Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
  • visibility 172
  • comment 0 komentar

Loading

Anak tidak butuh mainan mahal, sekolah mewah, atau kamar yang penuh gawai untuk tumbuh menjadi manusia hebat. Ia hanya butuh arah. Ironisnya, banyak orang tua modern justru beranggapan bahwa kasih sayang diukur dari seberapa banyak hal yang bisa diberikan. Padahal, data dari Journal of Child Development menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pola konsumtif berlebihan cenderung memiliki empati yang lebih rendah dan ketahanan mental yang lemah.

Memberi segalanya tanpa arah membuat anak kehilangan rasa ingin tahu, rasa syukur, bahkan kemampuan untuk menahan diri. Dunia anak bukan soal kelimpahan, melainkan makna di balik keterbatasan. Di sanalah karakter tumbuh, bukan di ruang yang serba ada.

1. Limpahan materi tidak membentuk karakter, arahanlah yang menumbuhkannya

Ketika anak terbiasa mendapatkan semua yang ia inginkan tanpa usaha, ia belajar bahwa dunia akan selalu melayani keinginannya. Ini berbahaya, karena kehidupan nyata tidak bekerja seperti itu. Anak yang tidak terbiasa diarahkan akan mudah menyerah ketika dihadapkan pada kenyataan pahit.

Memberikan arahan artinya membantu anak memahami sebab dan akibat. Misalnya, ketika anak meminta mainan baru, orang tua bisa mengajak berdiskusi, “Kenapa kamu ingin itu? Apa manfaatnya?” Dari pertanyaan kecil ini, anak belajar berpikir kritis. Di ruang seperti LogikaFilsuf, kita sering membahas bagaimana arah yang tepat lebih membentuk karakter daripada sekadar fasilitas yang melimpah.

2. Kesederhanaan melatih anak memahami nilai, bukan harga

Anak yang dibiasakan dengan kesederhanaan akan belajar menilai sesuatu dari makna, bukan dari nominalnya. Ketika ia hanya punya sedikit, setiap benda menjadi berharga karena ada usaha di baliknya. Di sinilah kesadaran moral terbentuk secara alami.

Contoh sederhana, anak yang menabung untuk membeli buku sendiri akan lebih menghargai isi buku itu dibanding anak yang mendapatkannya dengan mudah. Ia belajar bahwa nilai bukan ditentukan dari jumlah uang, tapi dari pengalaman mendapatkan sesuatu dengan keringat sendiri.

3. Arahan membangun kemandirian emosional

Memberi terlalu banyak justru membuat anak bergantung secara emosional. Ia akan sulit mengambil keputusan karena terbiasa diatur oleh kelimpahan. Tapi ketika orang tua memberi ruang dengan arahan, anak belajar menavigasi hidupnya.

Misalnya, ketika anak dihadapkan pada pilihan—menghabiskan uang jajan atau menabung untuk hal yang lebih penting—orang tua bisa memberi panduan tanpa mendikte. Dengan begitu, anak merasa dihargai sekaligus diarahkan. Ia tumbuh dengan rasa percaya diri dan tanggung jawab.

4. Anak belajar tanggung jawab bukan dari teori, tapi dari pengalaman hidup

Tanggung jawab tidak bisa diajarkan lewat nasihat panjang, tapi melalui pengalaman langsung yang dipandu dengan arahan. Ketika anak diajak terlibat dalam keputusan kecil—menata kamar, merawat hewan peliharaan, atau mengatur waktu belajar—ia belajar bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi.

Sayangnya, banyak orang tua mengambil alih semua tanggung jawab anak dengan alasan cinta. Padahal, cinta sejati justru memberi ruang bagi anak untuk salah dan memperbaikinya sendiri. Arahan adalah pagar, bukan sangkar.

5. Kemewahan sering kali menumpulkan rasa syukur

Dalam lingkungan serba cukup, anak mudah kehilangan rasa kagum terhadap hal kecil. Ia menganggap segalanya layak dimiliki tanpa usaha. Ini menciptakan generasi yang mudah bosan dan sulit puas.

Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam kesederhanaan belajar menghargai setiap nikmat kecil. Segelas es teh di siang panas terasa luar biasa karena tidak datang setiap hari. Kesederhanaan membuat anak lebih peka terhadap nilai kehidupan dan menumbuhkan spiritualitas yang alami.

6. Arahan menciptakan hubungan yang lebih bermakna antara orang tua dan anak

Memberi segalanya menciptakan jarak emosional yang tak terlihat. Anak merasa dicintai karena benda, bukan karena kehadiran. Namun ketika orang tua memberikan arahan dengan waktu dan perhatian, hubungan itu berubah menjadi dialog dua arah yang hidup.

Contoh kecil, saat orang tua menemani anak mengerjakan PR bukan untuk memastikan hasil sempurna, tapi untuk membantu memahami proses berpikirnya. Dari situ muncul rasa aman dan dihargai. Anak belajar bahwa kehadiran lebih berharga dari pemberian.

7. Kesederhanaan dan arahan melahirkan manusia yang tahan hidup

Dunia yang keras tidak membutuhkan anak yang manja dengan fasilitas, tapi anak yang tangguh dengan arah. Anak yang tahu kapan harus berusaha, kapan harus berhenti, dan kapan harus mulai lagi. Arahan orang tua berfungsi seperti kompas moral, membimbingnya melewati badai kehidupan.

Ketika orang tua menanamkan nilai lewat kesederhanaan, mereka tidak sekadar mendidik anak, tapi menyiapkan manusia masa depan yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

Jika tulisan ini menggugah caramu memandang pola asuh, tuliskan pandanganmu di kolom komentar dan bagikan ke teman-temanmu. Karena mungkin, cara terbaik mencintai anak bukan dengan memberi segalanya, tapi dengan mengajarinya menemukan arah hidupnya sendiri.(*)

Sumber (*/LogikaFilsuf)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI NTT ‘Launching’ Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2024

    BI NTT ‘Launching’ Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2024

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pemukulan beduk oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Agus Widjajati dan Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake menandai dimulainya road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2024 yang dihelat Bank Indonesia Provinsi NTT di aula El Tari Kupang pada Rabu malam, 3 April 2024. Menurut Agus Widjajati, road to Festival Ekonomi […]

  • Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Ende Lakukan Bakti Sosial

    Tahun Baru Islam 1444 H, Polres Ende Lakukan Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Ende, Garda Indonesia | Menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1444H atau 2022 Masehi, Polres Ende melaksanakan bakti sosial, membersihkan lingkungan Masjid Al-Ridwan dan menyantuni anak yatim, anak disabilitas dan kaum duafa yang menetap di sekitar kompleks Masjid Al-Ridwan pada Jumat 29 Juli 2022 pukul 08.30 WITA. Bakti sosial ini dihadiri pejabat utama Kabag SDM, […]

  • Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

    Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal calon bupati Belu dr. Agustinus Taolin sangat serius menyoroti masalah kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Menurutnya, pemimpin yang tidak paham tentang masalah kesehatan dapat mengorbankan masyarakatnya. Karena itu, Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang akan datang adalah pemerintahan yang sangat paham tentang kesehatan. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/06/30/dokter-agus-taolin-pemimpin-yang-berhasil-tak-perlu-lagi-gantung-baliho/ “Kalau saya […]

  • Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    Kinerja Bank NTT Semakin Profesional di Tengah Pandemi & Pasca-Badai Seroja

    • calendar_month Sel, 27 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Bank Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi kebanggaan masyarakat NTT, menunjukkan kinerja semakin profesional dalam mendorong dan membangun potensi NTT. Sejumlah tokoh berkompeten di bidangnya. Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) NTT, Abraham Paul Liyanto, kepada Timor Express menegaskan kondisi tersebut. “Kami dari Kadin mengamati, ada sebuah perubahan signifikan di Bank NTT. Baik dalam […]

  • IMO-Indonesia : ‘RUU Cipta Kerja Omnibus Law’, Jadi Momentum Masukan Lintas Sektor

    IMO-Indonesia : ‘RUU Cipta Kerja Omnibus Law’, Jadi Momentum Masukan Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ikatan Media Online (IMO Indonesia) akhirnya sepakat membentuk tim khusus dalam rangka menelaah kembali RUU Omnibus Law Cipta Kerja, acara FGD berlangsung pada Sabtu, 29 Februari 2020 pukul 14.00—17.00 WIB di Cafe & Resto The Atjeh Connection, Sarinah Jakarta. FGD IMO-Indonesia yang dilaksanakan oleh DPW […]

  • 3 Jenazah Prajurit TNI Korban Baku Tembak Trans Papua Dipulangkan

    3 Jenazah Prajurit TNI Korban Baku Tembak Trans Papua Dipulangkan

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | 3 Prajurit TNI yang gugur dalam baku tembak dengan pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kab. Nduga pada Kamis/7 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 WIT, dipulangkan ke daerah asal masing-masing. 3 Prajurit TNI tersebut gugur dalam menjalankan tugas pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu di Kab. Nduga […]

expand_less