Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » CIRMA Praktik Ekonomi Sirkular Petani Timor Barat

CIRMA Praktik Ekonomi Sirkular Petani Timor Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

Loading

Produksi pupuk organik eco enzyme yang sedang berjalan di tingkat komunitas merupakan bagian dari inisiatif yang dipicu oleh CIRMA, dengan mengedepankan prinsip go green, recycle, dan reuse.

 

Timor | Praktik ekonomi sirkular untuk petani merupakan pendekatan bertani yang berfokus mengurangi limbah, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menciptakan nilai tambah berulang. Apa pun yang dianggap sampah di satu tahap bisa menjadi bahan baku di tahap lain.

Prinsip ekonomi sirkular bertumpu pada upaya mengurangi limbah (reduce) yakni menggunakan pupuk organik dari kotoran ternak, dedaunan, atau limbah dapur dan mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Selain itu, menggunakan kembali (reuse) dengan pola air bekas pencucian hasil panen digunakan untuk menyiram tanaman lain. Dan praktik daur ulang (recycle) berupa pengolahan limbah pertanian (batang jagung, sekam padi, kulit singkong) dijadikan pakan ternak atau bahan kompos dan limbah ternak jadi pupuk kandang.

Tak hanya itu, praktik ekonomi sirkular pun dapat menciptakan nilai tambah misalnya limbah buah dijadikan pakan ikan lele atau bahan eco-enzim.

Praktik ekonomi sirkular ditengarai bermanfaat untuk petani yakni hemat biaya produksi, menambah pendapatan dari produk turunan, menjaga kesuburan tanah, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara alur sirkular dapat berupa

  1. Petani tanam sayur-buah → hasil panen dijual.
  2. Limbah panen (daun, batang, buah rusak) → pupuk kompos + pakan ternak.
  3. Ternak menghasilkan kotoran → pupuk kandang + biogas.
  4. Produk hortikultura diolah → sambal, saus, bubuk cabai → nilai tambah.
  5. Hasil olahan + produk segar dipasarkan lewat koperasi & digital.
  6. Sisa olahan (ampas) kembali ke tanah atau ternak.

Pengolahan pupuk organik oleh Kelompok Tani Mandiri, Kabupaten Malaka. Foto : Femi Klau/DFC CIRMA Malaka

CIRMA inisiasi praktik ekonomi sirkular

CIRMA (Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri) sebuah private foundation sekaligus sebagai organisasi masyarakat sipil di level sub-nasional, didirikan pada 2018, didedikasikan untuk mengkatalisasi perubahan positif pada komunitas miskin dan miskin ekstrem melalui program berbasis komunitas di bidang sanitasi, akses air bersih, keadilan iklim, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pertanian cerdas iklim dan pemberdayaan ekonomi.

Sejak Desember 2024, CIRMA memperluas skala jangkauan program lintas kabupaten dalam kemitraan global bersama CJRF (Climate Justice Resilience Fund) – Amerika Serikat, melalui Program Empowering West Timor: Advancing Climate Justice and Community Resilience for Rural Smallholder Farmers, berdurasi tiga tahun. Skema program ini fokus penerima – fokus lokasi, yakni 6.000 petani kecil di 30 desa di 14 kecamatan di 6 kabupaten/kota di daratan Timor.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar membeberkan kondisi saat ini pada tahun 2025, sementara memproduksi pupuk organik eco enzyme di tingkat komunitas yang merupakan bagian dari inisiatif yang dipicu oleh CIRMA, dengan mengedepankan prinsip go green, recycle, dan reuse. Tujuannya bukan semata-mata menciptakan produk komersial untuk dibeli kembali oleh CIRMA, melainkan mendorong petani dan rumah tangga untuk mandiri dalam produksi dan pemanfaatan pupuk organik.

Ditekankan, John Ladjar, CIRMA memfasilitasi proses ini bermaksud

  1. Mengurangi ketergantungan petani pada input kimia yang mahal dan berdampak buruk bagi lingkungan.
  2. Menghidupkan kembali nilai kemandirian di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani dengan memanfaatkan limbah organik sehari-hari menjadi pupuk cair bernilai tinggi.
  3. Mendorong ekosistem berkelanjutan, di mana eco enzyme dapat digunakan langsung oleh petani baik di kebun pribadi maupun kebun kolektif kelompok, sehingga manfaatnya dirasakan nyata.
  4. Membentuk kesadaran lingkungan melalui praktik daur ulang limbah organik, yang sekaligus menjadi solusi lokal atas persoalan sampah dan degradasi tanah.

CIRMA, imbuh John Ladjar, bukanlah pihak yang membeli kembali semua pupuk eco enzyme yang diproduksi, melainkan pihak yang memicu, mendampingi, dan memperkuat kapasitas komunitas untuk menghasilkan dan menggunakan sendiri produk tersebut.

“Jika dalam perkembangannya ada kelebihan produksi yang dapat dipasarkan, maka itu adalah peluang ekonomi tambahan bagi petani dan kelompok—tetapi bukan skema utama dari program ini,” tandasnya.

Sumber (*/ragam+ tim CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kapal motor (KM) Express Cantika 77 tujuan Kupang – Alor berangkat meninggalkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju Alor pada Senin, 24 Oktober 2022 Pukul 11.00 WITA; membawa penumpang sebanyak 167 orang dan kru kapal sebanyak 10 orang. Laporan intelijen menyebutkan bahwa sekitar pukul 13.40 WITA, KM Express Cantika 77 tujuan Kupang – […]

  • Hari Listrik ke-80, PLN NTT Tebar Energi Kebaikan Bagi Sesama

    Hari Listrik ke-80, PLN NTT Tebar Energi Kebaikan Bagi Sesama

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 1.280
    • 0Komentar

    Loading

    Maxim Wila Huki, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Provinsi NTT, yang turut menjadi pendonor menyampaikan Selamat Hari Listrik Nasional ke-80 untuk PLN.   Kupang | PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga hati. Berkolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Palang Merah […]

  • Multi Peran Saat Pandemi, Perempuan Perlu Atur dan ‘Manage’ Waktu

    Multi Peran Saat Pandemi, Perempuan Perlu Atur dan ‘Manage’ Waktu

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Memiliki peran ganda yakni sebagai seorang ibu dan perempuan bekerja merupakan tantangan besar bagi perempuan selama masa pandemi Covid-19. Hal ini dirasakan betul oleh Dian Sastrowardoyo, aktris dan sutradara sekaligus ibu dari dua anak. Menurut Dian, menjadi ibu sekaligus perempuan yang bekerja dalam waktu yang bersamaan merupakan tantangan tersendiri. “Ini tantangan. […]

  • IMO-Indonesia : KPK Periode 2019—2023 Jadi Harapan Baru Penanganan Korupsi

    IMO-Indonesia : KPK Periode 2019—2023 Jadi Harapan Baru Penanganan Korupsi

    • calendar_month Sab, 21 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Drs. Firli Bahuri, M.Si. sebagai Ketua KPK periode 2019—2023 pada Jumat, 20 Desember 2019 di Istana Negara Jakarta; menjadi sebuah harapan baru penanganan korupsi di Indonesia. Sebagaimana diketahui, Pimpinan KPK periode 2019—2023 yang dilantik di Istana Negara antara lain, Ketua KPK […]

  • Rutan Kelas II B SoE Asimilasi Rumah bagi Seorang Warga Binaan Perempuan

    Rutan Kelas II B SoE Asimilasi Rumah bagi Seorang Warga Binaan Perempuan

    • calendar_month Rab, 29 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    SoE–NTT, Garda Indonesia | Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B SoE, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) asimilasi rumah bagi seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atas nama Adel M. Benggu asal Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan pada Senin, 27 September 2021. Kepala Rutan kelas II B SoE, Nixon Osingmahi, S.Sos., M.Hum. menjelaskan, pembebasan Adel Benggu […]

  • Dua Kali Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

    Dua Kali Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Sukabumi, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, pada Selasa,10 Maret 2020 pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi […]

expand_less