Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dokter Reisa: ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

Dokter Reisa: ‘Rapid Test’ Tidak Digunakan Untuk Kepentingan Diagnostik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 19 Jul 2020
  • visibility 178
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menghargai masukan dari berbagai pihak. Termasuk masukan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik atau PDS Patklin, tentang penggunaan rapid test.

Pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dijelaskan bahwa penggunaan rapid test tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik.

Hal senada diterangkan oleh Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro. Ia menyebut, pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan, seperti PCR atau tes dengan sampel swab, rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau skrining. Juga dapat digunakan pada populasi tertentu, yang dianggap berisiko tinggi. Selanjutnya yang sering digunakan yakni pada situasi khusus seperti pada pelaku perjalanan. Serta untuk menguatkan pelacakan kontak erat dan pada kelompok rentan risiko.

Seperti diketahui, banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala apa pun. Ia menyebut merupakan tanggung jawab kita bersama untuk tidak menulari orang lain, terutama kelompok rentan. Seperti orang lanjut usia, orang dengan penyakit penyerta, dan mereka yang memiliki gangguan imunitas.

“Tanggung jawab tersebut dapat kita wujudkan dengan salah satunya yang paling penting, adalah rutin memeriksakan diri. Bisa dengan melakukan rapid test, dan kemudian dilanjutkan dengan swab test apabila diperlukan,” terang dr. Reisa saat konferensi pers Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, Jakarta, pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan rapid test hanya untuk tujuan penelitian epidemiologi, atau penelitian lainnya yang berhubungan dengan pencegahan dan pengendalian virus Corona.

Berita baiknya, Indonesia kini sudah bisa membuat alat rapid test sendiri dengan tingkat akurasi yang tinggi. Ini membantu agar deteksi dapat dilakukan dengan lebih banyak dan luas. Selain itu, pemerintah juga mendukung pembuatan alat tes PCR buatan dalam negeri.

“Sesuai arahan presiden, pemeriksaan PCR dalam masyarakat akan ditingkatkan hingga mencapai 30.000 tes per hari,” ujar dr. Reisa

Namun pemeriksaan PCR harus dilakukan dengan strategi yang jelas. Pengambilan dan pemeriksaan spesimen diprioritaskan pada pasien yang memenuhi definisi kasus suspek Covid-19. Terutama untuk manajemen klinis, dan atau pengendalian wabah yang harus dilakukan secara cepat. Spesimen yang didapatkan dari suspek tersebut akan melalui pemeriksaan dengan metode deteksi molekuler, Nucleid Acid Amplification Test (NAAT).

Pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR atau VTM yang direkomendasikan adalah pengambilan spesimen di nasofaring, di ujung hidung atau ujung bagian tenggorokan dalam. Pemeriksaan tersebut adalah dengan memasukkan swab yang terbuat dari dakron atau rayon steril, dengan tangkai plastik atau jenis flox swab, yang tangkainya lebih lentur ke dalam hidung. Sampel cairan tersebut kemudian akan dikirimkan ke laboratorium, yang saat ini sudah lebih dari 300 laboratorium siap uji.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan kesehatan secara berkala demi mengetahui status kesehatan kita. Dengan mengetahui lebih awal status kesehatan kita, maka tindakan yang cepat dan tepat dapat diambil oleh petugas medis, termasuk jika kita terinfeksi Covid-19.

“Tindakan pemeriksaan tidak berbahaya sama sekali. Ini sangat berguna untuk mengetahui status kesehatan kita. Dan yang sangat penting, agar dapat dilakukan tindakan cepat untuk mengobati apa bila kita terinfeksi,” tutup dr. Reisa.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditangkap!, Diana Aman-Buronan Human Trafficking

    Ditangkap!, Diana Aman-Buronan Human Trafficking

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Diana Aman alias Diana Chia, buronan Human Trafficking ini akhirnya ditangkap di Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan ketika hendak membuat paspor dengan tujuan Malaysia, Jumat/31 Agustus 2018. Diana merupakan buronan Kejari Kota Kupang setelah melarikan diri, sebelumnya majelis hakim PN Kelas IA Kupang menjatuhkan vonis 9 (sembilan) tahun penjara,30 Mei 2017 silam, […]

  • “Warning Kejagung” Adhiyaksa Bijak Bermedsos Jelang Pemilu

    “Warning Kejagung” Adhiyaksa Bijak Bermedsos Jelang Pemilu

    • calendar_month Ming, 30 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bertempat di ruang kerja Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Amir Yanto melakukan diskusi ringan dengan Tim Media Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung. Diskusi diawali dengan topik mengenai mudik Lebaran di mana JAM-Intelijen menyampaikan bahwa dirinya merupakan salah satu bagian pemudik untuk bisa berkumpul dengan keluarga di Boyolali. […]

  • “Hidup Melayani” Paus Fransiskus

    “Hidup Melayani” Paus Fransiskus

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus bakal menghelat kunjungan Apostolik di Jakarta, Indonesia selama 3 (tiga) hari pada tanggal 3—5 September 2024. Paus Fransiskus berusia 87 tahun,  baru-baru ini mengalami kesulitan kesehatan dan mobilitas, memimpin kebaktian di penjara Rebibbia di Roma, membasuh kaki setiap wanita dari kursi rodanya. Banyak di antara mereka menangis saat Paus Fransiskus melakukannya. Paus […]

  • Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    Presiden Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Namun tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena memerlukan kesiapan sejak dini. “Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara ekonomi terkuat. Bisa masuk lima atau empat besar ekonomi terkuat dunia di 2045. Tetapi untuk masuk ke sana juga tidak mudah. […]

  • TJLS di Lembata, PLN dan Poktan Nubahaeraka Panen Bersama

    TJLS di Lembata, PLN dan Poktan Nubahaeraka Panen Bersama

    • calendar_month Rab, 2 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 1Komentar

    Loading

    Koordinator program dari Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) menyampaikan program TJSL ini terus bergulir melalui aktivitas monitoring dan pendistribusian bibit baru seperti terong, timun, dan pepaya California.   Lembata | PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui unit pelaksana proyek (UPP) Nusa Tenggara 3 terus menguatkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat sekitar proyek melalui […]

  • Lantik Pj Kades Faturika, Bupati Belu Pesan Wujudkan Masyarakat Sejahtera

    Lantik Pj Kades Faturika, Bupati Belu Pesan Wujudkan Masyarakat Sejahtera

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belu Nomor: 95/ HK/ 2021 tanggal 6 Mei 2021, Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, SpPD-KGEH, Finasim mengambil sumpah dan melantik Siprianus Suri sebagai Penjabat Kepala Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ruang Rapat Bupati Belu, pada Jumat sore, 7 Mei 2021. […]

expand_less