Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Di Bawah Pohon, Rapat Dirut Bank NTT, Dua Kadis dan Para Kades

Di Bawah Pohon, Rapat Dirut Bank NTT, Dua Kadis dan Para Kades

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Larantuka, Garda Indonesia | Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dengan ekosistem pembiayaan baru yang kini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTT, terus digelorakan hingga ke pelosok.

Ketika mengunjungi Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, pada Jumat siang, 8 April 2022, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, banyak berbicara mengenai skema baru program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang diyakininya sebagai upaya percepatan NTT bangkit menuju masyarakat sejahtera.

“Kita punya potensi yang hebat. Setiap tahun Tuhan mengirimkan air bagi kita tetapi pertanian  kita tidak ada. Kita harus mampu mengambil sikap, dari tanah-tanah yang kosong itu lahir sesuatu yang berguna. Yang penting jangan tanahnya kosong. Karena pertanian itu bukan programnya pemerintah, itu programnya Tuhan. Jadi, saya katakan ulang, orang-orang yang tidak tanam dan membiarkan air mengalir dengan sia-sia, dia berdosa kepada Tuhan. Berdosa juga kepada nenek moyang,” tegas sosok yang kerab disingkat namanya VBL.

Dalam pemaparannya, kepala desa setempat, Herry Aran, menjelaskan bahwa tidak hanya di Desa Waibao melainkan desa tetangga lainnya pun memiliki potensi alam yang kaya luar biasa. Ada mente serta lahan yang luas untuk tanaman jagung.

Hanya kondisi alamiah yang menjadi kendala bagi mereka, terutama buruknya infrastruktur menuju desa, serta lokasi pertanian. Bahkan mereka pun kesulitan dalam memperoleh air untuk sektor pertanian. Inilah yang menjadi kendala serius bagi mereka untuk mengeksekusi program pemerintah, salah satunya TJPS.

“Saya sudah dengar itu, sehingga tolong, seusai pertemuan ini, nanti Direktur Bank NTT, Kadis Pertanian NTT, Kadis PU, tolong rapat dengan para kepala desa di sini. Hari ini juga harus ada solusinya, bagaimana memecahkan masalah ini, dengan menghadirkan ekosistem pembiayaan yang menolong masyarakat di Tanjung Bunga ini. Jangan ikut saya dalam kunjungan, tolong dirapatkan dan cari solusinya, nanti malam baru kita ketemu,” kata Gubernur Viktor dengan nada serius, disambut gemuruh sorak ratusan warga yang memenuhi halaman kantor kepala desa setempat.

Dari atas panggung, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, Ketua Fraksi Nasdem DPRD NTT, Alex Take Ofong, Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon dan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, ikut bertepuk tangan.

Usai pertemuan, para pejabat yang yang diberi amanat mengeksekusi percepatan mimpi itu menggelar pertemuan bersama para kepala desa di Kecamatan Tanjung Bunga. Mereka di antaranya Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dinas Pertanian NTT, Lucky Frederich Koli, dan Kepala Dinas PU NTT, Maksi Nenabu.

Ikut hadir dalam rapat yang berlangsung sekira dua jam itu, Kepala Desa Lamatutu, Vinsenius Umbu Sogen, Kepala Desa Gekengderang, Fidelis Natan Tukan, Kepala Desa Bandona, Ignasius, Kepala Desa Lewobunga, Hendrikus Poi Aran, Kepala Desa Bahinga, Rafael Pelik Maran, Kepala Desa Sinamalaka, Siprianus Hadjon, Kepala Desa Kolaka, Andy Lembunga dan Pastor Paroki Riangpuho, RD Paulus Pengasih Magun Nunang.

Pertemuan di bawah sebatang pohon kusambi yang rimbun, di sisi utara Kantor Desa Waibao, Kadis Pertanian NTT, Lucky F. Koli membuka diskusi dengan mempertanyakan ketersediaan lahan dan gambaran umum mengenai infrastruktur menuju ke lokasi pertanian dari setiap kepala desa. Dijawab oleh mereka, bahwa kendalanya ada pada buruknya akses jalan menuju lahan pertanian.

“Kami punya ratusan bahkan ribuan hektar lahan tidur yang belum diolah. Di desa kami, berdasarkan data saya, kami punya sekitar 150 hektar yang bisa dipakai untuk tanam jagung ekosistem baru yang ditawarkan yakni TJPS. Kendala kami hanya pada akses jalan dan air,” tegas Hendrikus Poi Aran, Kepala Desa Lewobunga.

Senada dengan Poi Aran, Kepala Desa Gekengderang, Fidelis Natan Tukan mengungkap hal yang sama.

“Kami punya kendala yang sama, yakni infrastruktur menuju lokasi yang kami siapkan yakni 120 hektar,” tegas Fidelis.

Menjawab mereka, Kadis Pertanian NTT, Lucky F. Koli menegaskan bahwa dalam skema pembiayaan yang baru, pemerintah sudah menyiapkan bibit jagung, pupuk non subsidi yang ramah, serta off taker.

“Sehingga saya minta agar bapak-bapak kades tolong mendata nama-nama petani yang lahannya mau dipakai, berapa luas lahan dan setelah Paskah, kita akan duduk bersama lagi untuk mengevaluasi data yang diberikan serta bagaimana cara eksekusinya,” tegas Lucky.

Lucky berharap nantinya desa-desa di Kecamatan Tanjung Bunga akan menjadi contoh yang baik guna menggerakkan desa-desa lain di Flores Timur baik itu di Larantuka dan sekitarnya maupun di Solor dan Adonara. Fokus mereka, nantinya ada 5.000 hektar lahan yang akan ditanami jagung khusus di Flores Timur.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, saat itu menjelaskan, pihaknya mensuport penuh program TJPS.

“Jika mau jujur, masyarakat diuntungkan dengan program ini, yakni setiap hektar mereka hasilkan tujuh ton jagung yang jika dijual dengan harga pasar saat ini, mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit, yakni diperkirakan Rp 28 juta per hektar. Ada putaran uang yang besar di masyarakat karena ada off taker yang siap membeli hasil panen,” tegas Alex.

Tak hanya itu, dalam pola ini ada kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga jika ada wirausaha mandiri (para petani) mengalami kecelakaan kerja maka seluruh pembiayaannya akan dicover. Termasuk kesehatannya pun akan dicover seluruhnya oleh BPJS.

Bank NTT, menurutnya, akan hadir bersama pemprov untuk melakukan sosialisasi kepada petani di Tanjung Bunga maupun kecamatan lain di Flores Timur yang membutuhkan penjelasan.

“Kita berharap seusai Paskah tahun ini, minggu depan kalau bisa ada rapat sehingga kita sudah bisa bergerak,” pinta Alex.

Kepala Dinas PU Provinsi NTT, Maksi Nenabu, menjelaskan, usulan pembuatan jalan sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian, karena terkait status jalan yang msuk kategori jalan tani.

“Sementara mengenai embung seperti yang disampaikan sebagai sumber air baku bagi sektor pertanian, kami siap memfasilitasinya. Sehingga kami sudah berpesan kepada Kadis Pertanian Flores Timur yang hadir saat rapat untuk segera menginformasikan ke Kadis PU untuk membuat kajian kelayakan serta silahkan berproses. Tentu semua ada waktunya, sementara mengenai skenario menyambut musim tanam Oktober-Maret, Dinas Pertanian NTT sudah menyiapkan skenarionya,” ujar Maksi.(*)

Sumber (*/Humas Bank NTT)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atensi Jasa Raharja bagi Janda Korban Laka Lantas dan ‘Women Care Day’ Polda NTT

    Atensi Jasa Raharja bagi Janda Korban Laka Lantas dan ‘Women Care Day’ Polda NTT

    • calendar_month Ming, 4 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Beriringan dengan peluncuran Program Women Care Day yang diinisiasi oleh Kapolda NTT, maka pada Sabtu, 3 Oktober 2020; Jasa Raharja bersama Anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan (IFG) meluncurkan Program Bantuan Berkelanjutan kepada 7 istri korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia, berupa pendidikan & pelatihan tata boga, pendidikan & pelatihan pemasaran digital, […]

  • DPR Setuju PMN Rp3 Triliun PLN Bangun Kelistrikan Daerah 3T

    DPR Setuju PMN Rp3 Triliun PLN Bangun Kelistrikan Daerah 3T

    • calendar_month Kam, 11 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Anggota Komisi VI DPR RI, Muhammad Sarmuji selaku pimpinan rapat kerja komisi VI pada Rabu, 10 Juli 2024 menyetujui penuh alokasi penyertaan modal negara (PMN) mendukung upaya PLN memberikan akses listrik untuk masyarakat di daerah terpencil. “Kita (Komisi VI DPR RI) mendukung sepenuhnya tentang penguatan listrik desa, pemasangan jaringan listrik sampai ke pelosok-pelosok,” […]

  • Tahukah Anda? Ada 8 Ribu Jenis Keju di Dunia

    Tahukah Anda? Ada 8 Ribu Jenis Keju di Dunia

    • calendar_month Sen, 3 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Keju merupakan produk susu populer yang dikonsumsi di seluruh dunia. Keju dibuat melalui proses fermentasi susu, yang mirip dengan proses pembuatan yogurt. Baik keju maupun yogurt mengandung bakteri asam laktat, yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Proses produksi keju melibatkan konsentrasi susu, yang menghasilkan konsentrasi tinggi protein, kalsium, lemak, fosfor, dan vitamin dalam setiap kilogram keju. […]

  • Ultras Helat Diskusi Publik ‘Membaca Ulang 1,5 Tahun Kepemimpinan VBL – JNS’

    Ultras Helat Diskusi Publik ‘Membaca Ulang 1,5 Tahun Kepemimpinan VBL – JNS’

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Unity In Diversity (Ultras) sebagai organisasi sayap pendukung garis keras VBL – JNS, bertugas mendukung, memenangkan dan mengawal kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Josef Nae Soi (JNS). Ultras selalu ada hingga VBL- JNS menyelesaikan kepemimpinan bahkan jika diperlukan Ultras tetap eksis untuk mengawal program pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Rapor Lakamola Anan Sio, Sistem Pertanian Tradisional di Rote Ndao

    Rapor Lakamola Anan Sio, Sistem Pertanian Tradisional di Rote Ndao

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Dwi Iwan Kharisma Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao tentu sudah tidak asing lagi dengan ‘Lakamola Anan Sio’, menurut buku yang berjudul ‘Ketika Lens Haning Menjadi Bupati Rote Ndao’, gerakan Lakamola Anan Sio diambil dari filosofi para leluhur. Filosofi yang mengisahkan sistem pertanian tradisional polikultur yang mengembangkan 9 (sembilan) jenis […]

  • Kunker di Kota Kupang, VBL Sorot Air Bersih, Parkir & Pedagang Kaki Lima

    Kunker di Kota Kupang, VBL Sorot Air Bersih, Parkir & Pedagang Kaki Lima

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Upaya Pemerintah Kota Kupang mewujudkan Kota Kupang sebagai kota yang maju dan modern diapresiasi oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Menurutnya, kemajuan Kota Kupang ditandai dengan pembangunan taman kota, jalur pedestrian (trotoar) dan lampu penerangan jalan yang diminta langsung oleh Wali Kota Kupang saat bertemu Presiden RI beberapa waktu […]

expand_less