Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 20 Des 2019
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Belu,NTT- Garda Indonesia | Para tukang besi yang mengerjakan salah satu jembatan sabuk merah Laktutus III, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI- RDTL, mengeluhkan sisa upah Rp.23.000.000 (dua puluh tiga juta rupiah) lantaran belum dibayar CV. Maharani Kupang dari total upah senilai Rp.70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah).

“Kami sudah selesai kerja dari minggu lalu. Dong (mereka,red) baru kasih empat puluh tujuh juta. Kami minta sisa gaji dua puluh tiga juta itu tapi bilang tunggu. Dong janji bilang mau kasih tapi sampai sekarang belum. Dong alasan terlalu banyak,” ungkap para tukang kepada media ini, pada Jumat 20 Desember 2019 pagi.

Proyek Jembatan Merah di Laktutus III, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI- RDTL

Pihak CV Maharani yang dikonfirmasi melalui korlap (koordinator lapangan), Edwin Sitongkir pada Jumat siang justru mempertanyakan peran wartawan dalam mengonfirmasi pihak- pihak terkait. Sitongkir sendiri meminta wartawan datangi kantor untuk bertemu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kuneru, Atambua. Tetapi ketika dihubungi lagi untuk memastikan bisa bertemu atau tidak, malah berkilah dengan mengatakan, PPK sedang berada di Kupang dan baru akan kembali ke Atambua pada 23 Desember mendatang.

Bahkan, ketika Garda Indonesia mencoba meminta nomor kontak PPK pun tidak diberikan oleh Sitongkir. “Oh, jadi pak yang telepon- telepon kah? Saya bingung sekarang ini. Oh, jadi pak yang sekarang cari- cari pak PPK kah? Pak PPK sekarang ada di Kupang, urusan terkait semua keuangan. Pak (wartawan,red) bawa semua tukang itu ke sini biar kita ngomong untuk hari ini kita tanggulangi semua. Kita pemerintah ini ‘kan mau tahu kontraktornya mengutang di mana, tukang siapa, perlu saya tahukah pak?. Kita sudah deal dan coba mediasi. Keuangan ini ‘kan ada prosesnya pak. Iya ‘kan? Kita pemerintah pak, kan bukan membayar, ” ungkap Sitongkir dengan suara keras kepada media ini melalui sambungan telepon.

Direktur CV Maharani, Rama Arnoldus Sutejo yang ditelepon media ini beberapa kali pun tidak direspons.

Menurut pengakuan seorang tukang besi, selain upah, biaya kontrakan rumah senilai Rp. 7.400.000 (tujuh juta empat ratus ribu rupiah) juga belum dibayar, termasuk uang solar senilai Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah). Total uang yang harus dibayar oleh CV Maharani menurut para tukang, senilai Rp. 34.400.000 (tiga puluh empat juta empat ratus ribu rupiah). (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pria Rote Ndao Positif ‘Hamil versi Rapid Test’ Ini Klarifikasi Direktur RSUD Ba’a

    Pria Rote Ndao Positif ‘Hamil versi Rapid Test’ Ini Klarifikasi Direktur RSUD Ba’a

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao, Garda Indonesia | Seorang pria asal Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan hamil hasil menjalani pemeriksaan tes cepat atau rapid test. Dilansir dari Kompas.com, Ariyanto Boik, pria asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani rapid test, saat diisolasi di rumah susun setempat. Hasil tes cepat terhadap Ariyanto yang merupakan […]

  • Aliansi Mahasiswa Kota Kupang Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan

    Aliansi Mahasiswa Kota Kupang Minta BPJS Kesehatan Dibubarkan

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Kupang Menggugat menggelar aksi unjuk rasa didepan kantor BPJS Kesehatan cabang Kupang, pada Rabu, 25 September 2019. Mereka menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan meminta Pemerintah membubarkan BPJS. Hal tersebut disampaikan lantaran kebijakan tersebut dinilai membebani masyarakat kelas bawah. Masa aksi yang […]

  • Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    Sejuta Pohon Setahun, 4.634 Izin Tambang Seumur Hidup

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Anda kalau tengok video di Sibolga itu, ngeri. Ribuan batang kayu gelondongan menerjang apa saja di sungai. Sungai penuh dengan kayu. Kenapa ini terjadi? Negeri ini sudah seperti panggung sulap murahan. Di depan kamera, pejabat berdiri tegap sambil menunduk menanam bibit pohon. “Mari kita hijaukan negeri ini!” katanya. Tepuk tangan terdengar, […]

  • “Ngamen di Pasar Halilulik” Pastor Bantu Korban Banjir di Malaka

    “Ngamen di Pasar Halilulik” Pastor Bantu Korban Banjir di Malaka

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK)  Paroki Roh Kudus Halilulik- Keuskupan Atambua, dipimpin Romo Yogar Fallo, Pr, mencari dan mengumpulkan dana di pasar mingguan Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  pada Kamis, 8 April 2021. Disaksikan Garda Indonesia, sejumlah dana yang berhasil dikumpulkan itu berasal dari […]

  • Kasus Surat Palsu, PADMA Indonesia Kawal Laporan Anggota Polri di Polresta Kupang

    Kasus Surat Palsu, PADMA Indonesia Kawal Laporan Anggota Polri di Polresta Kupang

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sungguh miris penegakan hukum di NTT khususnya di Polresta Kupang Kota yang dialami langsung bukan warga sipil, namun oleh Anggota Polri sendiri. Direktur PADMA Indonesia dalam rilisnya yang diterima Garda Indonesia pada Minggu, 5 Juli 2020, menyampaikan telah terjadi pengabaian dan lambannya penanganan Laporan seorang Anggota Polri Bripka Vinsensius Bosko Heuk,S.H. […]

  • PIPEBI Peduli Korban Badai Seroja di Desa Tuapukan & Pukdale Kab Kupang

    PIPEBI Peduli Korban Badai Seroja di Desa Tuapukan & Pukdale Kab Kupang

    • calendar_month Ming, 25 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) menggalang donasi dan memberikan bantuan berupa beras, minyak goreng, telur, mie instan dan gula pasir kepada korban bencana Badai Seroja di Desa Tuapukan dan Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 23 April 2021. PIPEBI Peduli Bencana Alam NTT terlaksana atas […]

expand_less