Cegah Gangguan Listrik, PLN NTT Ajak Masyarakat Pangkas Pohon
- account_circle Penulis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar

![]()
Kupang | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) mengajak seluruh masyarakat di wilayah NTT untuk ikut menjaga keandalan jaringan listrik dengan memangkas pohon atau dahan yang tumbuh di dekat kabel listrik. Ajakan ini telah disampaikan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) agar pesan keselamatan dan keandalan listrik menjangkau masyarakat luas, termasuk di wilayah pelosok NTT.
Sosialisasi melalui RRI Kupang ini merupakan bagian dari rangkaian upaya PLN UIW NTT menjelang dan selama Ramadan 2026 untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan lancar, mengingat kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat untuk kegiatan ibadah, memasak sahur, dan aktivitas malam hari lainnya. PLN menyadari bahwa gangguan listrik akibat pohon tumbang merupakan salah satu penyebab utama terganggunya aliran listrik, terutama saat musim hujan dan angin kencang di NTT.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang, Muhammad, memaparkan gangguan kelistrikan di NTT sering kali dipicu oleh pohon atau dahan besar yang jatuh mengenai kabel listrik saat terjadi angin kencang.
PLN, imbuh Muhammad, menyiapkan tim khusus untuk pembersihan beberapa pohon yang sudah mendekati jaringan listrik.
“Kami mengizinkan pelanggan agar segera melakukan penebangan atau pemangkasan, namun harus didampingi oleh petugas PLN. Ini supaya terhindar dari bahaya apabila terjadi angin kencang yang bisa membuat pohon jatuh menimpa rumah pelanggan ataupun jaringan listrik kami, ” jelas Muhammad melalui siaran RRI.

Tim PLN ULP Kupang berdiskusi dengan RRI Kupang membahas sosialisasi pemangkasan pohon demi menjaga keandalan jaringan listrik menjelang Ramadhan. Foto : tim PLN
Muhammad pun menegaskan keselamatan petugas dan masyarakat menjadi perhatian utama PLN. Sebelum melakukan pekerjaan di lapangan, seluruh petugas wajib mengikuti pengarahan pagi untuk memastikan kondisi fisik yang prima serta peralatan kerja yang lengkap dan aman. PLN juga mengingatkan agar masyarakat tidak memangkas pohon sendiri tanpa pendampingan petugas, khususnya pada pohon yang sudah menyentuh atau berada sangat dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi karena berisiko tersengat aliran listrik.
General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menekankan menjaga keandalan listrik selama bulan Ramadhan adalah bentuk pelayanan PLN kepada masyarakat NTT. ” Di bulan Ramadan ini, kami ingin memastikan seluruh masyarakat NTT dapat beribadah dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman tanpa terganggu masalah kelistrikan,” ujarnya.
Eko menambahkan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. Dengan melaporkan pohon atau dahan yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, masyarakat turut berkontribusi menjaga keandalan pasokan listrik di lingkungannya masing-masing. “Jika ada pohon yang terlihat rawan, segera hubungi PLN melalui layanan Call Center 123 atau aplikasi PLN Mobile agar petugas kami dapat menanganinya dengan aman,” tandas Eko.
PLN UIW NTT menyediakan beberapa saluran bagi masyarakat yang ingin melaporkan pohon rawan atau meminta pendampingan petugas untuk pemangkasan pohon
• Call Center PLN 123, layanan pengaduan dan informasi 24 jam yang dapat dihubungi dari seluruh Indonesia.
• Aplikasi PLN Mobile, tersedia di telepon pintar untuk pelaporan gangguan, cek tagihan, dan berbagai layanan lainnya.
• Kantor PLN terdekat, masyarakat juga dapat langsung mengunjungi kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) di setiap kabupaten/kota.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pelaporan, terutama menjelang dan selama Ramadhan, agar petugas PLN dapat segera melakukan penanganan sebelum pohon tersebut menyebabkan gangguan listrik.
Sosialisasi pemangkasan pohon melalui RRI ini merupakan salah satu wujud komitmen PLN dalam program PLN Hadir untuk Negeri. Melalui program ini, PLN tidak hanya melayani kebutuhan listrik rumah tangga, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), fasilitas kesehatan, pendidikan, serta rumah ibadah di seluruh wilayah NTT. (*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar