Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Alasan Gus Dur Perintah Banser Jaga Gereja di Hari Natal

Alasan Gus Dur Perintah Banser Jaga Gereja di Hari Natal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 24 Des 2021
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Loading

Saat ini sudah sangat lumrah para pejabat mengucapkan Selamat Natal. Bahkan seorang gubernur yang demikian diidamkan untuk tidak menyampaikan ucapan saat 25 Desember, akhirnya tetap melakukannya.

Hal ini memberikan pesan bahwa mengucapkan Selamat Natal bukanlah sebuah aib, apalagi mengantarkan yang bersangkutan menjadi kafir. Ada nilai yang ingin disemaikan bahwa dalam urusan mengucapkan hari raya bagi kalangan Kristiani tersebut sebagai bentuk toleransi. Keragaman adalah bagian tidak terpisahkan di negeri ini, termasuk dalam agama.

Karenanya, semua kalangan pantas berterima kasih kepada K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Karena dialah yang paling artikulatif berbicara tentang Natal.

Sebelum menjadi presiden, Gus Dur sudah sangat sering berbicara tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama—imbauan yang sebenarnya bersifat umum.

Namun Gus Dur tak hanya berhenti dalam mengimbau, ia bahkan sangat aktif berbicara, bertindak, dan berperilaku yang merealisasikan imbauan toleransi itu. Saat masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Dur bahkan terjun langsung dalam upaya mengamankan malam Natal di berbagai gereja.

Ia memerintahkan Barisan Serbaguna Gerakan Pemuda Ansor atau Banser, organisasi kepemudaan di lingkungan NU, untuk menjaga gereja di malam Natal. Alasan menjaga Gereja, kondisi itu terjadi pada Hari Raya Natal 25 Desember 1996, tepat hari ini 24 tahun lalu. Latar belakangnya adalah peristiwa kerusuhan massa yang berakhir dengan pembakaran gereja di Situbondo.

Walau tidak dinyatakan secara implisit, perintah Gus Dur kepada Banser untuk mengamankan gereja di Situbondo dapat dibaca sebagai pertanggungjawabannya atas perusakan gereja di Situbondo, di tapal kuda Jawa Timur yang notabene adalah basis warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin.

Sebelum Natal 1996 itu, Gus Dur sempat ditanya oleh seorang anggota Ansor Jawa Timur soal hukumnya seorang muslim menjaga gereja. Gus Dur kira-kira menjawab begini: “Kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja. Sebab gereja itu ada di Indonesia, tanah air kita. Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah agama apa pun di bumi Indonesia,” kata Gus Dur ditirukan oleh Nusron Wahid, yang saat itu masih kuliah di Universitas Indonesia, dan di kemudian hari menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor.

Berdasarkan itulah, maka Choirul Anam, atau Cak Anam, selaku Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Timur, langsung memerintahkan seluruh anggota Banser untuk aktif menjaga gereja di malam Natal. Tak urung tragedi pun muncul. Di malam Natal 2000, persisnya pada 24 Desember 2000, seorang anggota Banser, bernama Riyanto, tewas karena melindungi gereja Eben Haezer, Mojokerto.

Saat itu gereja dihebohkan oleh bingkisan, yang setelah dibuka ada kabel-kabel. Bom! Riyanto berinisiatif menjauhkan bom dari gereja yang dijaganya. Ia pun berlari sembari membawa bom tersebut. Nahas, bom meledak tak lama setelah dibuang ke selokan, dan tubuh Riyanto pun terlempar hingga ke atas gereja. Riyanto tewas seketika.

Dia menjadi martir yang mengorbankan tubuhnya sendiri untuk menjaga kebinekaan. Di kesempatan berbeda, K.H. Marzuki Mustamar menjelaskan bahwa di balik perintah menjaga gereja, ada pesan agar umat agama lain juga turut peduli dengan kaum muslimin. Kalau di Jawa dan kawasan mayoritas muslim, mungkin keberadaan umat Islam tidak terlalu dipikirkan.

Namun, bagaimana dengan di daerah minoritas? Siapa yang akan melindungi kaum muslimin? Menjaga gereja memberikan pesan akan persahabatan dan kebersamaan menjadi bagian tidak terpisahkan bagi seluruh umat beragama. Karena di kawasan tertentu, kaum muslimin adalah mayoritas, maka sudah selayaknya memberikan contoh untuk melindungi mereka yang minoritas. (*)

Untuk Gus Dur, alfatihah.

Sumber dan foto (*/jatim.nu.or.id)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Wakil Wali Kota Kupang Dirawat di RS S K Lerik, Ini Imbauan dr Herman Man

    Istri Wakil Wali Kota Kupang Dirawat di RS S K Lerik, Ini Imbauan dr Herman Man

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-terkonfirmasi positif Covid-19 berdasar hasil swab polymerase chain reaction (PCR), Wakil Wali Kota Kupang menjalani masa isolasi mandiri di rumah, sedangkan istrinya, Nyonya Elizabeth Rengka bakal dirawat secara intensif di Rumah Sakit (RS) S K Lerik. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/01/22/hasil-swab-antigen-wakil-wali-kota-kupang-dan-istri-positif-covid-19/ Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, […]

  • “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    “Gelap Jadi Terang”, Warga Karera Sumba Timur Bakal Nikmati Listrik

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Loading

    Selama ini, PLN tidak bisa melayani masyarakat di sana karena memang terkait izin wilayah usaha yang dipegang oleh PT Mikro Kisi sehingga jika sudah dialihkan wilayah usaha, maka PLN akan segera merealisasikan pembangunan jaringan listrik ke desa-desa tersebut.   Waingapu | Kebutuhan akan hadirnya listrik di suatu daerah secara kontinu itulah yang di harapkan oleh […]

  • Jika Terbukti WNA, Status WNI Orient Riwu Kore Bakal Dicabut

    Jika Terbukti WNA, Status WNI Orient Riwu Kore Bakal Dicabut

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sesuai dengan Undang-undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Bab IV Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia pasal 23 menyebutkan bahwa Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan: a) memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri; b) tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk […]

  • Presiden Jokowi: Saya Tak Campuri Putusan MK & Bakal Capres

    Presiden Jokowi: Saya Tak Campuri Putusan MK & Bakal Capres

    • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Beijing, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan bakal calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres). Hal tersebut disampaikan dalam keterangannya di sela-sela kegiatan kunjungan kerjanya di China World Hotel, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, pada Senin malam, 16 Oktober 2023. “Saya tegaskan saya tidak mencampuri urusan capres atau […]

  • Data Makin Akurat, Ayo Sukseskan Sensus Pertanian 2023

    Data Makin Akurat, Ayo Sukseskan Sensus Pertanian 2023

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pencanangan Sensus Pertanian tahun 2023 (ST2023) dilaksanakan pada Senin, 15 Mei 2023. Presiden Jokowi menegaskan bahwa data yang akurat sangat diperlukan untuk memutuskan sebuah kebijakan yang tepat, salah satunya dalam sektor pertanian. Sektor pertanian, tekan Presiden Jokowi, merupakan sektor yang memiliki peran yang sangat strategis. Oleh sebab itu, pelaksanaan sensus pertanian […]

  • Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    Tips Mendidik Anak Agar Berani Bicara dan Tidak Pemalu

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Loading

    Anak yang terlalu pemalu sering dianggap manis dan sopan, tetapi tahukah Anda bahwa sifat ini bisa menjadi hambatan besar di masa depan? Riset dari American Psychological Association menunjukkan bahwa anak yang kesulitan mengekspresikan diri cenderung memiliki tantangan dalam membangun relasi sosial dan karier. Artinya, keberanian berbicara bukan sekadar soal kepribadian, tetapi juga keterampilan hidup yang […]

expand_less