Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Canang Program TJPS di Sumba Tengah, VBL: Saya Tak Mau Sumba Miskin

Canang Program TJPS di Sumba Tengah, VBL: Saya Tak Mau Sumba Miskin

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 8 Sep 2020
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

Sumba-NTT, Garda Indonesia | Pulau Sumba merupakan pulau terindah di dunia. Namun, Sumba secara keseluruhan juga punya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah. Tingkat kemiskinan di Sumba seturut data statistik juga paling tinggi untuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Karenanya perlu upaya ekstra agar pulau ini maju menuju sejahtera.

Demikian pernyataan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mencanangkan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Desa Umbu Pabal Kecamatan Umbu Ratu Nggai, Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi NTT pada Senin, 7 September 2020.

“Ini tantangan buat Sumba. Saya tidak mau Sumba seperti ini terus. Tadi saya bersama dengan para bupati se-Sumba, minus kaka Niga (Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole) sepakat untuk bekerja lebih keras. Saya punya komitmen sebagai Gubernur, saya tidak mau Sumba miskin dan tertinggal seperti ini terus,” ungkap Gubernur VBL.

Pasangan dari Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi ini memotivasi para bupati se-Sumba untuk bekerja sama dan bersama agar Sumba menjadi pulau yang sukses dan makmur. Hal ini jadi tanggung jawab gubernur dan para bupati untuk bekerja lebih serius dan dalam periode kepemimpinan masing-masing.

“Saya mau di bawah pemerintahan saya, tidak boleh Sumba alami masalah besar dengan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Terima kasih pak Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kita akan siapkan kolaborasi yang baik di pulau ini. Berapa anggaran tiap kabupaten di Sumba dan Provinsi juga mendukung porsi anggaran yang lebih besar. Kita buat apa, langsung harus jadi. Pulau ini harus panen terus hasil pertanian sebanyak mungkin sepanjang tahun,” urai VBL.

Lebih lanjut VBL mengajak semua pemangku kepentingan harus menyatukan tekad untuk rubah keadaan di Sumba. Semua harus kerja. Para Maramba (tokoh masyarakat), TNI/POLRI, Gereja, anak-anak muda, semuanya harus terjun ke lapangan.

“Kita harus pastikan semua punya mimpi yang sama, dari timur sampai barat daya. Kita ingin bangun ini pulau. Jangan takut hitam turun lapangan. Supaya kalau buka data atau buku kemiskinan lagi, nama Sumba sudah tidak ada. Dan ini semua harus dikerjakan dengan cara tidak biasa, bukan dengan cara biasa. Tidak mungkin dengan cara bupati lebih banyak di kantor selama 5 hari, tapi harus lebih banyak turun lapangan,” tegas VBL.

Gubernur VBL saat menanam jagung dalam program TJPS di Kabupaten Sumba Tengah

Menurutnya, program TJPS adalah bagian penting untuk membebaskan Sumba dari kemiskinan. Jagung itu akan dijual, Sementara batangnya akan dibuat untuk pakan ternak Supaya kita jangan datangkan pakan ternak dari luar NTT lagi.

“Kita siapkan pabrik pakan ternak tahun depan. Tempatnya di Sumba Tengah. Tahun depan sudah ada pabriknya di sini dan sudah jalan. Lalu kita siapkan benih babi. Sampai tahun 2023 kita harus bisa mendatangkan anakan babi sampai 1 juta. Kalau satu juta kali harga anakan babi seharga 1 juta rupiah berarti kita butuh uang 1 triliun rupiah. Kita anggarkan mulai tahun depan sampai tahun 2023, pemerintah provinsi berkolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten di Sumba. Agar seluruh rantai pasok untuk pariwisata di Sumba berasal dari masyarakat di sini,” jelas Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur VBL mengungkapkan telah mengajukan proposal kepada Presiden untuk pendirian Politeknik Pariwisata di Sumba Tengah. Juga telah bersurat ke Menteri Pariwisata. “Nanti bapa bupati tolong siapkan lahan, supaya kita bangun politeknik ini. Kita ingin mendukung penyiapan dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas untuk pariwisata di Sumba yang sudah mendunia,” pintanya.

Sementara itu, Bupati Sumba Tengah, Paul S.K Limu mengungkapkan kebijakan Gubernur untuk jadikan Sumba Tengah sebagai tempat pencanangan program TJPS di NTT menuju 40 ribu hektar merupakan motivasi dan energi besar bagi masyarakat dan Pemerintah daerah empat kabupaten di Pulau Sumba.

“Terima kasih karena Pemerintah Provinsi telah membantu 10 traktor besar untuk penyiapan lahan tanam ini. Kami telah menyiapkan grand design untuk TJPS tahun 2021 dengan beberapa kegiatan yaitu identifikasi calon petani, calon lahan, kepastian titik air, pembangunan 100 titik sumur bor, optimalisasi sumber air seperti sungai dan embung. Ini semua bagian dari tekad kami untuk jadikan Sumba Tengah sebagai Kabupaten Benih,” jelas Paul Limu.

Untuk diketahui luas lahan tanam yang sudah disiapkan adalah 10 hektar dari 3.500 hektar lahan yang ada di tempat tersebut. Untuk mengoptimalisasi pemanfaatan lahan seluruhnya akan dibangun 50 sumur bor oleh pemerintah provinsi di tempat tersebut. Total alokasi lahan TJPS untuk Sumba Tengah seluruhnya adalah 11 ribu hektar dengan potensi produksi 500 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi para bupati se-Sumba mendemonstrasikan cara mengendarai traktor. Juga melakukan penanaman simbolis benih jagung pada lahan siap tanam.

Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan Danrem 161 Wirasakti Kupang, Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati Sumba Tengah, Wakil Bupati Sumba Barat Daya, para staf khusus Gubernur NTT, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Sumba Tengah, Forkopimda Kabupaten Sumba Tengah, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, masyarakat petani dan undangan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Aven Rame—Biro Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    Gubernur Viktor Instruksikan Pangan Kelor di Lingkup Pemprov NTT

    • calendar_month Sel, 15 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Kelor atau Marungga dengan nama latin Moringa oleifera; akhir ini menjadi perbincangan dan mendapat porsi dengan perhatian ekstra dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal rutin dikonsumsi dan menjadi tren pangan lokal. Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi sejak awal telah berkomitmen dan konsisten menjadikan kelor sebagai komoditi unggulan […]

  • Melawan Lupa

    Melawan Lupa

    • calendar_month Ming, 18 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Mengenal sosok pria paruh baya berusia hampir setara ini bukanlah sebuah kebetulan. Pria kelahiran Kupang, 3 Juli 1973 ini memang sosok pekerja keras. Saat saya masih menempuh kuliah di Denpasar-Bali era tahun 1993-an, ia telah bekerja keras dengan berbisnis keset kaki dan kue lapis legit dengan sistem konsinyasi di mini market […]

  • Resmikan Bendungan Temef, Presiden Jokowi : Air Vital Bagi Masyarakat

    Resmikan Bendungan Temef, Presiden Jokowi : Air Vital Bagi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    SoE | Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Temef, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 2 Oktober 2024. Pada sambutannya, Presiden Jokowi menekankan betapa vitalnya peran air dalam mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat NTT, terutama untuk sektor pertanian. “Air merupakan barang yang sangat vital, yang kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. […]

  • Songsong Hardiknas 2022, SMK se-TTS Helat Beragam Lomba

    Songsong Hardiknas 2022, SMK se-TTS Helat Beragam Lomba

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2022, serta mewujudkan misi Kementerian Pendidikan, maka Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), se-Kabupaten Timor tengah selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaksanakan kegiatan gebyar SMK yang dilangsungkan di SMK  Negeri Kolbano pada tanggal 28—29 April 2022. Ketua Panitia […]

  • Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    Indeks Pembangunan Manusia Sabu Raijua Terendah di Provinsi NTT

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | IPM (Indeks Pembangunan Manusia) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/ penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungan direvisi pada tahun 2010. […]

  • Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Solo, Garda Indonesia | Bank NTT kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Bank kebanggaan masyarakat NTT ini boleh masuk dalam jajaran BUMD terbaik se-Indonesia dalam ajang tahunan bertajuk ‘Top BUMD 2022’ yang  diselenggarakan oleh majalah nasional Infobank. Penghargaan ini diberikan dalam sebuah seremoni yang berlangsung pada Kamis, 19 Mei 2022 di Hotel Alila Solo. Untuk diketahui […]

expand_less