Diskon Listrik PLN 50 Persen Mei 2025, Ini Syarat dan Cara Klaim

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 6Komentar

    Loading

    Program diskon 50 persen pada Mei 2025 dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang bertajuk “Bangkit Lebih Terang”. Pemberian potongan ini sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia PLN.   Jakarta | PLN kembali menghadirkan promo berupa potongan biaya tambah daya listrik sebesar 50 persen pada Mei 2025. Diskon ini berlaku selama 13 hari, terhitung mulai […]

  • “Kado HUT PDIP & Megawati” Sekretaris DPC PDIP TTS Tanam Pohon

    “Kado HUT PDIP & Megawati” Sekretaris DPC PDIP TTS Tanam Pohon

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDI Perjuangan dan HUT ke-75 Ketua DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri, maka DPC PDI-P Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam anakan pohon lamtoro, mahoni, kemiri, cendana dan gmelina pada area seluas 3 Ha di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, […]

  • Kukuhkan Bunda PAUD Belu, Julie Laiskodat Pinta Proses Akreditasi PAUD

    Kukuhkan Bunda PAUD Belu, Julie Laiskodat Pinta Proses Akreditasi PAUD

    • calendar_month Ming, 30 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bunda PAUD Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat mengukuhkan Dra. Freny Indriani Yanuarika menjadi Bunda PAUD Kabupaten Belu bersama 7 (tujuh) Bunda PAUD lainnya secara virtual, yakni Bunda PAUD Kabupaten TTU, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat. Pengukuhan yang diikuti Bunda PAUD Kabupaten Belu dari rumah […]

  • Indonesia Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina pada Juni 2025

    Indonesia Kirim 10 Ribu Ton Beras ke Palestina pada Juni 2025

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Bantuan beras untuk Palestina tersebut diambil dari cadangan beras pemerintah (CBP) dan pengemasan akan dilakukan oleh Bulog.   Jakarta | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan mengirimkan bantuan beras sebanyak 10 ribu ton ke Palestina pada Juni 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) […]

expand_less