Dari Atap Daun Jadi Permanen, PLN dan TNI Bangun Sekolah di Batas RI-Timor Leste
- account_circle Penulis
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 113
- comment 0 komentar

![]()
Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono, menyampaikan bahwa wilayah perbatasan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga pembangunan infrastruktur pendidikan seperti sekolah sangat krusial untuk mengatasi ketimpangan.
Oepoli | Mengawali tahun 2026, wajah baru pendidikan hadir di beranda terdepan Indonesia. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur bersama TNI meresmikan gedung baru UPTD SMPN 5 Oepoli (sebelumnya dikenal sebagai SMPN 1 Oepoli) yang terletak di Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kamis, 8 Januari 2025.
Pembangunan gedung ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN yang dikerjakan secara kolaboratif dengan Kodim 1604/Kupang sebagai pelaksana lapangan. Proses pembangunan berlangsung impresif, hanya memakan waktu dua bulan sejak groundbreaking dilakukan pada 23 Oktober 2025 lalu.
Simbol kedaulatan dan pendidikan berkualitas
Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh F. Eko Sulistyono, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT diwakili oleh Senior Manager Transmisi dan Distribusi (SRM T&D) PLN UIW NTT, Suparje Wardiyono, bersama Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono.
Pada sambutannya General Manager PLN UIW NTT F. Eko Sulistyono diwakili oleh Suparje Wardiyono menegaskan bahwa kehadiran sekolah ini adalah perwujudan filosofi “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik”.
“Di wilayah perbatasan, hadirnya sekolah ini adalah simbol kedaulatan negara. Kami berkomitmen memastikan anak-anak bangsa mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Melalui dukungan TJSL, kami menyediakan fasilitas komprehensif mulai dari 3 ruang kelas modern, ruang guru, meubeler ergonomis, hingga akses air bersih melalui sumur bor,” ujar Suparje.

Danrem 161/Wirasakti Kupang, SRM T&D PLN UIW NTT bersama para undangan saat peninjauan fasilitas MCK dan Instalasi sanitasi bantuan TJSL PLN kepada SMPN 5 Oepoli. Foto : tim PLN
Kolaborasi strategis lintas sektor
Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono, menyampaikan bahwa wilayah perbatasan memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga pembangunan infrastruktur pendidikan seperti sekolah sangat krusial untuk mengatasi ketimpangan.
“Atas nama Panglima TNI, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN. Usaha bersama ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan layak. Semoga sinergi ini tidak hanya membangun gedung, tapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garda terdepan NKRI,” tegas Brigjen TNI Hendro.
Transformasi dari “Sekolah Atap Daun” menjadi gedung mewah
Kepala Sekolah UPTD SMPN 5 Oepoli, Hermanus Manggar, S.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menceritakan perjalanan panjang sekolah yang berdiri sejak 2017 tersebut.
“Dulu sekolah ini beratapkan daun aren, berdinding bebak (pelepah gewang), dan beralaskan tanah tanpa fasilitas sanitasi dan listrik. Kini, berkat bantuan PLN dan TNI, siswa kami bisa belajar di gedung permanen dengan lantai keramik, fasilitas sanitasi dan MCK yang layak, serta peralatan belajar mengajar yang sangat lengkap. Kami tidak pernah membayangkan akan mendapatkan gedung semewah ini,” ungkap Hermanus.
Fasilitas Baru yang diserahkan meliputi tiga ruang kelas modern dan satu ruang guru, fasilitas sanitasi: 3 unit MCK lengkap, infrastruktur air bersih: 1 unit sumur bor dilengkapi tandon dan instalasi air, dan sarana belajar: meja, kursi, lemari, papan tulis, peta Indonesia, dan perangkat pendukung lainnya.
Melalui peresmian ini, PLN dan TNI berharap dapat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing dari pelosok NTT demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Tim PLN UIW NTT











Saat ini belum ada komentar