Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Cerita Kota Solo, Disambut Hujan Hingga Ketinggalan Kereta Api

Cerita Kota Solo, Disambut Hujan Hingga Ketinggalan Kereta Api

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Lagu dari Ibu Soed “Naik Kereta Api” bergumam ceria dan mengantar diri ini menuju ke stasiun Balapan Solo, usai disambut hujan deras saat tiba di bandara Adi Sumarmo pada Kamis sore, 19 Mei. Sepertinya hujan deras ini memberkati perjalananku mengikuti district conference (Discon) Rotary D3240 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada 20—21 Mei 2022.

Naik kereta api, tut-tut-tut
Siapa hendak turut?
Ke Bandung, Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama

Lekas keretaku jalan, tut-tut-tut
Banyak penumpang turun
Keretaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun

Dan impian agar dapat menikmati layanan dari Kereta Api Indonesia (KAI), akhirnya terwujud berkat dukungan dari Bank NTT, Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat, dan District Governor Rotary 3420 periode 2021—2022, Cindy Bachtiar.

Cerita ini pun berlanjut, usai mengamati dan memotret apa saja fasilitas yang dimiliki Bandara Adi Sumarmo Solo (maklum jadi kontributor Maps, wajib paham biar entar saat ditanya jangan garuk kepala meski tak gatal, hehehe). Sekadar bertegur sapa dengan rombongan Rotary Club Bali, saya pun langsung menuju konter pemesanan Grab Car.

Waktu telah menunjukkan pukul 17.25 WIB, sementara waktu keberangkatan dari Stasiun Balapan Solo pada pukul 18.05 WIB. Seraya mengakrabkan diri dengan pengemudi Grab, saya terus menanyakan dan meyakinkan diri bahwa tak bakal terlambat tiba di Stasiun Balapan Solo.

Kami pun tiba tepat pada pukul 18.00 WIB, seraya bergegas menurunkan barang UMKM dari Padupadan Tenun—Mas Erwin Yuan, Nice Handicraft – Nining Suwardi, dan produk unggulan UMKM dari Bank NTT (berupa madu, gula semut, dan kopi), saya dibantu oleh para portir Stasiun Balapan Solo, mengangkat sambil berlari menuju fasilitas check in digital.

Dengan tergesa-gesa, saya memasukkan kode booking tiket kereta api yang dipesan melalui Traveloka, entah karena takut ketinggalan kereta api atau karena sudah capek dan lapar, maka jadi lupa di mana menempatkan kode booking dan karcis yang telah dicetak.

Saya berupaya mencari di dalam tas kecil (pouch) kreasi Nice Handicraft, namun tak kunjung ketemu. Dan alhasil, kereta api pun berlalu dan meninggalkan diriku. Sejenak muncul kekecewaan, tetapi saya yakin Tuhan punya rencana indah.

Mengapa begitu, ya semua kisah perjalanan kita sudah ditorehkan-Nya. Terkadang, kita tak bisa memaksakan kehendak, jika Dia belum mengizinkan, maka seberapa kuat upaya kita, maka tak akan berhasil.

Dan saya menyadarinya, bahwa ternyata harus sejenak menikmati malam di Solo, sebuah kota berupa alur terkenal dengan lagu “Bengawan Solo”.

Cerita pun berlanjut, saya membeli lagi tiket kereta api baru dan menggunakan Stasiun Solo Jebres untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Semarang. Tersisa waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk menikmati santapan gulai dan sate kambing bersama Pak Ahmad (65 tahun), layanan taksi stasiun kereta yang setia menunggu penumpang di Solo Balapan.

Saat tiba di stasiun Solo Jebres pada sekitar pukul 20.10 WIB, saya berkesempatan memotret dan mengambil aktivitas kereta api yang hilir mudik seraya sejenak melanjutkan bekerja mem-posting berita ke laman Portal Berita Daring Garda Indonesia.

Sejenak, saya mengambil sapu tangan di saku celana Levi’s biru, dan terasa ada selembar kertas. Rupanya, tadi saat di Solo Balapan, karena tergesa-gesa, saya menaruh karcis tiket kereta di saku celana lalu mencari di tas tangan. Hadeh, gerutu diriku. Entah karena capek atau memang mulai pikun.

Waktu berlalu, tepat pada pukul 21.05 WIB, saya menggunakan kereta api eksekutif Brawijaya menuju ke Semarang. Waktu tempuh 2 jam pun saya manfaatkan dengan melanjutkan bekerja sembari berimajinasi, “Kapan ya, jalur kereta api bisa dibangun di Nusa Tenggara Timur terutama di Pulau Flores dan Timor?”

Semoga.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kencing Tikus Sebabkan 101 Kematian di Indonesia

    Kencing Tikus Sebabkan 101 Kematian di Indonesia

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kemenkes menilai, kondisi perubahan iklim menyebabkan hujan dan banjir sering terjadi. Sehingga menyebabkan, bakteri leptospira dari kencing tikus makin mudah menyebar.   Jakarta | Sebanyak 101 orang meninggal dunia akibat air kencing tikus atau penyakit Leptospirosis selama periode Januari – 6 Juni 2025. Hal itu berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 6 Juni 2025, terdapat […]

  • ATENSI OJK, Bank Wajib Blokir Rekening Kejahatan & Judi Online

    ATENSI OJK, Bank Wajib Blokir Rekening Kejahatan & Judi Online

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa menjaga integritas sistem keuangan dengan membersihkan penggunaan perbankan dari kegiatan kejahatan seperti memfasilitasi judi online ataupun sarana pencucian uang. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU) dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan […]

  • PERINTAH PRABOWO! Relawan Garuda Merah Putih Lorosae Dukung SIAGA

    PERINTAH PRABOWO! Relawan Garuda Merah Putih Lorosae Dukung SIAGA

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Karisma Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Belu memang sangat berbekas. Selain karena punya alasan historis, Prabowo pernah membebaskan salah satu pekerja migran asal Belu, Wilfrida Soik dari hukuman mati di negeri Jiran, Malaysia.   Atambua | Calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi mendapat dukungan luas di Kabupaten Belu. Dukungan […]

  • Menteri Yohana Berharap Rotary Indonesia Wujudkan Kesetaraan Gender

    Menteri Yohana Berharap Rotary Indonesia Wujudkan Kesetaraan Gender

    • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kondisi Indonesia yang masih didominasi budaya patriarki dinilai Menteri Yohana menjadi salah satu kendala besar dalam mewujudkan kesetaraan gender. Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Distric Converence Rotary Indonesia di Jakarta, Jumat, 26 April 2019. “Gender equality adalah salah satu fokus pemerintah saat ini. Namun, […]

  • Tour De Entente Etape Flores “Charity Race” Bagi Bencana Nagekeo

    Tour De Entente Etape Flores “Charity Race” Bagi Bencana Nagekeo

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih buat para pesepeda dan tim yang berlaga untuk kepeduliannya pada korban bencana alam di kabupaten Nagekeo.   Ende | Etape ketujuh Tour De Entente resmi dimulai yang ditandai dengan flag-off oleh Gubernur NTT, Melki Laka Lena di Halaman Kantor Camat Ndona, Ende pada Kamis, 18 September 2025 […]

  • Bahar Bin Smith Jadi Tersangka dan Ditahan, Polri : Sesuai Prosedur

    Bahar Bin Smith Jadi Tersangka dan Ditahan, Polri : Sesuai Prosedur

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri mempersilakan para pihak yang tidak menyetujui penetapan Bahar Bin Smith sebagai tersangka untuk menempuh upaya hukum. Diketahui, Bahar Bin Smith bersama seorang berinisial TR ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). “Artinya kalau ada pihak-pihak lain yang merasa keberatan tentunya bisa […]

expand_less