Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ditjen Hubud Akan Gelar ‘Ramp Inspection’ Jelang Libur Natal & Tahun Baru 2019

Ditjen Hubud Akan Gelar ‘Ramp Inspection’ Jelang Libur Natal & Tahun Baru 2019

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 27 Nov 2018
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta,gardaindonesia.id |Transportasi udara menjadi salah satu moda transportasi pilihan masyrakat setiap musim liburan. Guna menjamin kesalamatan dan keamanan dalam penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mengoptimalkan pelayanan.

Salah satu cara mewujudkan pelayanan prima yakni dengan melaksanakan Ramp Inspection atau Inspeksi Keselamatan. Ramp Inspection dilakukan kepada pesawat udara untuk memastikan bahwa pesawat tersebut laik terbang.

Apa itu Aircraft Ramp Inspection dan bagaimana pelaksanaannya di lapangan? Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa berdasarkan Staff Instruction 8900-6.2, Ramp Inspection atau Inspeksi Keselamatan adalah rencana pemeriksaan yang dilaksanakan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap standar dan aturan keselamatan penerbangam sipil yang telah ditetapkan.

Inspeksi ini dilakukan oleh tim Inspector yang terdiri dari Aircraft Operations Inspector, Cabin Safety Inspector dan Aircraft Dispatcher Inspector serta Airworthiness Inspector
“Ramp Inspection dilakukan dengan mengacu pada Convention on International Civil Aviation (ICAO) juga dikenal sebagai Convention Chicago Amendment ke-9 tahun 2006 dan SI 8900-6.2 tentang “Ramp Inspection” lampiran ke 3 dalam annex ICAO untuk panduan Ramp Inspection atau Inspeksi Keselamatan”, tutur Polana, Senin,26/11/18.

Polana lebih lanjut menjelaskan bahwa Ramp Inspection dilakukan bersama-sama oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) di seluruh Indonesia. Ramp Inspection dilaksanakan sesuai jadwal surveillance yang telah ditentukan untuk tiap-tiap operator penerbangan dan juga bila ada event tertentu, pada masa peak season.

Sebagai contoh Ramp Inspection yang telah dilakukan oleh DKPPU dan OBU pada event Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Idul Fitri 1439 H/2018, saat angkutan keberangkatan Haji Idul Adha 1439 H/2018, dan yang akan datang pada event Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
“Sebelum melaksanakan tugasnya, para inspektur wajib mengikuti training sesuai dengan SI 8900-1.3 Inspector Training System for Directorate of Airworthiness and Aircraft Operation Personnel”, jelas Polana.

Pada masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019 yang mulai pada 20 Desember 2018 s.d. 6 Januari 2019, Ramp Inspection akan dilakukan secara bertahap di 22 bandara di Indonesia.

Tahap pertama akan dilakukan pada 15 sd 24 Desember 2018, tahap kedua dilaukan pada 25 Desember s.d. 1 Januari 2019 dan tahap yang terakhir pada 2 Januari s.d. 6 Januari 2019. Ke-22 Bandara tersebut yaitu: CGK-Soekarno Hatta; HLP-Halim Perdana Kusuma; BDO-Bandung; PNK-Pontianak; KNO-Medan; BTH-Batam; JOG-Jogjakarta; SUB-Surabaya5; KOE-Kupang; LOP-Lombok; DPS-Denpasar; UPG-Makassar; SRG-Semarang; BPN-Balikpapan; TRK-Tarakan; MDC-Manado; GTO-Gorontalo; PLM-Palembang; AMQ-Ambon; SOQ-Sorong; TIM-Timika; dan DJJ-Sentani.

Proses Ramp Inspection berdasarkan Staff Instruction 8900-6.2 terdiri dari empat langkah, yaitu Inspection, Finding(s), Categorization dan Follow Up. Proses Inspection dimulai dengan tahap persiapan pemeriksaan, penentuan items yang akan diperiksa dan dengan menggunakan standar mana (untk maskapai asional atau asing) sesuai dengan panduan umum ICAO dan regulasi DGCA.

Polana menambahkan jika selama Ramp Inspection terdapat penyimpangan dari standar yang ditetapkan, maka dianggap sebagai temuan atau Finding(s). Ada tiga kategori temuan yang berbeda, tergantung pada dampak temuan terhadap keselamatan pesawat dan/atau penumpangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kategorisasi, selanjutnya dilakukan Follow Up atau tindak lanjut.

Kategori temuan terdiri dari temuan Minor, Significant dan Major. Temuan kategori 1 dianggap memiliki pengaruh kecil terhadap keselamatan, disebut Minor. Kategori 2 dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap keselamatan, disebut Significant dan kategori 3 dianggap memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan, disebut Mayor.
“Temuan minor akan disampaikan kepada pilot in command, temuan significant dan mayor akan dikomunikasikan kepada operator dan/atau harus disampaikan kepada Foreign CAA jika terjadi pada operator asing. Lebih jauh lagi, dari temuan inspektur juga bisa berdampak pada pembatasan operasi penerbangan atau tindakan korektif sebelum penerbangan”, tutur Polana.

Pada Ramp Inspection cheklist terdapat total 55 items pengecekan yang terdiri dari 25 items persyaratan operasional, 15 items keselamatan dan perlengkapan pada kabin pesawat, 12 items yang berkaitan dengan kondisi pesawat, 3 items terkait dengan pemeriksaan kargo dan kompartemen kargo dan 3 item umum yaitu bila tidak termasuk dalam keempat kategori sebelumnya.

Data dari Ramp Inspection selanjutnya dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan DGCA IMSIS (Internal Management Safety Information System).

Selama tahun 2018 sebanyak 5461 inspeksi telah dilakukan kepada operator dengan sertifikat AOC 121 atau maskapai yang mengoperasikan pesawat berkapasitas di atas 30 seats. Sebanyak 264 inspeksi telah dilakukan kepada operator dengan sertifikat AOC 135 atau maskapai yang mengoperasikan pesawat berkapasitas di bawah 30 seats. Total pesawat yang sudah inspeksi berdasarkan registrasi sebanyak 805 pesawat.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan angkutan udara yang selamat, aman, lancar dan nyaman sebagaimana harapan pengguna jasa penerbangan. Untuk keselamatan, tidak ada toleransi, ini no go item yang harus dipenuhi bila ingin terbang”, tegas Polana.

Sumber berita (*/Sindu Rahayu-Kabag Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Alor, Pelabuhan Internasional Maritaing Bakal Dibangun Tahun 2020

    Di Alor, Pelabuhan Internasional Maritaing Bakal Dibangun Tahun 2020

    • calendar_month Jum, 5 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia |”Saat ini kita dalam tahap menindaklanjuti persiapan dan penyusunan rencana kerja. Kita harapkan nanti pada awal tahun 2020 sudah bisa kita mulai Pembangunan Pelabuhan Internasional Maritaing di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur”,ungkap Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Drs. Robert Simbolon, MPA Pernyataan tersebut disampaikannya dalam […]

  • Diduga LVRI Cabang Belu Lakukan Pungli Saat Serahkan SK 100%

    Diduga LVRI Cabang Belu Lakukan Pungli Saat Serahkan SK 100%

    • calendar_month Sen, 9 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Belu yang berkantor di Km. 16, Desa Bakustulama, kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Propinsi NTT, diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap anggota veteran. Hal ini terungkap ketika salah satu anggota Veteran, Andreas Mali Liku (warga Kecamatan Lamaknen) berhasil memotret proses penyetoran uang kepada seorang […]

  • Rotary Club Kupang Central Donasi APD bagi 10 Rumah Sakit di Provinsi NTT

    Rotary Club Kupang Central Donasi APD bagi 10 Rumah Sakit di Provinsi NTT

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rotary Disaster Respond District 3420 terus mendukung perjuangan para medis sebagai Garda Terdepan dalam melawan Covid-19. Ribuan APD (Alat Pelindung Diri) telah disalurkan ke berbagai rumah sakit dan Puskesmas di Jawa, Bali, Sumatra, Lombok dan Papua, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/04/18/aksi-peduli-petugas-medis-hadapi-covid-19-ala-rotary-club-kupang-central/ Pada Jumat, 1 Mei 2020, Perwakilan […]

  • PLN dan TNI AD Bangun SMP Negeri Oepoli di Batas RI-Timor Leste

    PLN dan TNI AD Bangun SMP Negeri Oepoli di Batas RI-Timor Leste

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim PLN UIW NTT
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Loading

    Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Nimbrot Sivi, Ketua Komite SMP Negeri 1 Oepoli, mewakili masyarakat dan orang tua siswa yang sekian lama mendambakan bangunan sekolah permanen akhirnya ada titik terang.   Kupang | Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada tahun 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) menunjukkan komitmen […]

  • Inap di Rumah Warga, Pengungsi Afganistan Diamankan Rudenim Kupang

    Inap di Rumah Warga, Pengungsi Afganistan Diamankan Rudenim Kupang

    • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Rumah Detensi Imigrasi Kupang menjalankan tugas dan fungsinya di bidang keimigrasian. Berdasarkan laporan dan pengaduan Ketua RT 027 RW 001, Kelurahan Oeleta Pankase, Rudenim Kupang mengamankan satu orang pengungsi asal Afganistan yang diduga sering menginap di rumah salah satu warga lokal pada Jumat, 20 Mei 2022. Kepala seksi keamanan dan ketertiban […]

  • Belasan Ribu Warga Tidak Mampu di Kota Kupang Terima Bantuan Sosial Beras

    Belasan Ribu Warga Tidak Mampu di Kota Kupang Terima Bantuan Sosial Beras

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Sekitar 11.351 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kupang menerima bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial RI. Bantuan sosial beras ini merupakan salah satu program jaring pengaman sosial (JPS) dalam rangka penanganan dampak wabah Covid 19. Acara launching penyaluran bantuan sosial beras bagi KPM PKH oleh Wali Kota Kupang itu […]

expand_less