Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Anatomi Perbedaan, Efikasi versus Eksibisi

Anatomi Perbedaan, Efikasi versus Eksibisi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Loading

Secara ontologis, percaya diri (self-confidence) berpijak pada kemantapan atas kemampuan internal, sementara narsisme adalah dependensi akut terhadap pengakuan eksternal. Narsisme menuntut panggung, pujian, dan perasaan “paling penting” yang sering kali tidak berpijak pada realitas objektif.

Seseorang yang percaya diri fokus pada pengembangan potensi, sedangkan seorang narsistik fokus pada manipulasi citra. Masalahnya, hanya diri kita yang benar-benar tahu apakah kita sedang merasa mampu atau sekadar sedang “pamer” demi memuaskan dahaga ego.

Fomo dan filter manipulatif

Budaya narsis hari ini diperparah oleh fenomena FOMO (Fear of Missing Out), yang memaksa individu untuk terus eksis demi menghindari “kematian sosial”.

Kita terjebak dalam perilaku manipulatif, menggunakan filter berlapis untuk menciptakan citra diri yang jauh dari kenyataan aslinya.

Ini bukan lagi sekadar estetika, melainkan upaya sistematis untuk mendapatkan validasi semu. Ketika kita mulai merekayasa realitas demi terlihat hebat di mata orang lain, itulah alarm pertama bahwa kita telah memasuki zona gangguan jiwa narsistik.

Tirani algoritma dan kelelahan eksistensial

Menaruh kebahagiaan pada jempol orang lain adalah resep paling mujarab untuk mengalami kelelahan mental. Kita menjadi gelisah saat postingan sepi interaksi, seolah-olah eksistensi kita ditentukan oleh notifikasi layar ponsel yang sebenarnya sering kali bersifat basa-basi.

Keadaan ini menciptakan ketergantungan yang berat; kita baru merasa benar dan baik jika orang lain mengakuinya. Hidup dalam kendali selera publik membuat kita kehilangan jati diri dan terus menerus melakukan pencitraan yang melelahkan.

Rasionalitas Socrates dalam menghadapi kritik

Sangat ironis ketika 99 pujian kalah telak oleh 1 komentar negatif dalam pikiran kita. Hal ini membuktikan betapa rapuhnya fondasi mental yang hanya dibangun di atas pengakuan orang lain. Kita perlu menerapkan filter Socrates: apakah informasi atau komentar tersebut benar, baik, dan berguna?

Jika tidak ada urgensinya bagi pengembangan diri, mengapa kita harus menghabiskan energi untuk memikirkannya? Mengikuti setiap selera penonton hanya akan membuat kita menjadi komoditas, bukan manusia yang merdeka atas dirinya sendiri.

Keluar dari belenggu minder

Minder atau rendah diri bukanlah “takdir mati” yang tidak bisa diubah. Mengklaim diri sebagai pemalu atau tidak percaya diri sering kali hanyalah dalih untuk tidak meningkatkan nilai diri (value). Manusia adalah paket potensi yang dinamis, bukan benda mati yang statis.

Kita memiliki kehendak bebas untuk membentuk diri: mau menjadi rendah hati, sombong, atau percaya diri sepenuhnya ada di tangan kita. Jika dengan diri sendiri saja kita tidak percaya, lantas bagaimana mungkin kita bisa mempercayai Tuhan atau sesama manusia?

Menjadi percaya diri itu esensial untuk pertumbuhan, namun menjadi narsis adalah jebakan yang menghancurkan kedamaian batin. Pilihan ada pada kita: ingin membangun kualitas diri yang nyata, atau terus-menerus memoles topeng digital demi validasi yang sebenarnya tidak peduli pada kita?

Menurut Anda, di era sekarang ini, apakah mungkin kita bisa benar-benar “percaya diri” tanpa sedikit pun menjadi “narsis”? (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Pengaduan EB ke FPPA Atambua, Ini Tanggapan Keluarga VM

    Terkait Pengaduan EB ke FPPA Atambua, Ini Tanggapan Keluarga VM

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua-Belu, Garda Indonesia | Dalam pemberitaan media ini sebelumnya dinilai tidak ada rasa tanggung jawab dari VM yang diduga telah menghamili EB. Perwakilan keluarga VM, Benny Kaligis melalui sambungan telepon seluler padaa Jumat malam, 9 Agustus 2019 menjelaskan, informasi yang dirilis berdasarkan keterangan pihak korban itu tidak benar. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/08/09/tidak-tanggung-jawab-atas-kehamilan-eb-vm-diadukan-ke-fppa-atambua/ Sementara, kondisi EB […]

  • Cegah Covid Pasca-Lebaran, Bupati/Wabup Belu Rapat Virtual Bersama Presiden

    Cegah Covid Pasca-Lebaran, Bupati/Wabup Belu Rapat Virtual Bersama Presiden

    • calendar_month Sen, 17 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bupati Belu Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M., mengikuti rapat virtual melalui Video Conference (Vicon) di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 17 Mei 2021, pukul 15.00 WITA. Rapat virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo tersebut […]

  • Presiden Jokowi Melayat Ibunda SBY

    Presiden Jokowi Melayat Ibunda SBY

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo pada Sabtu, 31 Agustus 2019, datang melayat ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor. Ibunda dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Siti Habibah, berpulang dalam usia 87 tahun sekitar pukul 19.21 WIB pada Jumat, 30 Agustus 2019 di RS Mitra Keluarga Cibubur. Tiba di rumah duka […]

  • DPC Demokrat Belu Berduka, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Belu Meninggal Dunia

    DPC Demokrat Belu Berduka, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Belu Meninggal Dunia

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Belu- NTT, Garda Indonesia | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Belu Willibrodus Lay, yang juga sedang menjabat sebagai Bupati Belu bersama jajarannya melayat anggota DPRD Belu yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Belu, Mauk Martinus yang meninggal dunia dan disemayamkan di rumah duka Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, […]

  • Anak TTS & Kota Kupang Duta NTT di Forum Anak Nasional 2019

    Anak TTS & Kota Kupang Duta NTT di Forum Anak Nasional 2019

    • calendar_month Jum, 28 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Konferensi Anak Daerah (Konferda) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (20—22 Juni 2019 di Hotel Romyta) yang diikuti oleh anak dari 22 kab/kota berhasil memilih dan mengukuhkan 2 (dua) orang anak yakni 1 (satu) anak laki-laki dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan 1 (satu) anak perempuan dari Kota Kupang. http://gardaindonesia.id/2019/06/21/konferda-anak-ntt-2019-merajut-perbedaan-dalam-persaudaraan/ Proses […]

  • Presiden Jokowi Apresiasi & Evaluasi Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK

    Presiden Jokowi Apresiasi & Evaluasi Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK

    • calendar_month Rab, 17 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasmita, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau fasilitas penunjang bagi penyandang disabilitas di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (16/10/2018). Kompleks GBK sebelumnya menjadi salah satu tempat pertandingan Asian […]

expand_less