Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

Anak Butuh Perhatian dan Arahan Orang Tua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
  • visibility 366
  • comment 0 komentar

Loading

Anak tidak butuh mainan mahal, sekolah mewah, atau kamar yang penuh gawai untuk tumbuh menjadi manusia hebat. Ia hanya butuh arah. Ironisnya, banyak orang tua modern justru beranggapan bahwa kasih sayang diukur dari seberapa banyak hal yang bisa diberikan. Padahal, data dari Journal of Child Development menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pola konsumtif berlebihan cenderung memiliki empati yang lebih rendah dan ketahanan mental yang lemah.

Memberi segalanya tanpa arah membuat anak kehilangan rasa ingin tahu, rasa syukur, bahkan kemampuan untuk menahan diri. Dunia anak bukan soal kelimpahan, melainkan makna di balik keterbatasan. Di sanalah karakter tumbuh, bukan di ruang yang serba ada.

1. Limpahan materi tidak membentuk karakter, arahanlah yang menumbuhkannya

Ketika anak terbiasa mendapatkan semua yang ia inginkan tanpa usaha, ia belajar bahwa dunia akan selalu melayani keinginannya. Ini berbahaya, karena kehidupan nyata tidak bekerja seperti itu. Anak yang tidak terbiasa diarahkan akan mudah menyerah ketika dihadapkan pada kenyataan pahit.

Memberikan arahan artinya membantu anak memahami sebab dan akibat. Misalnya, ketika anak meminta mainan baru, orang tua bisa mengajak berdiskusi, “Kenapa kamu ingin itu? Apa manfaatnya?” Dari pertanyaan kecil ini, anak belajar berpikir kritis. Di ruang seperti LogikaFilsuf, kita sering membahas bagaimana arah yang tepat lebih membentuk karakter daripada sekadar fasilitas yang melimpah.

2. Kesederhanaan melatih anak memahami nilai, bukan harga

Anak yang dibiasakan dengan kesederhanaan akan belajar menilai sesuatu dari makna, bukan dari nominalnya. Ketika ia hanya punya sedikit, setiap benda menjadi berharga karena ada usaha di baliknya. Di sinilah kesadaran moral terbentuk secara alami.

Contoh sederhana, anak yang menabung untuk membeli buku sendiri akan lebih menghargai isi buku itu dibanding anak yang mendapatkannya dengan mudah. Ia belajar bahwa nilai bukan ditentukan dari jumlah uang, tapi dari pengalaman mendapatkan sesuatu dengan keringat sendiri.

3. Arahan membangun kemandirian emosional

Memberi terlalu banyak justru membuat anak bergantung secara emosional. Ia akan sulit mengambil keputusan karena terbiasa diatur oleh kelimpahan. Tapi ketika orang tua memberi ruang dengan arahan, anak belajar menavigasi hidupnya.

Misalnya, ketika anak dihadapkan pada pilihan—menghabiskan uang jajan atau menabung untuk hal yang lebih penting—orang tua bisa memberi panduan tanpa mendikte. Dengan begitu, anak merasa dihargai sekaligus diarahkan. Ia tumbuh dengan rasa percaya diri dan tanggung jawab.

4. Anak belajar tanggung jawab bukan dari teori, tapi dari pengalaman hidup

Tanggung jawab tidak bisa diajarkan lewat nasihat panjang, tapi melalui pengalaman langsung yang dipandu dengan arahan. Ketika anak diajak terlibat dalam keputusan kecil—menata kamar, merawat hewan peliharaan, atau mengatur waktu belajar—ia belajar bahwa setiap tindakan membawa konsekuensi.

Sayangnya, banyak orang tua mengambil alih semua tanggung jawab anak dengan alasan cinta. Padahal, cinta sejati justru memberi ruang bagi anak untuk salah dan memperbaikinya sendiri. Arahan adalah pagar, bukan sangkar.

5. Kemewahan sering kali menumpulkan rasa syukur

Dalam lingkungan serba cukup, anak mudah kehilangan rasa kagum terhadap hal kecil. Ia menganggap segalanya layak dimiliki tanpa usaha. Ini menciptakan generasi yang mudah bosan dan sulit puas.

Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam kesederhanaan belajar menghargai setiap nikmat kecil. Segelas es teh di siang panas terasa luar biasa karena tidak datang setiap hari. Kesederhanaan membuat anak lebih peka terhadap nilai kehidupan dan menumbuhkan spiritualitas yang alami.

6. Arahan menciptakan hubungan yang lebih bermakna antara orang tua dan anak

Memberi segalanya menciptakan jarak emosional yang tak terlihat. Anak merasa dicintai karena benda, bukan karena kehadiran. Namun ketika orang tua memberikan arahan dengan waktu dan perhatian, hubungan itu berubah menjadi dialog dua arah yang hidup.

Contoh kecil, saat orang tua menemani anak mengerjakan PR bukan untuk memastikan hasil sempurna, tapi untuk membantu memahami proses berpikirnya. Dari situ muncul rasa aman dan dihargai. Anak belajar bahwa kehadiran lebih berharga dari pemberian.

7. Kesederhanaan dan arahan melahirkan manusia yang tahan hidup

Dunia yang keras tidak membutuhkan anak yang manja dengan fasilitas, tapi anak yang tangguh dengan arah. Anak yang tahu kapan harus berusaha, kapan harus berhenti, dan kapan harus mulai lagi. Arahan orang tua berfungsi seperti kompas moral, membimbingnya melewati badai kehidupan.

Ketika orang tua menanamkan nilai lewat kesederhanaan, mereka tidak sekadar mendidik anak, tapi menyiapkan manusia masa depan yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

Jika tulisan ini menggugah caramu memandang pola asuh, tuliskan pandanganmu di kolom komentar dan bagikan ke teman-temanmu. Karena mungkin, cara terbaik mencintai anak bukan dengan memberi segalanya, tapi dengan mengajarinya menemukan arah hidupnya sendiri.(*)

Sumber (*/LogikaFilsuf)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Bekuk Pelaku Modus Tawaran Kerja Ilegal ke Kamboja

    Polisi Bekuk Pelaku Modus Tawaran Kerja Ilegal ke Kamboja

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Tangerang | Kepolisian Resort Bandara Soekarno-Hatta (Polresta Soetta) kembali berhasil mengungkap kasus perdagangan orang. Dalam operasi yang berlangsung pekan ini, polisi menangkap dua pria yang diduga akan mengirimkan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) secara ilegal ke Kamboja dengan modus tawaran pekerjaan menggiurkan. “Para korban diberi iming-iming pekerjaan di Kamboja, seperti bekerja di perusahaan, restoran, hingga […]

  • CIRMA Intensifkan Serial Belajar Iklim Petani Timor Barat

    CIRMA Intensifkan Serial Belajar Iklim Petani Timor Barat

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Loading

    Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar membeberkan bahwa para petani marginal di Timor Barat telah bekerja keras menjaga lahan, benih, dan tradisi bertani, namun sering kali tanpa perlindungan yang memadai dari perubahan iklim.   Timor Barat | Sejak Desember 2024, CIRMA memperluas skala jangkauan program lintas kabupaten dalam kemitraan global bersama CJRF (Climate Justice Resilience Fund) […]

  • Ayodhia Kalake Jadi Penjabat Gubernur NTT, Sertijab Dihelat di Jakarta

    Ayodhia Kalake Jadi Penjabat Gubernur NTT, Sertijab Dihelat di Jakarta

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Selasa, 5 September 2023, bertempat di Sasana Bhakti Praja, Gedung C, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, dilakukan pelantikan 10 penjabat gubernur termasuk penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian atas nama Presiden Joko Widodo. Serah terima jabatan (Sertijab) Gubernur NTT periode 2018—2023, Viktor Bungtilu Laiskodat […]

  • Wagub Nae Soi Minta Jajaran Kumham NTT Tak Ingkar Janji Kinerja

    Wagub Nae Soi Minta Jajaran Kumham NTT Tak Ingkar Janji Kinerja

    • calendar_month Sen, 10 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi meminta seluruh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kumham) NTT agar sungguh-sungguh mematuhi dan melaksanakan janji kinerja yang telah diikrarkan. “Mau atau tidak mau,  suka atau tidak suka, perjanjian kinerja harus dilaksanakan dan zona integritas harus dipatuhi. Tidak hanya di […]

  • Momentum Bersejarah, Hari Raya Idulfitri dan Kenaikan Isa Almasih

    Momentum Bersejarah, Hari Raya Idulfitri dan Kenaikan Isa Almasih

    • calendar_month Jum, 14 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tanggal 13 Mei 2021 diperingati sebagai hari besar 2 (dua) umat beragama di Indonesia. Pertama, hari raya Idulfitri 1442 H bagi umat muslim, dan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, Isa Almasih  bagi umat Kristiani. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, perayaan dua hari besar keagamaan pada hari yang sama merupakan […]

  • Penjabat Gubernur NTT: Promosikan NTT Melalui Program Siswa Mengenal Nusantara

    Penjabat Gubernur NTT: Promosikan NTT Melalui Program Siswa Mengenal Nusantara

    • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPA mengajak sekitar 25 (dua puluh lima) siswa/i Program Siswa Mengenal Nusantara untuk mempromosikan NTT. 25 siswa/wi tersebut terdiri dari 22 orang siswa SMA/SMK dari seluruh kabupaten/kota Se-NTT dan 3 orang siswa berkebutuhan khusus dari SLB Pembina Kupang. Program Siswa Mengenal Nusantara akan berlangsung selama kurang lebih […]

expand_less