Bank Emas (PT Pegadaian) Cetak Laba Bersih Rp8,34 Triliun Tahun 2025
- account_circle Penulis
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 54
- comment 0 komentar

![]()
Jakarta | Sejak diresmikan sebagai Bank Emas pertama di Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto, PT Pegadaian membuktikan bahwa transformasi nyata membawa hasil yang membanggakan.
Genap satu tahun, pasca-peresmian Pegadaian menjadi Bank Emas pertama di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di The Gade Tower, Jakarta, pada Rabu, 26 Februari 2025. Kini, Indonesia resmi memiliki layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia yang semakin memperkuat kedaulatan ekonomi.
Sepanjang tahun 2025, Pegadaian sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,34 triliun, meroket 42,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan impresif ini ditopang oleh aset yang kini menembus Rp151,7 triliun serta kualitas pembiayaan yang semakin sehat dengan angka NPL yang berhasil ditekan hingga 0,38%.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan laba yang diperoleh Pegadaian itu juga didukung oleh pencapaian outstanding loan (OSL) gross sebesar Rp126 triliun, yang meningkat 47,5% dari tahun 2024 sebesar Rp85,4 triliun.
Damar pun membeberkan, Pegadaian mencatat total transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai 33,7 ton, terdiri dari transaksi Tabungan Emas yang menembus angka 17,1 ton, transaksi Deposito Emas sebesar 2,18 ton, transaksi Cicil Emas mencapai 10,3 ton, serta transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus bertumbuh.
“Pegadaian terus berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian kerakyatan melalui layanan produk gadai yang inklusif, layanan pinjaman mikro yang memudahkan, serta layanan Bank Emas Pegadaian yang andal,” tuturnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Februari 2026.
Keberhasilan ini juga tercermin dari kepercayaan masyarakat yang terus meningkat dalam ekosistem emas nasional.
Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penegasan posisi Pegadaian dalam membangun inklusi keuangan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Berbekal fundamental yang kian kokoh, terlihat dari ROE yang menyentuh 21,73%. Pencapaian ini adalah bukti bahwa investasi emas kini semakin relevan dan dekat dengan keseharian kita.
Pegadaian tidak hanya hadir sebagai penjaga nilai aset, tapi juga sebagai mitra yang memastikan setiap langkah investasi masyarakat turut menggerakkan roda ekonomi tanah air yang lebih merata dan penuh harapan.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: Goodnews & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar