Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Antara Lona dan Lena

Antara Lona dan Lena

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 15 Mar 2021
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh. Melkianus Nino

Tak terdengar lagi bunyi ucap manusia. Kesibukan awal bias hingga petang membungkus lelah. Dan saat telah telat malam, sunyi sudah dihantam hitam. Tepatnya pada kesepian, hanya terdengar sang Master of Ceremony membuka kata per kata-cakapan sedikit lelucon juga terpaut histori Valentine. Aku duduk membelakangi daun pintu kamar, menatap ratusan buku menumpuk hampir semester. Ketegangan jiwa mengusik kalbu, mana yang tepat untuk membaca temani malam.

Namun, sulit berteman temani tumpukan itu. Sudah kupilah-pisah buku fiksi dambaanku, Pesastra Khalil Gibran. Tiada kesan penuhi gundah naluriku, yang ada hanya belaka. Aku lempari dan jatuh mengecup lantai. Aku kembali meneteskan setetes air mata, saat buku itu, kupeluk erat kayaknya cinta membendung tegang jiwa ini.

Aku tak tahu, apa yang harus dilakukan terhadap tegangnya sang jiwa. Buntung benar untung, jiwa masih menyatu-setubuh. Sedangkan cinta yang aku lamar menjadi penyatuan malah belum sama sekali hadir. Sebagai penghiburan duniawi.

Setiap rutinitas keseharianku, selalu bertemu rupa-rupa wajah dengan paras berbeda. Namun, Aku sulit memilih dan tersentuh hati. Waktu yang akan memastikan jika layak. Dan bila kayak nanti, akan kusemayamkan dengan hari lalu.

“Apakah sedemikiannya, ketegangan jiwa”.

Aku mengenakan jaket putih, menutup kepala oleh kedinginan juga pening-pusing yang menusuk kening. Aku beranjak keluar bilik dan menuju sumber suara.

Semunya bayangan serupa, seruan banyak insani datang silih berganti tanggalkan mimpi tinggalkan cerita tiada batas finis. Inginnya, jika membawa berkat. Tetapi tetap sama dan benar semua tak sama. Hanyalah mungkin kembaran yang sama tetapi Aku akan salah memilih jika rupa wajah semiripan. Nama yang berbeda dengan ciri khas pembawaan diri.

Si kembar, serahim Lona dan Lena.

Terurai rambut panjang yang sama, kulit sawo matang, hidung mancung ala Pinocio, dagu memanjang bundar ke bawah dan kedua taring yang tepat jika melepas tawa. Apalagi jika sedang merobek-nikmati seutuh pizza, serta masih banyak yang sukar dibedakan.

Aku menghadiri acara tanpa undang di acara Valentine Day di tetangga sebelah. Aku turut menyaksikan dansa perpasangan. Banyak tanya menggugah benak, saat ada suara di belakangku.

“Sukar memastikan kedua kembar cantik itu!”kata seorang lelaki.

Aku mendengar dengan perasaan dengan luapan sindiran ringan yang mengundang senyum, di hari penuh kasih sayang. Aku kembali duduk di kursi sewaan kosong sembari melumat sebatang rokok L.A merah. Kepulan asap membuat suasana di plafon tenda biru terasa berbeda.

Saat pencinta dansa merehab sejenak dari operator musik masih melirik lantunan lainnya. Aku tak menyadari kalau kursi yang Aku tempati adalah, salah satu dari si kembar itu. Perangahku, saat ada suara ringan membangunkan jiwa meranaku.

“Maaf Kak, permisi!”.

Aku membangunkan diri dari kursi hangat itu, dan bangkit dan tempati lainnya. Sedikit terkesan, tiada respons balik kepadanya. Pikiran terpaut dan terkerat batuan karang. Sulit untuk memutarnya kembali. Jiwa yang menegangkan terasa tersembuhkan oleh kedua sosok yang berdampingan denganku. Aku ingin memulai membuka suara, hanya terpaut rasa gulana.

Pemandangan malam menyerupai siang dengan mata yang tak mengedip memandang indah. Gemawan sungguh bersahabat di hujung pukul 10.00 malam. Aku ingin bersahabat lebih jauh kepada harapan yang menunda selama ini. Kemampuan masih jauh dari ambang pintu. Pintu hati terketuk untuk mengetuk salah satu kembar itu, hati menginginkan seuntai ucap perkenalan namun menjauh pada keraguan dulangi kebimbangan.

Putaran waktu dan lirikan terus menghibur persahabatan malam. Alam malam sangat bersahabat, yang sebetulnya malam adalah gerimis, namun menjauh hilang. Ada satu harapan biarkan sampai esok hingga petang nanti.

Gulir waktu saling menggantikan angka misteri. Hujung tadi, menutup selimut kesepian. Aku menunduk mengutak-atik media sosial. Aku kembali mengangkat wajah dan memandang pada Dua Paras Indah itu. Mereka telah pulang dan pergi lepaskan kasih sayang.

Keramaian dipintal tali sepi. Pintu histori Valentine malam tertutup legam sunyi. Aku meneropong dengan kotor mata, semua berpaling saling berpamitan. Dengan membalik arah, aku menuju kediaman.

Dalam bilik pembiasaan, aku terkenang ingatan tadi dan memenung kedua raut kembar. Aku telah menilai diri ini, bahwa aku terus disetrum tegangan listrik berjiwa.

Aku teringat empat jam tadi, bahwa Cinta adalah misteri. Karena misteri itu, sesuatu yang membuat getar dan teriris kata terpendam yang tak terungkap.(*)

*/Penulis merupakan Pegiat Literasi dan Menetap di Atambua

Foto utama oleh padangkita.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Hari Buruh Internasional dan Hari Buruh di Indonesia

    Sejarah Hari Buruh Internasional dan Hari Buruh di Indonesia

    • calendar_month Sab, 1 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh. Hari Buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan […]

  • PLN Perkuat Jaringan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya

    PLN Perkuat Jaringan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Loading

    Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif PLN yang terus menjaga keandalan listrik dan penguatan jaringan menjelang musim hujan dan masa Natal dan Tahun Baru 2026.   Tambolaka | Menjelang musim hujan, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumba mengambil langkah proaktif […]

  • Banjir Bandang di Sentani Papua, 42 Orang Tewas & 21 Orang Luka-luka

    Banjir Bandang di Sentani Papua, 42 Orang Tewas & 21 Orang Luka-luka

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Sentani-Papua, Garda Indonesia | Banjir bandang yang melanda 9 kelurahanan di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua pada 16/3/2019 pukul 21.30 WIT telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan. Banjir melanda Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri. Saat ini banjir telah surut meninggalkan lumpur, […]

  • Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

    Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital

    • calendar_month Sab, 9 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam kesempatan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 yang dirayakan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 09 Pebruari 2019, Pers Indonesia sangat cukup dibutuhkan untuk berperan aktif menguatkan kerakyatan berbasis digital. Dalam kesempatan penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 ini, organisasi perusahaan pers nasional Ikatan Media Online (IMO) Indonesia salah satu […]

  • Tak Ada Dualisme PMI Kota Kupang, Bill Mandala Dilantik Jadi Ketua Baru

    Tak Ada Dualisme PMI Kota Kupang, Bill Mandala Dilantik Jadi Ketua Baru

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Loading

    Sebagai Pemerintah Kota Kupang, tekan Serena Francis, pihaknya tidak mengakui kepengurusan lain. Banyak aspek yang dipertimbangkan, mulai dari AD/ART, latar belakang pendidikan, hingga keterlibatan dalam organisasi tanpa kepentingan politik.   Kota Kupang | Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis melantik jajaran pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang masa bakti 2025—2030 pada Selasa, 29 April […]

  • Dua Polwan Naik Pangkat Jadi Irjen dan Brigjen

    Dua Polwan Naik Pangkat Jadi Irjen dan Brigjen

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (ST) kenaikan pangkat terhadap sejumlah perwira tinggi (pati) Polri. Sigit menaikkan setingkat lebih tinggi dari pangkat yang telah didapat sejumlah pati tersebut. Dari sejumlah perwira yang dipromosikan itu, di antaranya merupakan dua polwan. Keduanya mendapat kenaikan pangkat menjadi inspektur jenderal (Irjen) dan brigadir […]

expand_less