Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Asal Usul Kompas

Asal Usul Kompas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
  • visibility 196
  • comment 0 komentar

Loading

Kompas, yang dikenal sebagai Sinan pada zaman kuno, adalah salah satu dari 4 (empat) penemuan besar peradaban Tiongkok kuno. Komponen utamanya adalah jarum magnet yang dipasang pada sebuah poros.

Jarum magnetik dalam peran medan geomagnetik alami dapat dengan bebas berputar dan tetap berada di arah garis singgung dengan meridian magnetik, selain itu kutub selatan jarum magnetik menunjuk ke kutub selatan geografis (kutub utara medan magnet). Penggunaan kinerja ini dapat mengidentifikasi arah. Dalam masyarakat modern, terdapat banyak peran kompas.

4 tahap perkembangan kompas

  1. Sinan

Dua ribu tahun yang lalu (206 SM – 220 M), pengrajin terampil memoles dan memahat magnet menjadi bentuk sendok, meletakkannya di atas sasis halus seperti cermin yang terbuat dari perunggu, dan kemudian melemparkannya ke ukiran arah ketika sendok magnet ini berhenti berputar pada sasis.

Arah gagang sendok mengarah ke selatan, dan arah mulut sendok mengarah ke utara, ini merupakan alat penunjuk arah paling awal di dunia yang ditemukan oleh nenek moyang kita, yang disebut Sinan.

  1. Kompas kuno

Kemudian, orang-orang di zaman kuno membuat kompas kuno berdasarkan Sinan. Pada masa ini, kompas kuno sangat mirip dengan kompas yang digunakan sekarang, kompas ini memiliki jarum magnet untuk menunjukkan arah dan skala untuk menunjukkan arah. Umumnya orang meletakkan kompas di kapal, untuk memandu arah berlayar.

  1. Memandu ikan

Di tahun-tahun awal Dinasti Song Utara, karena kebutuhan militer dan navigasi serta perkembangan bahan dan teknologi, penggunaan magnet buatan dan jarum magnet serta metode magnetisasi buatan telah dibuat dalam kinerja dan pemandu ikan yang lebih maju daripada Sinan.

  1. Kompas

Segera setelah penemuan pemandu ikan, muncul kompas yang lebih signifikan, lebih simpel, lebih mudah digunakan, dan lebih banyak digunakan. Kompas menggunakan magnet alami untuk memutar jarum besi, dan jarum besi yang diputar dapat menunjuk ke arah selatan.

Wajib diingat bahwa kompas tidak memandu dengan sempurna, tetapi arahnya sedikit condong ke arah timur. Inilah yang disebut fenomena deklinasi magnetik.

Cara menggunakan kompas

  1. Keluarkan kompas.
  1. Kemudian buatlah jarum magnet di dalam kompas dan bagian bawah garis lurus saling tumpang tindih.
  1. Secara umum, kompas dengan kualitas yang lebih baik memiliki dua warna, dan warna jarum magnet sama dengan warna garis lurus di bagian bawah, yaitu utara.

Misalnya, jika warna jarum magnet setengah merah dan setengah hitam, serta garis lurus di bagian bawah berwarna merah, susunlah jarum magnet pada garis lurus tersebut, karena bagian bawahnya berwarna merah, dan bagian merah pada jarum magnet menunjuk ke utara.

Kompas dapat diterapkan pada geodesi, dalam masyarakat modern, kompas tidak hanya digunakan untuk navigasi tetapi juga banyak digunakan dalam pemetaan tanah, pengukuran luas, dan aspek pekerjaan lainnya, penggunaan kompas bisa untuk membuat peta dan medan yang sebenarnya dengan orientasi yang sama.

Kompas dapat digunakan untuk mengukur ketinggian. Mengukur ketinggian memerlukan instrumen elektronik profesional, tetapi kompas pada ponsel biasa, juga dapat mengukur ketinggian. Cukup aktifkan kompas internal ponsel dan kompas akan menampilkan ketinggian lokal dan data lainnya.

Kompas juga bisa digunakan untuk mengukur garis lintang dan garis bujur. Beberapa kompas elektronik, selain menampilkan data arah, juga dapat secara langsung menampilkan garis lintang dan garis bujur setempat.

Tetapi di kompas tradisional tidak dapat secara langsung melihat garis lintang dan bujur, pengguna perlu menentukan kompas sesuai dengan arah lalu kemudian menghitung garis lintang dan bujur.(*)

Sumber (*/picinstyle.com)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pleno Hasil Festival Desa Binaan Bank NTT, Juri Tetapkan Juara

    Pleno Hasil Festival Desa Binaan Bank NTT, Juri Tetapkan Juara

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Festival Desa Binaan Bank NTT yang dihelat selama dua bulan (Mei—Juni 2021, red), diplenokan dalam rapat juri pada Senin siang, 12 Juli 2021 di ruang oval lantai IV kantor pusat Bank NTT dan telah ditetapkan 4 (empat) nominator terbaik untuk juara 1, 2, 3, dan favorit. Enam juri yang dilibatkan dalam […]

  • Gunung Ile Lewotolok di Lembata Meletus, Waspada Ancaman Lahar

    Gunung Ile Lewotolok di Lembata Meletus, Waspada Ancaman Lahar

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata-NTT, Garda Indonesia | Gunung api Ile Lewotolok diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan yang terdapat di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Secara geografis, Gunung Ile Lewotolok berada pada koordinat 08°16’15” LS dan 123°30’18” BT (1423 mdpl). Secara administratif terdapat di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. […]

  • KemenPPPA Susun Profil Perempuan & Anak Papua

    KemenPPPA Susun Profil Perempuan & Anak Papua

    • calendar_month Sel, 4 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura,gardaindonesia.id – Riset atau penelitian menjadi salah jembatan bagi pemerintah Indonesia untuk mengidentifikasi dan mengatasi persoalan di tingkat akar rumput, termasuk sebagai landasan dalam upaya penanggulangan permasalahan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan perempuan dan anak. Hari ini, Selasa/4 Agustus 2018 di Kota Jayapura, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) secara resmi menjalin […]

  • Bupati Maluku Tengah Ancam Pecat ASN Yang Tidak Loyal

    Bupati Maluku Tengah Ancam Pecat ASN Yang Tidak Loyal

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Tengah, Garda Indonesia | Bupati Maluku Tengah, H. Tuasikal Abua,SH., atas nama Undang-undang (UU) mengancam akan melakukan pemecatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak loyal dan tidak disiplin dalam melaksanakan tugas. Ancaman Tuasikal ini bukan saja kepada ASN eselon III, dan eselon IV tetapi juga kepada pejabat Esselon II atau Pimpinan OPD. Pernyataan […]

  • Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan tak profesionalnya lembaga negara dalam membuat regulasi. Berkelit salah ketik menjadi alasan klasik dalam membuat sesuatu. Sejauh ini, senjata utama ala Typo atau salah ketik. Alasannya, saya nilai lantaran kurang koordinasi, kurang keterbukaan dan kurang sosialisasi ke publik. Di era […]

  • PLN Sambung Listrik Gratis Bagi 1000 Rumah di Daerah 3T Provinsi Maluku

    PLN Sambung Listrik Gratis Bagi 1000 Rumah di Daerah 3T Provinsi Maluku

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Ambon, gardaindonesia.id | Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial PLN dalam menghadirkan listrik bagi kehidupan masyarakat serta salah satu bagian dari langkah nyata BUMN Hadir Untuk Negeri, melalui program PLN Peduli (CSR PLN) memberikan Program Bantuan Penyalaan Listrik Gratis untuk 1.000 Rumah yang berada di daerah 3T di Provinsi Maluku. 1.000 rumah tersebut tersebar […]

expand_less