Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Calo Veteran Meliana Abuk Diduga Peras Calon Veteran Belu

Calo Veteran Meliana Abuk Diduga Peras Calon Veteran Belu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 28 Mar 2022
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Loading

Belu, Garda Indonesia | Warga Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lusianus Luan menjadi korban penipuan dan pemerasan oleh oknum calo veteran, Meliana Abuk.

Rio, anak kandung Lusianus Luan mengisahkan pada Jumat malam, 25 Maret 2022, bahwa mulanya Meliana Abuk meminta Lusianus Luan menyerahkan skep (piagam penghargaan, red) veteran asli untuk dibantu proses pencairan ke Taspen Kupang. Namun, untuk urusan tersebut ada beban biaya yang harus disetor oleh korban.

Biaya administrasi yang diminta, senilai 30 juta rupiah hingga membuat ayahnya merasa tidak sanggup memenuhi permintaan itu. Calo Meliana Abuk mengarahkan Lusianus untuk mengajukan pinjaman ke WK, warga Fatubenao, Kecamatan Atambua Kota. Pinjaman pun disetujui dengan Skep asli milik korban sebagai jaminan.

Lanjut Rio, uang 30 juta rupiah itu dipinjam dua kali. Pertama, pinjamannya 20 juta rupiah dengan bunga sebesar 2 juta rupiah, sehingga korban berhak terima 18 juta rupiah saja. Selanjutnya, dari total uang 18 juta rupiah itu, 15 juta rupiah diserahkan ke Meliana Abuk dengan dalil membantu korban dalam mendapatkan SK veteran. Akibatnya, korban hanya menerima 2 juta rupiah dari total pinjaman pertama. Kedua, korban diminta untuk meminjam lagi 10 juta rupiah dengan bunga sebesar 1 juta rupiah. Pinjaman yang diterima korban hanya 9 juta rupiah, dan langsung diambil semuanya oleh Meliana Abuk dengan alasan sama untuk mengambil SK veteran di Kupang.

“Mereka tipu bapak saya dengan cara yang sangat mengecewakan. Masa, suruh bapak gadai skep veteran dengan harga 30 juta dengan bunga 3 juta. Uang itu dua kali diambil. Pertama ambil 20 juta, kedua ambil 10 juta. Jadi, jumlah semua 30 juta,” jelas Rio.

Saat ini, setelah 3 (tiga) tahun berlalu, SK veteran yang dijanjikan Meliana Abuk belum diterima. Padahal, total kerugian yang dialami korban sudah nyaris mencapai 50–an juta rupiah. Akibatnya, kini korban mengalami depresi dan setengah gila.

Rio pun bertekad melaporkan  Meliana Abuk ke pihak kepolisian, apabila skep milik orang tuanya tidak segera dikembalikan.

“Saya lagi sakit, jadi urusan begitu nanti dulu. Kalau mau urusan itu, nanti datang saja ke rumah,” respons Meliana Abuk saat dihubungi wartawan via sambungan ponsel pada Jumat malam, 25 Maret 2022. (*)

Penulis (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garam Malaka-Emas Putih dari NTT, Digarap Atau Ditolak Masyarakat?

    Garam Malaka-Emas Putih dari NTT, Digarap Atau Ditolak Masyarakat?

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Meski ada aksi penolakan terhadap aktivitas tambak garam yang dikelola PT. Inti Daya Kencana di Desa Weoe Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak 1 Maret 2019 lalu, Namun Gubernur NTT Viktor Laiskodat tetap memerintahkan Bupati Malaka dan pihak pengelola tambak garam untuk kembali beroperasi di lokasi tersebut Dirilis dari Siaran […]

  • Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

    Ombudsman Pinta Dualisme PMI Kota Kupang Tak Ganggu Pelayanan

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Loading

    Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT meminta Pemkot Kupang Kupang memfasilitasi penyelesaian dualisme kepengurusan tersebut agar tidak berdampak pada terhambat dan terganggunya pelayanan darah dan pelayanan kesehatan oleh PMI Kota Kupang.   Kupang | Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT mencermati informasi terkait dualisme kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang yaitu PMI Kepengurusan Indra Wahyudi Erwin […]

  • FORTUNA & HAND International Helat ‘English Speech Competition 2019’

    FORTUNA & HAND International Helat ‘English Speech Competition 2019’

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | FORTUNA bekerjasama dengan HAND International kembali menyelenggarakan English Speech Competition (ESC) Ke-6 Tahun 2019. Kompetisi yang dilaksanakan sejak tanggal 9—11 Mei 2019 di Fortuna English & Human Resources Development (HRD )Training Centre Kupang yang berlokasi di sekitar Bundaran Tirosa Kota Kupang ini memperebutkan Piala Bergilir Walikota Kupang, Thropy, Uang Tunai dan […]

  • Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    Resesi Terjadi di NTT? BPS : NTT Alami Deflasi pada Juli dan Agustus 2020

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Juli 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami deflasi sebesar 0,32 persen dengan pertumbuhan ekonomi triwulan II (April—Juni 2020) mengalami kontraksi -1,96 persen year on year, meski tak sebesar provinsi lain di Indonesia bahkan secara nasional. Apakah kondisi pertumbuhan ekonomi serupa bakal dialami oleh NTT pada triwulan III? Apakah penurunan […]

  • Frans Lebu Raya, Mantan Gubernur NTT 2 Periode Wafat di Bali

    Frans Lebu Raya, Mantan Gubernur NTT 2 Periode Wafat di Bali

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Drs. Frans Lebu Raya merupakan Gubernur Nusa Tenggara Timur periode kepemimpinan 2008—2018. Ia terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur menggantikan Piet Tallo. Sebelumnya, ia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003—2008 yang berpasangan dengan Piet Tallo. Frans Leburaya, Pria Kelahiran 18 Mei 1960 di Pulau Adonara ini merupakan pasangan dari […]

  • Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

    Perangi Stunting & Malaria, Dinkes Belu Gelar Rakorda Bidang Kesehatan

    • calendar_month Jum, 13 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangka memerangi dan mengeliminasi stunting dan malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Belu menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten pada Kamis 12—13 Desember 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu. Bupati Belu Willibrodus Lay pada kesempatan itu, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa, stunting (gizi kronis/gizi buruk/kerdil) dan […]

expand_less